Prasangka Buruk Ibu Mertuaku

Prasangka Buruk Ibu Mertuaku
tamu yang meresahkan


__ADS_3

pov. rania


delapan hari setelah acara pernikahan azra dan gusti, aku masih kelabakan mengurus cafe dan anak-anak tanpa bantuan azra. ia masih meminta libur karena mereka sedang pergi berbulan madu ke singapura. entah ia akan kembali bekerja dengan ku atau tidak, yang pasti aku sangat berharap ia akan kembali membantuku di cafe ini. sebab kejujurannya terhadap ku sudah pasti tak ada duanya.


aku duduk di meja kasir sambil menyusui davin. berbekal jilbab yang aku pakai, jadi aku bebas menyusui di manapun davin memintanya tanpa harus takut di lihat oleh orang lain. suasana cafe siang ini begitu ramai katena bertepatan dengan jam makan siang. pengunjung silih berganti mengantri membayar makanan mereka hingga aku kadang tak sempat memandangi wajah mereka satu persatu.


"ran.. ini aku.." tiba-tiba saja terdengar suara yang menyapa ku dari depan meja kasir. sontak aku menghentikan gerakan tangan ku untuk menghitung jumlah yang harus pengunjung ku bayar untuk makanannya.


"kobaarrrrr ??"


"ya ran.. aku butuh bantuanmu.."


"mbak buruan dong.. saya sudah di tunggu nih" sela pengunjung ku yang tadi jumlah bayarannya sedang ku hitung. aku mengabaikan kobar dan melanjutkan pekerjaanku. namun sepertinya pengunjung ku tak ada habisnya, hingga setengah jam setelahnya pun aku masih sibuk. kobar masih berdiri tegap di depan meja kasir ku.


"cari lah tempat duduk. nanti setelah cafe ku sedikit sunyi aku akan menemui mu" ucap ku yang merasa kasihan.pada kobar yang sedari tadi berdiri menunggu waktu untuk berbicara dengan ku. setelahnya aku kembali melanjutkan aktifitas ku.

__ADS_1


"ueekkk.. bau apa ini ?"


"bauk sekali di sini"


"sumpah.. aku sering ke sini tapi baru kali ini mencium bau busuk seperti ini"


pendengaran ku menangkap suara yang berasal dari pengunjung cafe. seketika hidung ku juga mencium bau daging busuk dan seperti bercampur kotoran. semua pengunjung ku semakin riuh. mereka masing-masing menyampaikan ketidak nyamanannya dengan bau itu. benar sekali, jangan kan mereka. aku saja rasanya ingin muntah mencium bau ini.


bruukkkkhhh...


"siapapun tolong.. dia sepertinya butuh bantuan" teriak ku meminta bantuan. bersyukur karena banyak yang maju ingin menolong. tapi setelah mereka mendekat, mereka kembali mundur kebelakang.


"ternyata bau busuk ini berasal dari dia ueekkkkk !!" seru salah satu yang tadi berniat ingin membantu kobar.


"ya ya yaa... dia sumbernya" yang lainpun ikut menimpali. aku mendekati kobar walau perut ku rasanya seperti di kocok karena mual.

__ADS_1


"indra.. tolong antar dia ke rumah sakit. tunggu hingga aku datang ya dan juga urus semua yang dia perlukan." ucap ku pada salah satu karyawan ku. ia pun membawa kobar kerumah sakit terdekat menggunakan taksi online.


"lisa...tolong bersihkan lantainya dan pastikan bau ini tak tercium lagi ya.." karyawati ku itu lansung sigap membersihkan cairan berwarna kecoklatan tepat di mana kobar tadi berada.


"huh mungkin dia kena penyakit mematikan. semoga tidak menular" ucap pengunjung cafe berestimasi tentang kobar. mendengar ucapannya aku pun punya pikiran yang sama.


semoga saja itu hanya pikiran burukku.


jam sudah menunjukkan pukul 15.20 namun keadaan cafe masih tetap ramai. indra masih berada di rumah sakit menemani kobar. tadi indra sempat menelfon ku mengatakan kalau kobar haris di rawat inap dan aku menyetujui agar kobar mendapat pengobatan intensif.


otak ku terus saja berfikir.


'penyakit apa yang sebenarnya yang tengah kobar derita ?'


jika memang benar ia mengidap HIV seperti yang dulu ia katakan, kenapa ia mengeluarkan cairan nanah yang bercampur kotoran dan berbau busuk itu ?

__ADS_1


akkkhhhh.. entah lah.. aku hanya orang awam yang tak memahami tentang dunia medis.


__ADS_2