Prasangka Buruk Ibu Mertuaku

Prasangka Buruk Ibu Mertuaku
bab 31


__ADS_3

gubrakkkkk...


"wah wah wahhhhh.. jangan bodoh kau Ahmad. jangan merendah kan harga dirimu di hadapan wanita songong itu !!" tiba- tiba saja ibu mertua ku datang memaksa masuk ke kamar kami dan ia melihat semua usaha suami ku untuk mendapatkan maaf dari ku. dari sorot matanya kelihatan kalau ia kini sedang sangat emosi. ia sampai menunjuk wajah ku.


"i- ibu mau apa kemari ??" suami ku bangkit dan mencoba mendorong tubuh ibunya agar keluar dari kamar kami.


"biar kan aku tetap di sini Ahmad. aku mau lihat seburuk apa kamu di perlakukan di rumah ini" bukannya menjawab suami ku ia malah berkoar seakan- akan tindakannya itu paling benar.


"sudah lah Bu. jangan memperburuk keadaan ku. mari kita keluar dari sini.." lagi suami ku ingin membawa ibunya keluar. tapi tangannya di hempas kan oleh ibu mertua ku.

__ADS_1


"dasar bodoh.. !! aku ada di pihak mu. mari kita buat wanita itu sadar akan derajatnya yang tak lebih dari sampah busuk!!"


hah.. ia seolah- olah makin memanasi keadaan. aku bangkit dari duduk ku dan ku hampiri ia yang berapi- api menghina ku.


"woowww.. ternyata begini nyali kalian ?? beraninya main keroyokan. sini satu lawan satu. aku muak dengan kalian !!" aku yang di tutupi kabut kemarahan pun menantang wanita yang sudah melahirkan suami ku. ibarat kata pepatah dia jual aku bisa beli.


suami ku yang melihat aku makin mendekat ke arah ibunya mulai gelagapan seperti takut terjadi baku hantam antara aku dan ibunya. benar saja. yang namanya wanita pemuja iblis sudah tentu ia sangat licik. ternyata dari balik tasnya ia sudah menggenggam sebilah pisau. suami ku yang sadar akan maksud ibu mertua ku lansung memeluk ku ketika ibunya menghujamkan pisaunya. dannnn.. suami ku roboh di lantai.


tak lama ambulans pun datang. tubuh suami ku di bawa ke rumah sakit terdekat. selama 3 jam suami ku mendapat penanganan dari dokter. aku hanya bisa duduk di lantai ruang operasi sambil memeluk kedua lutut ku. dalam hati selalu ku rafalkan doa- doa untuk keselamatannya.

__ADS_1


'ya Allah.. selamat kan suami ku. hanya dia satu- satunya orang yang menyayangi aku' lirih batin ku yang di iringi hujan air mata di pipi ku.


tak lama pintu ruangan itu pun terbuka. dengan tergopoh aku menghampiri dokter untuk menanyakan keadaan suami ku.


Alhamdulillah.. syukur atas kehadiran sang pencipta. suami ku sudah melewati masa kritisnya dan kini hanya belum sadar karena masih di bawah pengaruh obat bius.


aku menyiapkan semua kebutuhan suami ku yang sudah di pindahkan ke ruang opname. tak sedetik pun aku terlelap, aku takut suami ku bangun dan membutuhkan sesuatu.


ku sandar kan tubuh ku pada sandaran kursi yang di khusus kan bagi penjaga orang yang di opname. tak ada rasa lega di hati ku, sebab suami ku belum juga menunjukkan tanda- tanda ia akan membuka matanya. hingga sayup- sayup terdengar suara adzan shalat isya yang menelusup ke dalam pendengaran. aku beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. aku berniat melaksanakan shalat di ruangan suami ku di rawat saja.

__ADS_1


"rr- raniaa.. raania"


__ADS_2