
pov mayana.
"jangan- jangan rania sedang menjebakku !!" aku gelagapan membayangkan jika benar rania menjebakku. bisa- bisa aku jadi tukang cuci piringnya di sini. karena belakangan ini ibu mertua sangat pelit pada ku. bahkan tiap suamiku minta duit, ia hanya memberi sedikit. jiwa kuliner ku terancam karenanya.
beberapa saat kemudian rania datang lagi dengan beberapa box makanan yang ia susun di dalam kresek. ingin rasanya aku menanyakan perihal makanan yang ia hidangkan di meja ku yang sudah aku sapu bersih semua menunya. tapi entah mengapa rasanya aku sangat gengsi. takutnya rania menyangka aku tak sanggup bayar. bagai mana pun aku arus menjaga harga diri di sini.
belum lagi tadi ia berkata selalu menyindir. seolah- olah ia tau kalau aku lah yang berusaha menghancurkan usahanya. benar- benar menyebalkan rasanya. apa lagi kini ia menatap ku tanpa berkedip.
"makasih kak ran. makanan dan minuman yang kakak suguhkan untuk ku saangaaattt enak!!" seru ku untuk menutupi rasa gugup ku karena ia menatap ku.
"makasih juga udah berkunjung ke mari may. oh iya, ini di bawa ya kalau kamu mau pulang nanti. tolong berikan pada ayah mertua dan ibu nanti ya" ucapnya sambil menunjuk ke arah box makanan yang ia letakkan tadi. ia juga mengatakan kata- kata 'pulang'. apa dia mengusir ku secara tak lansung ??
__ADS_1
"baik banget ih kak rania ini. pasti nanti ayah mertua kesayangan kakak itu seneng banget.." aku sengaja mengatakan itu karena ayah mertua kami sangat menyayanginya dan aku tak suka itu.
setelah berbasa basi dan sedikit memujinya. aku pamit pulang. ia tak meminta bayaran atas yang sudah ku makan di mini cafenya. entah ia lupa atau memang ia dari awal berniat memberiku makan gratis. entah lah.. yang jelas aku dengan enteng melenggang pergi dari situ.
sesampainya di rumah aku lansung memberikan kresek yang ku bawa pada ibu mertua.
"appaan nih may ?" tanya ibu mertua dengan wajah bingung.
"buat kamu semua aja deh, aku takut nanti di racuni sama dia!!" ibu mertua tampak takut menerima makanan pemberian rania.
"hmmm ya udah buat ku aj......."
__ADS_1
"sini aku yang makan!!" sela ayah mertua sambil merebut kresek box makanan yang sudah aku pegang sebelum aku menyelesaikan ucapan ku.
"heh jangan bang!! nanti kalau benar ada racunnya gi mana ??" ibu mertua ingin memgambil kembali box makanan yng sudah di buka oleh ayah mertua.
"paling mati!!!. lagian mana mungkn rania narok racun di sini. pikiran mu aja yang selalu kotor sama dia. istigfar kamu, shalat tobat gih. dosamu sama rania dah menumpuk tuh!!!" ayah mertua dengan santai memakan pada box yng ia buka. ia memilih box yang berisikan pek empek kapal selam. ternyata pada setiap box isi makanannya beda- beda. aku menelan ludah ku saat melihat ayah mertua menikmati makanan itu.
'sialan rania. tadi ia tak hidang kan pek empek itu buat ku makan di sana' rutul batin ku.
"uhuk.. uhukkk uhhhuuukk!!!. tolong aku !!" ayah mertua tiba- tiba terbatuk sambil memegangi tenggorkannya.
sontak aku dan ibu mertua kalang kabut. tak tau hars menolong ayah mertua dengan apa.
__ADS_1
"ternyata rania memang berniat meracuni kita !!"