Prasangka Buruk Ibu Mertuaku

Prasangka Buruk Ibu Mertuaku
40. ide gila


__ADS_3

aku mengerjapkan mata saat ku rasakan kesadaran ku kembali pulih. ku lihat di sekeliling tempat ku berada sangat kotor dan juga sepi.


"aduhhh.." tengkuk ku terasa berdenyut karena bekas pukulan benda tumpul tadi. sialnya bahkan untuk memijit sedikit di area yang sakit saja aku tak bisa. sebab tangan ku dalam keadaan terikat kebelakang. demi allah.. rasanya aku akan sangat membenci pelakunya ini.


beberapa saat hening, tak ada yang bisa aku lakukan selain berusaha melepaskan ikatan di tangan ku. tapi sepertinya akan sia-sia. sebab yang ku rasakan ikatan itu sangat kuat.


krett...


terdengar suara pintu tempat ku sekarang di buka. ku pandangi wajah yang datang mendekati ku itu. mata ku seakan ingin lompat dari tempatnya saat pandangan ku mulai dapat melihat dengan jelas wajahnya.


"gustiii ??" rasa kaget dan rasa benci kini sudah menjadi satu di benakku.


"hai rania.. masih ingat aku kan ?? cinta pertama mu." ia mendekatkan wajahnya ke wajah ku.


"menjauh kau bedebah !!" hardik ku.


"hahahaaaaaa..." ia tertawa dengan lantang seolah-olah ucapan ku adalah suatu hal yang lucu sehingga urat ketawanya terasa tercolok oleh itu.


"raniaaa... raniaaaaa.. sudah lah. mari ikut dengan ku. aku akan membahagiakan mu. bukan hanya aku, ibu dan saudara-saudara ku juga sangat menyayangi mu. kau pasti akan bahagia dengan ku tanpa pernah di rendahkan oleh keluarga ku." ia berucap sambil menarik kursi dan duduk di hadapan ku.


aku heran dari mana ia tau tentang masa-masa sulit yang ku lalui. mendengar ucapannya aku hanya bisa tertunduk lesu dan tetap tak bergeming.


"lihat aku rania.. aku yakin hingga saat ini pun aku masih ada di dalam hati mu" ia meraih dagu ku dengan jari telunjuknya agar aku mengakat wajah ku dan memandanginya.


"jangan gila gus.. kamu sendiri yang sudah mengakhiri hubungan kita dengan menghamili ponakan ku sendiri.." lirih ku.


"raniaaa.. bisakah kau tidak mengingatkan ku pada wanita murahan itu ?" wajah gusti terlihat menahan amarahnya. hingga terlihat dari rahangnya yang mengeras.

__ADS_1


"murahan kau bilang ?, suami macam apa yang tega mengatakan istrinya murahan" ledekku lagi.


"raniaaa!!!" aku terkejut karena suara gusti yang meninggi. "apa kau tak mengerti bahasa ku ? perempuan itu adalah pelacur. bahkan anak yang ia klaim sebagai darah daging ku itu ternyata bukan darah daging ku"


mataku melotot saat mendengar ucapan gusti. ya allah.. apa benar keponakan ku serendah itu ??


lama kami saling diam. aku tak tau harus menanggapi seperti apa.


kreett..


suara pintu terdengar lagi. aku semakin terperangah saat melihat sosok yang kini mendekat ke arah ku dari balik pintu yang tadi di buka.


"i-ibbbuu.." ucap ku terbata.


"hallo rania.. bagai mana rasanya ? nikmat bukan ?" ibu mertuaku itu berkata dengan suara dan mimik wajah yang sangat centil dan seperti di buat-buat.


"jangan mengelak lagi rania. apa kamu lupa bagai mana rasanya di gagahi mantan kekasih mu ?"


"jangan mengada-ada bu. aku tak sepicik itu dan tak pernah melakukan hal itu selain dengan anak mu"


"lihat ini !!!" ia menyodorkan layar benda pipihnya ke wajah ku. seketika mataku membeliak melihat foto-foto yang ia tunjukkan pada ku.


