Prasangka Buruk Ibu Mertuaku

Prasangka Buruk Ibu Mertuaku
bab 33


__ADS_3

POV kobar.


"hahhhh kamu ??" aku kaget saat mendapati pengendara mobil yang ada di sebelah ku adalah Rania. ketika lampu beganti menjadi hijau aku lansung tancap gas. lebih baik aku cepat- cepat menghilangkan jejak dari pada Rania nantinya bertanya hal yang macam- macam pada ku. jika aku tau itu mobil Rania sudah pasti aku tak akan memilih berhenti di sebelah mobilnya. mungkin mobil itu baru di belinya, hingga aku tak mengetahui kalau Rania dan Ahmad kini punya mobil sebagus itu.


30 menit kemudian aku sampai pada sebuah hotel tujuan ku. aku kemari ingin memadu kasih dengan orang yang tadi ku bonceng. ya, ini kerja sampingan ku. aku menjajakan diri jadi pemuas nafsu bagi yang haus akan belaian. tak peduli jika yang mengorderku adalah lelaki atau perempuan. yang penting aku di bayar sesuai harga yang ku minta. seperti sekarang, aku mendapatkan pelanggan seorang laki- laki. tentunya aku akan memuaskannya walau dalam istilah jeruk makan jeruk. kerja sampingan ojek online ku kini tak bisa di harapkan. terlalu banyak persaingan karena perusahaan ojek online ini terus merekrut driver besar- besaran. alhasil driver membludak dan customer tak bertambah. tuntutan kasi yang membuat ku kehilangan akal lah yang membuat ku harus banting setir menjajakan diri seperti ini. ibu ku sudah tak bisa di mintai uang lagi. aku juga memakluminya. sebab ibu sudah tak punya usaha dan penghasilan lain selain gaji ayah ku.

__ADS_1


melihat mobil yang di pakai oleh Rania tadi, bisa aku bilang jika hidup mereka kini sudah serba berkecukupan. apa lagi yang ku dengar dari ibu kalau mereka juga baru saja membeli tanah dengan harga yang lumayan. tapi sedikitpun mereka mau berbagi untuk kami saudaranya. ada sedikit kecil hati saat mendapati mereka kini hidup enak. sebab walau bagai mana pun kami adalah keluarganya yang wajib ia bantu. begitu lah manusia. saat ia kini di atas, ia tak akan mau melihat kami yang berada di bawahnya. wajar saja ibu sampai punya niat ingin melenyapkan Rania. ibu pasti geram melihat uang mereka yang bergepok- gepok. tapi ketika di minta selalu bilang tak punya duit dan bla bla blaaaa..


bodohnya ibuku ia tak melihat sasarannya hingga yang kena Hujaman pisaunya saat itu adalah Ahmad adik ku. tak satu pun dari kami yang menjenguk Ahmad. sebab kami takut terseret kasus ibu ku. aku tau watak Rania, dia pasti membawa kasus ini ke pihak berwajib.


setelah selesai memberi pelayanan pada pelanggan ku. aku mengetik pesan untuk Rania.

__ADS_1


tring..


tak menunggu lama pesan ku sudah ia balas..


[bodo amat !! itu urusan mu. urus saja rumah tangga masing- masing.. !!]

__ADS_1


argggghhh.. aku sangat kesal melihat balasannya. ia memang tak pernah menghargai aku sebagai saudara suaminya. aku juga harus merahasiakan kalau mereka sudah punya mobil pada kasi. sebab jika sampai ia tau bisa mati aku ia suruh cari uang buat beli mobil secepatnya. ia menuntut ku untuk bawa duit untuk salon dan scincare saja sudah membuat ku menyimpang. apalagi jika nanti dia menuntut ingin punya mobil yang harganya persis seperti mobil Rania. bisa- bisa gantung diri aku. jual ginjal pun belum tentu mencukupi untuk beli mobil seperti itu.


'awas kau Rania.. aku pasti akan membuat mu menangis darah atas kesombongan mu itu' rutuk batin ku.


__ADS_2