Prasangka Buruk Ibu Mertuaku

Prasangka Buruk Ibu Mertuaku
23. pilu


__ADS_3

Kletengg..


paaarrrrrr..


aku kaget saat mendengar seperti ada kaca yang di lempar dengan benda keras. aku melihat sekeliling rumah yang terdapat jendela kaca. namun tak terjadi apa- apa.


aku melangkah menuju teras di samping rumah..


"astagfirullah.. ya allah.." aku memegang dadaku yang terasa sesak melihat etalase jualan ku hancur lebur terkena lemparan batu berukuran besar.


"siapa yang lempar etalasenya bun ??" ucap suami ku yang tak kalah terkejutnya dengan ku.


"entah lah yah. yang pasti itu orang benar- benar nggak punya hati !!" aku menyeka air mataku dan memulai membersihkan pecahan beling yang berserakan.


baru saja ku mulai usahaku, tapi sudah mendapat cobaan seperti ini. aku berdoa semoga pelakunya mendapat ganjaran dari sang pencipta. aku boleh bersedih, tapi tak boleh mengupat akan cobaan yang sedang ku hadapi. baik atau pun buruk perilaku kita semasa hidup sudah pasti kelak akan mendapat ganjarannya.

__ADS_1


☆☆☆☆


hari ini aku tetap berjualan. walau tanpa etalase aku masih bisa berjualan dengan menghunakan dapur rumah ini sebagai tempat proses memasak atau menyimpan bahan baku. sementara di teras samping aku memasang spanduk yang bertuliskan menu jualan ku beserta kursi dan meja yang ku tata sedeikian rupa, aku juga menyediakan tempat duduk lesehan beserta view yang bisa di gukan untuk berswafoto. jika pelaku perusakan itu punya satu cara untuk merusak usaha ku. maka aku punya seribu cara untuk bangkit.


bertepatan dengan hari weekend tempat jualan ku di penuhi oleh pengunjung. aku mengabadikannya melalui siaran lansung yang ku beri caption "alhamdulillah.. terimakasih bagi yang telah menghancurkan etalase ku. berkat mu usaha ku jadi lebih menarik dan di kunjungi banyak orang" ya, aku sengaja mengabadikannya. sebab dari kejadian itu aku sempat mencurigai seseorang. tapi aku tak bisa sembarang menuduh. sebab aku tak memiliki bukti. bisa- bisa aku di kasuskan dengan tuduhan pencemaran nama baik.


bak sedang melempar umpan, target ku lansung menyambutnya.


'kenak kau!!!' batin ku sambil tersenyum smirk.


~flash back on~


hari itu setelah mendapat izin suami ku aku dan khaira menaiki taksi online menuju pusat perbelanjaan. selang 45 menit taksi online yang kami tumpangi tiba di sebuah mall di kota ini. tujuan ku kemari ialah membeli beberapa perlengkapan khaira dan juga membawanya untuk ke wahana permainan. suami ku lansung memberikan izin karena ia tau belakangan ini ia tak lagu punya banyak waktu untuk membawa aku dan khaira keluar atau hanya sekedar refreshing. waktunya ia gunakan bekerja dan menjadi driver ojek online. fokus utamAnya kini hanya ingin aku dan anak ku punya uang dan juga tabungan.


setelah membeli semua perlengkapan khaira kami menghabiskan waktu mengisi perut dulu di salah satu otlet makanan cepat saji yang juga terlrtak di mall itu. setelah mendapatkan pesanan ku aku menuju tempat duduk yang masih kosong. perlahan ku pindahkan makanan itu ke dalam perut ku dan sesekali menyuapi khaira agar ia juga ikut makan.

__ADS_1


"terlalu mudah bagi kita buat menyingkirkan rania melalui ibu mertua kita. melihat ia di hina dan juga slalu di salah kan, berasa sedang menang undian loh !!"


degghhhhh..


itu suara mayana. ya, aku sangat familiar dengan suara itu. suaranya terdengar dari meja paling sudut di belakang ku. aku tak mau menoleh. takut kalau ia menyadari kehadiran ku di sini. gegas aku mengeluarkan hp ku dari tas yang ku bawa. aku pura- pura sedang becermin pada layar hp itu. tapi sebenarnya aku ingin memastikan itu mayanan atau bukan. dan aku juga penasaran dengan siapa ia berbicara.


'hooooo.. ternyata kedua menantu kesayangan ibu mertua ku sedang menikmati kemenagannya'. batin ku.


di layar hp ku lihat orang yang sedang bersama mayana itu adalah kasi. walau mereka membelakangi ku. tapi aku yakin itu mayana dan kasi. mayana dengan ukuran tubuh over sizenya dengan rambut di cepol dan kasi kulit hitam dan juga rambut di atas bahu yang selalu ia gerai.


"iyaaaaa.. itu bukan kerja keras mu sendiri may. itu juga berkat ku. coba kalau aku tak meminta bantuan bibi ku buat jampi- jampi ibu mertua kita. hemmmm aku yakin, hingga saat ini rania tetap jadi ratu!!!". terdengar kasi sedang menyombongkan diri.


what ?? ternyata ada campur tangan dukun di sini.


~flash back off~

__ADS_1


__ADS_2