"tidak mungkin... ini pasti salah.. aku tak merasakan apa-apa ketika aku pingsan tadi" aku berusaha menepis kenyataan yang menurutku tak masuk di akal. aku membuang pandangan ku ke arah gusti. tapi ia tetap bergeming.


"hahaahaaaa.. jelas kau tak merasakan apa-apa. karena memang mantan mu itu tak benar-benar menggagahimu. kami hanya sedikit bermain-main dengan mu!"


"dasar perempuan piciiikkk !!" hardik ku.

__ADS_1


plaaakkkk...


sekejapata pipiku rasanya ngilu dan panas akibat di tampar oleh mak lampir itu.


"kau akan memohon kepada perempuan picik ini rania.. kau lihat saja, ahmad pasti membuang mu setelah ini. selamat menikmati kehancuran mu rania..!!" perempuan yang umurnya setengah abad itu pun berlalu meninggalkan ruangan tempat ku di sekap.


"puas kau gus ?? apa ini yang kau mau ? apa kehancuran ku yang membuat mu bahagia ?" aku menggelontorkan segala sakit hatiku sambil terbata seiring melelehnya air mata di pipi ku. gusti menatap ku dengan lekat. kali ini di wajahnya tak terlihat lagi gurat amarah.


"rania.. maafkan aku, ini ide ibu mertua mu. aku yang sangat menginginkan mu kembali pada ku lansung menyetujuinya. sebab aku sangat mencintai mu.." gusti mendekat dan memilih duduk di sebelah ku.


"aku tak melecehkan mu lebih dari yang terlihat di foto tadi rania, walau ku akui aku sangat menginginkan tubuhmu saat beradegan foto tadi. tapi itu tak ku lakukan. sebab aku ingin mendapatkan mu atas izin mu pula" ia kembali menimpali.


"pergilah gus.. aku tak menginginkan apapun selain hanya bisa hidup tenang dengan anak dan suami ku!!!" raung ku.


"tolong lah rania.. lihat aku sebentar saja. ku akui aku memang bejat. tapi walau pun aku bejat yang suka menikmati tubuh wanita yang ku iming-imingi cinta, aku tak pernah merusak mu. sebab aku sangat mencintai mu. aku ingin melindungi mu dan mendapatkan mu dalam keadaan terhormat" ia berucap dengan suara bergetar. sebab di pipinya pun sudah di aliri air matanya.


"aku tak sudi gus.. aku jijik, membayangkan mu menikmati mereka yang dengan sukarela memberimu kehormatan mereka saja rasanya dunia ku terasa hancur. tolong lah.. aku tak punya rasa apa-apa terhadap mu gus" aku semakin terisak karena kembali mengenang rasa sakit saat di selingkuhi gusti hingga berkali-kali.


"tidak rania.. mereka sudah tidak perawan lagi. aku bukan yang pertama menjamah tubuh mereka..."


"tapi tetap saja kau menikmatinya !!!!!!" aku lansung meninggikan suara ku walau gusti belum menyelesaikan ucapannya.


kami terdiam dengan terbawa oleh pikiran masing-masing.


"baik lah rania.. jika kau tak ingin ku raih kembali, aku tak bisa memaksamu. aku sangat mencintai mu. aku pikir dengan keegoisan ku aku bisa meraih mu lagi." gusti berucap sambil melepaskan ikatan tangan dan kaki ku. setelah terlepas aku lansung berdiri dan berniat pergi dari ruangan itu. namun ketika hedak mencapai pintu tubuhku limbung.. rasanya aku sangat lemas dan pusing. ketika aku akan terjatuh gusti dengan sigap menangkap tubuhku agar tak terjatuh.


krakkkk..

__ADS_1


tiba-tiba saja pintu yang letaknya di hadapan ku terbuka.. yaa pintu itu di buka oleh seseorang yang sangat aku kenal.


__ADS_2