PRESDIR MENCINTAKU DENGAN KELEMBUTAN

PRESDIR MENCINTAKU DENGAN KELEMBUTAN
BALAS DENDAM ALEX


__ADS_3

Ibu calon mertua tak menghentikan penjelajahannya hanya di toko baju. Kemudian dia berpindah ke toko sepatu, tas, aksesoris dan apapun yang menurutnya pantas dipakai oleh Nayra, " Mah, sudah. Ini  terlalu banyak untukku. Bukannya aku kesini untuk menemani mama berbelanja!” Nayra sudah mulai kelelahan mengikuti ibu calon mertuanya itu.


"Ini belum apa-apa, sayang. Besok  kita belanja lagi. Minta  cuti dengan Alex. Iya kan, Lex, Nay bisa cuti?” Alex menjawabnya dengan acungan jempol. Nayra berbalik badan dan mendelikkan matanya. Alex hanya tersenyum dengan puas.


"Kalau semalam kau izinkan aku memakan-mu.  Ini semua  tidak akan terjadi, sayang. Harusnya, kalau aku meminta makan, kau sebagai istri yang baik dengan senang hati memberikan suami-mu makanan," bisik Alex ditelinga  Nayra.


"Ma-maksud-mu? Ka-kau sengaja menjebakku?" Nayra memalingkan wajahnya menatap Alex.


"Ternyata, sayangku pintar juga yaa!" Alex menarik hidung dan mengelus rambutnya.


Huh, laki-laki ini ternyata pedendam. Rupanya dia sedang balas dendam padaku. Harusnya aku sadar sejak awal saat dia mengajakku ke rumah orang tuannya.


Sebentar lagi malam. Namun, belum ada tanda-tanda berhenti berpetualang dari ibu calon mertuanya itu. Nayra hanya bisa pasrah menurutinya, hingga ibu calon mertuannya itu bosan sendiri.


Alex mengantarkan gadisnya pulang diikuti empat mobil dibelakangnya. Nayra tak menyangka semua belanjaan yang dipilih ibu calon mertuannya akan sebanyak itu. Dan apartemennya dipenuhi oleh barang-barang itu.


"Kau, sungguh tega, Lex. Kakiku sakit semua tahu!" Nayra memukuli dada kekasihnya. Dia hampir menangis karena kesal dan kakinya lecet.

__ADS_1


"Apanya yang tega sayang? Aku ini sangat menyayangimu. Coba saja kau semalam menurutiku, aku bisa memberikan alasan, kau sedang kelelahan karena melayaniku!” cetusnya. Alex masih ngambek atas permintaan yang tak dituruti kekasihnya itu.


"Astaga, bisa-bisanya disaat seperti ini kau tetap melancarkan balas dendammu itu. Alasan menyayangiku, tapi kau gunakan tameng ibumu itu!” sahut Nayra ketus.


"Dengarkan aku, sayang. Aku itu sangat mencintai-mu. Aku  tidak ingin jauh dari-mu, Nay. Jadi, aku mohon buka-lah hatimu sepenuhnya padaku. Percaya padaku. Apapun yang akan kulakuan padamu, seribu persen aku pasti bertanggung jawab, itu janjiku!" Alex menyentuh wajah gadisnya. Meyakinkan  hatinya. Sepenuh hati agar dia tak pernah ragu untuk jatuh cinta padanya.


"Tapi, Lex ...,"


"Aku tahu apa yang kau pikirkan. Kumohon  buang jauh semuanya, Nay. Aku mencintai-mu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku ingin menikah dengan-mu, dan hati-ku ini sepenuhnya hanya untukmu. Hanya kamu seorang yang ada di hatiku!"


Nayra tertegun  dengan pengakuan cintanya. Berulang kali, dia tanpa bosan menyakinkan hatinya. Membuat air matanya berderai begitu saja.


"Kalau kau masih meragukan semua ketulusan-ku. Aku  bersedia memberikan nyawaku, untukmu,  Nay!"  Nayra kembali menangis. Memeluk  tubuh kekasihnya dengan erat.


"Maaf, maafkan aku, Lex. Aku percaya pada-mu. Tolong  jangan ucapkan hal yang menakutkan seperti itu. Jangan bermain dengan sebuah nyawa walaupun itu gurawan. Aku benar-benar mencintaimu, Lex!" tangisnya kembali


pecah dalam pelukannya. Dia  memeluk tubuh kekasihnya dengan erat.

__ADS_1


“Aku mohon jangan menangis lagi, Nay. Hatiku sakit melihatmu seperti ini. Maafkan aku sayang!” Alex meminta maaf. Dia mengusap air mata gadisnya.


Dia tak bermaksud membuat hati gadisnya menangis. Dia hanya ingin gadis itu menerima dan membuka hatinya.


Tuhan, terima kasih kau telah menghadirkan dia. Dia  yang begitu tulus mencintaiku. Tanpa Pamrih. Aku berjanji


akan selalu menjaga semua ketulusan cinta yang dia berikan kepadaku.


***


Dua tahun berlalu begitu cepat. Nayra begitu bahagia mendapatkan kekasih seperti Alex. Dia selalu mengerti dan memanjaknya seperti ratu. Alex masih dengan sabar menunggunya. Agar hati gadisnya menjadi miliknya.


Hari ini Alex diam-diam pergi ke toko perhiasan. Dia ingin membelikan gadisnya cincin. Ini hari yang sangat spesial baginya.


Bruuk! Alex yang tak memperhatikan jalan saat keluar toko menabrak seseorang, "Maaf, maaf. Biar  saya bantu!" suara seorang wanita yang menabraknya. Berjongkok dan membantu barang belanjaan yang Alex jatuhkan.


Alex tak memperhatikannya. Dia hanya memunguti barangnya yang jatuh, "Alex? Kamu, Alex kan?" wanita tadi mengenalinya. Alex berdiri, menatap orang dihadapannya. Pupil matanya membulat, kaget.

__ADS_1


"Lana?"


"Iya, aku, Lana!" wanita tadi langsung memeluknya.


__ADS_2