
intan tertunduk tak berkutik, akunterus memindai dirinya dengan tatapan yang penuh emosi.
"pokoknya kalau kau tak mengembalikan kaling khaira dalam waktu 24 empat jam, aku akan melaporkan mu ke polisi. aku punya rekaman suara mu yang mengakui kalau kalung itu memang kamu yang mengambil" tegas ku sambil menunjuk wajahnya.
"bang.. bilang sama mantan istri mu, kalau aku calon istri mu nanti yang sudah ibumu pilihkan untuk mu. jadi aku berhak menikmati hasil jerih payah mu. dan juga, minta lah bagian harta mu. jangan mau merelakan apa yang sudah kamu hasilkan dengan susah payah, bisa-bisa dia dan selingkuhannya besar kepala." intan mulai mengdoktrin ahmad di hadapan ku. padahal ia bisa lansung bicara pada ku. tapi mengapa harus melalui ahmad ? sudah jelas suaranya yang berbicara masih bisa ku dengar. harusnya tak perlu memakai perantara. aku hanya tersenyum sinis pada ahmad. ia terlihat gusar, entah apa yang akan ia lakukan sekarang. tapi yang pasti ia tak akan berpihak pada ku.
"rania... aku.." ahmad tak mepanjutkan ucapannya.
"tenang ahmad, kamu tak perlu sungkan. aku akan mengembalikan semua hasil jerih payah mu. walau sebenarnya semua jelas di peruntukkan pada anak mu. tapi aku dengan senang hati mengembalikannya pada mu agar kamu dan calon istri pilihan ibu mu itu bisa hidup enak. dan ya, setelah aku kembalikan semuanya. ku harap kau tak menemui anak ku lagi. sebab kau tak pernah menafkahinya. berikan pada ku nomor rekening mu !"
"ma-maaf rania.. bukan begitu, aku juga butuh uang itu untuk modal usaha" ucapnya terbata sambil memberikan nomor rekeningnya. sebelumnya aku membuka aplikasi kalkulator di telephon pintar ku. setelah ku totalkan semua aku menunjukkan pada wajahnya apa yang tertulis di layar telephon pintar ku. ia hanya mengangguk. tapi lain reaksi dari intan wanita parasit itu. ia melongo dan menyimut lengan ahmad.
"hanya segitu ?? minta lah lebih banyak lagi" bisik intan pada ahmad yang suaranya masih bisa ku dengar walau samar.
"ckkkk... kau lihat ini ? kebersamaan kami selama delapan tahun sebulannya aku hanya di beri jatah uang sisa yang ia berikan pada ibunya sebanyak satu juta di kalikan sembilan puluh enam bulan sama dengan sembilan puluh enam bulan dan penghasilannya menjadi ojek online selama dua puluh empat hari selama satu bulan dan itu berjalan selama delapan belas bulan, empat ratus tiga puluh dua hari di kali dua ratus ribu hasilnya delapan puluh enam juta empat ratus. jadi total semua nafkah yang di beri hamad selama bersama ku hanya seratus depan puluh dua empat ratus ribu rupiah. jadi apa yang menjadi keberatan buat mu ?" ia menatap layar telephon pintar ku.
__ADS_1
"lalu bagai mana dengan mobil, motor, tanah dan rumah milik kalian ? aku tak percaya ahmad hanya menafkahimu dengan nilai segitu." cibirnya dengan wajah yang menjijikkan.
"hahahahhh... intan wanita pilihan mantan ibu mertua ku yang terhormat. tanyakan pada calon suami mu itu, benar atau tidak nafkah ku yang ia berikan. masalah hartaku yang kau sebutkan tadi. aku bekerja keras mendapatkannya. bukan mendapatkannya dari menghisap darah orang seperti lintah" tegas ku. "oh aku lupa, biaya mu selama dengan ku. mulai dari biaya rumah sakit mu sewaktu di tusuk oleh ibu mu dan biaya makan beserta keperluan mu. apa perlu aku potong ?" sinis ku pada ahmad yang sejak tadi hanya diam.
"sudah lah.. aku sudah berbaik hati mengembalikan uang mu sebanyak dua ratus lima juta. bahkan aku memberi lebih banyak dari yang kau berikan pada ku. sekarang pergilah.. urusan kita sudah selesai, antara aku dan kamu sudah selesai. begitu juga antara kamu dan anak-anak ku. jangan lupa, kembalikan kalung anak ku, aku tunggu." aku menyodorkan kembali layar hape ku pada ahmad di sana terdapat bukti transfer ku dengan nominal dua ratus lima juta sudah selesai. aku membukakan pintu ruangan rawat khaira dan mempersilahkan mereka pergi. tanpa ku minta kedua kalinya mereka melangkah pergi meninggalkan ruangan ini. setelah mereka tak terlihat baru lah air mata ku mengalir. sedari tadi aku menahannya agar tak tumpah. hati ku perih menerima hidup ku yang pahit. ternyata aku dan anak-anak ku memang tak bernilai di mata ahmad.
kondisi khaira makin membaik, hari ini kami sudah di perbolehkan pulang. setibanya kami di rumah ternyata gusti sudah di sana.
"hai keponakan ku. sudah sembuh belum ?" ucapnya ramah sambil mengelus pipi khaira dengan ibu jarinya.
"ran.. beberapa hari ini aku sering ke sini, tapi kata azra kamu lagi di rumah sakit. aku betah di sini main dengan bayi davin. menurutku bayi mu itu lucu." ia mulai mencairkan suasana.
"hmmm.. ya.. khaira haris di opname. jadi hanya aku yang bisa menjaganya di rumah sakit"
"ran.. apa kamu tak berniat rujuk lagi dengan ayahnya anak-anak?" aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya.
__ADS_1
"entah lah gus.. aku hanya ingin membesarkan anak-anak ku. dengan atau tanpa ahmad sekalipun, itu tak berpengaruh bagi ku."
"aku tau kamu wanita yang kuat.. aku kini saudara mu ran. jangan pernah ragu untuk minta bantuan pada ku." ia melirik jam yang bertengger di pergelangan tangannya. "azra apa boleh libur bekerja hari ini ran ?" aku yang mendengarkannya menyipitkan mata kearahnya. setelahnya aku mengangkat alis sebelah kanan ku tinggi-tinggi.
"aku nggak salah dengar nih ?"
"aku cuma nanya loh ran. semalam dia bilang mau ziarah ke makam orang tuanya. jadi aku menawarkan diri mengantarnya. kalau ia libur hari ini, kami akan berangkat sekarang."
"tentu boleh, aku tak pernah terlalu menekan pekerja ku gus.."
"iya loh bang, kak rania orang paling baik di dunia yang masih ku punya" sahut azra yang mendekat sambil menenteng tas kecil di tangannya.
"kak, aku kangen banget sama kedua orang tua ku. jadi aku ingin melihat makam mereka. maaf ya kak, aku nggak bilang dulu sama kakak kalau sku minya libur hari ini."
"berangkat gih sana.. pulangnya jangan kemalaman ya. ingat.. jangan percaya mulut manis laki-laki. tak ada **** sebelum menikah. tak perlu sungkan pada ku ra.." gusti yang mendengar ucapan ku tersenyum simpul sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
ku harap gusti benar-benar sudah melupakan ku. aku juga ikut bahagia jika suatu waktu nanti gusti dan azra menjadi pasangan suami istri.