Prasangka Buruk Ibu Mertuaku

Prasangka Buruk Ibu Mertuaku
bab 35


__ADS_3

astagfirullah.. ucap ku saat mendengar ucapan ibunya yang meminta belikan mobil pada suami ku. apa ia pikir beli mobil itu seperti beli kacang goreng ??


"maaf Bu. aku nggak bisa " ucap suami ku menolak permintaan ibunya.


"loh.. kamu kok gitu sih nak.. ibu kan juga pengen ngerasai uang hasil jerih payah kamu. masak ibu minta beli kan mobil aja kamu nolak. sementara istri kamu bisa kamu kasih mobil, mana mobilnya yang harga mahal lagi" wahhhh sepertinya ia makin melancarkan aksinya.


"Bu.. mobil itu dari ayah Rania.. bukan aku yang beli. aku mana mampu Bu.."


"halllaaahhhh.. kalau mau ngarang itu kamu mikir- mikir Napa. mana mungkin ayah Rania ngasih mobil. orang dia aja benci sampai mati sama Rania. alasan aja kamu !!"


"itu memang dari ayahnya Bu. aku pun kaget tiba- tiba ayah Rania datang ke rumah kami menginap dua hari dan membelikan Rania mobil itu"

__ADS_1


"ga usah belok sana belok sini kalau buat alasan. manusia kayak keluarga dia itu nggak akan pernah mau menyingkirkan egonya. buktinya istri mu itu di buang nggak di anggap anak"


"sini hp nya yah" aku merebut hp dari tangan suami ku dan memutuskan telepon ibunya itu.


"nggak usah di ladeni. semakin di biarin semakin di hina orang tua ku" aku menimpali sambil menghempaskan tubuhku duduk di sebelahnya. suami ku hanya membalas dengan sedikit senyuman dan anggukan kepala.


tring..


[percuma aku susah payah mencarikan mu kerja. toh sekarang istri mu yang hidup enak atas gaji mu. bilang sama istri mu. kalau dia mau menguasai seluruh gajimu suruh dia Carikan kerja untuk mu. jangan mau enak aja atas gajimu yang aku perjuangkan susah payah untuk mendapatkan pekerjaan mu itu. kamu tau kan kalau aku yang ngantar kamu hujan- hujanan naik motor buat interview ?? jangan sok lupa kamu !!!]


"pesan dari siapa Bun ??" ternyata suami ku juga penasaran.

__ADS_1


"baca sendiri aja yah ." aku menyodorkan hpnya pada suami ku.


"jangan di ambil hati ya Bun. biar aja ibu mau berkata seperti apa. yang penting sekarang ayah nggak akan lagi ngasih uang bulanan sama dia" suami ku berucap setelah ia membaca hingga selesai pesan yang di kirim ibunya.


"tapi yah.... ya sudah, nggak usah di bahas lagi. nanti kita cari kerjaan ayah lagi ya sayang. biar nggak ada ungkitan lagi"


"bagai mana baiknya menurut ibun aja. ayah ikut- ikut aja kok.." ia membawaku ke dalam pelukannya. aku senang kini ia tak terlalu perduli dengan keluarganya. bukan aku ingin ia melupakan atau durhaka terhadap keluarganya. tapi aku rasanya belum bisa berdamai dengan sikap mereka. apalagi tadi ibunya terang- terangan mengungkit masalah pekerjaan. jauh dalam hati ku merasa ia tak sadar diri. lebih dari separuh dari jumlah gaji suami ku di potong untuk cicilan bank yang di peruntukkan merenovasi rumah yang kini jadi kebanggaan ibunya. belum lagi ia minta uang bulanan dan ini itunya. terkadang gaji suami ku tak ku terima sama sekali.


"hufffftttttt..." ku buang nafas kasar agar ada sedikit kelegaan di hati ini.


"masih sempat- sempatnya bermesraan ya kalian ??"

__ADS_1


__ADS_2