Prasangka Buruk Ibu Mertuaku

Prasangka Buruk Ibu Mertuaku
22. pembalasan


__ADS_3

pov bu aidar.


"ya allah, kenapa hidup serasa di neraka dunia ??" aku tak dapat membendung keterkejutan ku saat melihat video yang di putar mayana di hp nya. di sana aku melihat orang tua rania membakar semua tentang rania. bahkan berkas- berkas penting rania juga ia bakar. ijazah dari ia sekolah dasar sampai lah ijazahnya sarjana habis berubah jadi abu, pun tidak ketinggalan akte kelahirannya pun tak bersisa sedikit pun. aku merasa tak percaya saja bagai mana ada orang tua yang kejam seperti itu. apakah dengan memilih ahmad sebagai suaminya adalah kesalahan besar bagi mereka ?? apa mereka tak memikirkan bagai mana dampaknya bagi rania yang kini sama sekali tak punya pengenal diri ??.


"biar jadi gembel ia di luar sana. dia pikir dengan tak memiliki ini semua bisa membuat hidupnya tenang, kita lihat saja apakah keluarga lintah penghisap darah itu masih baik- baik saja terhadapnya setelah mereka tau kalau rania bukan siapa- siapa kita lagi dan memiliki apa- apa lagi" dengan sombongnya ayah rania berucap sambil beracak pinggang setelah ia merasa puas membakar semua tentang rania. hebat sekali dia mengatai keluarga ku lintah.


mayana kembali menyodorkan hp nya pada ku. kali ini bukan video yang akan ia perlihatkan pada ku. melain kan rekaman suara .

__ADS_1


"biarkan saja ia lari mengejar laki- laki sampah itu. dalam 2 hari kedepan ia pasti akan memohon di kaki ku agar di terima lagi di rumah ini. bisa apa ia tanpa kemewahan yang ku berikan. bahkan mereka bersikap manis padanya pasti cuma karena ingin menumpang hidup enak atas harta ku. anaknya yang hanya preman terminal itu pasti akan memanfaat kan kemewahan rania agar dia bisa terus menyabu tanpa susah- susah malakin orang- orang lagi. keluarga sampah. berani sekali mereka meracuni pikiran rania !!" yaa suara laki- laki itu lagi yang terdengar di sini. itu pasti ayah rania. kenapa ia mudah sekali menghina keluarga ku ??


duuuuaaarrr !!!!


kepala ku serasa meledak. aku terbakar emosi, rania yang aku pikir akan bisa membantu perekonomian kami. ternyata kini ia tak memiliki apa- apa. hancur sudah semua impian ku.. bahkan yang lebih sakitnya aku jarus mendengar keluarga ku di hina oleh orang tuanya. dia pikir siapa dia ? ku pasti kan anaknya akan menangis darah hidup di sini.


aku tak peduli akan jadi omongan orang. yang terbersit di pikiran ku hanya bagai mana hati ku ini bisa puas membalas semua hinaan ayah rania ke pada ku dan keluarga. nasib ku yang malang, semua menantu ku tak bisa menjadi penolong. yang ada hanya tambahan beban untuk ku. sudah bisa di bayang kan setelah ini pasti rania dan rumah tangganya juga akan menjadi tanggung jawab ku. belum lagi dia nantinya akan memiliki anak. sudah pasti ini itu akan meminta pada ku. aku bisa yakin, karena aku tau separuh gaji ahmad sudah terpakai untuk cicilan bank yang di gunakan untuk renovasi rumah ku. orang tuanya bilang anak ku sampah. padahal anaknya lah yang sampah, sudah tak punya apa- apa. cuma bisa menumpang hidup pada anak ku.

__ADS_1


aku juga tak peduli rania dan ahmad akan tinggal di mana. yang pasti mereka harus hambus jauh- jauh dari hidup ku.


plaaakkkk...


"aihhhh berani sekali kau" aku menghardik suami ku yang dengan tega menapar pipi ku.


"sudah tua, tapi kelakuan mu sama saja kayak anak kemarin sore" tegasnya padaku.

__ADS_1


'huuuhhh dasar rania. gara- gara kamu suami ku sampai menampar ku !!, awas saja kau !!' aku membatin sambil meringis memegang pipi ku yang terasa panas karena di tampar tadi.


__ADS_2