
"Apa kabar, Lex. Aku kangen sekali. Aku sempat menelpon ke rumahmu, mereka bilang kamu tidak tinggal disana. Suprise banget, aku malah ketemu kamu disini. Ngomong-ngomong kamu dari mana? Habis belanja yaa? Kamu belanja apa?” Lana tak berhenti menghujaninya dengan pertanyaan. Wajah bahagianya bertemu Alex tak bisa dia sembunyikan.
"Wait, wait, stop! Kapan kamu datang?" Alex menatapnya tajam.
"Dua hari yang lalu, kenapa?" mencoba memegang tangannya. Namun, Alex segera menepisnya.
"Tidak apa-apa, sudah ya. Permisi!" Alex melewatinya acuh membawa belanjaannya.
"Hei, kamu mau kemana, Lex?” Lana mengekorinya, seolah tak mau melepaskan buruan yang sudah ditemukannya.
"Pulang!" sahutnya tak menoleh sedikitpun.
"Waaahh, kebetulan banget dong, aku ikut ya. Aku ingin tahu kamu tinggal di mana." Alex menghentikan langkahnya.
"Sorry, apa kau bilang barusan?" sahutnya datar dan dingin. Haduhh, dia masih saja belum berubah. Ketus dan dingin terhadap wanita. Ini yang membuatku selalu penasaran untuk menaklukan hatinya.
"Iya, aku ikut kamu pulang, boleh ya?" tatapannya penuh pemaksaan. Benar-benar tak akan melepaskan Alex begitu saja.
__ADS_1
"Di tempatku, sedang banyak teman-teman, lain kali saja!" Alex beralasan untuk menolaknya yang terus mengekor.
Dia tahu, gadis itu pasti tidak akan melepaskannya begitu saja. Alex tidak ingin rencana yang sudah dia buat barusan berantakan karenanya.
"Kebetulan banget dong! Aku kan bisa kenal dengan temanmu yang disini. Semenjak kamu ninggalin London, aku kesepian. Aku terus mencari kamu. Mereka billang kamu balik Jakarta, makanya aku susul kamu kesini. Kamu, senang kan, Lex? Aku sekarang sudah disini. Aku janji tidak akan sibuk lagi. Aku sudah putuskan semua kontrakku.
Aku berniat mencari pekerjaan disini. Mungkin juga aku bisa membantu di perusahaanmu. Please, Lex, lagipula aku lagi tidak bawa mobil. Sekalian nebeng, pulangnya kamu anterin aku. Kita kan sudah lama tak bertemu atau kalau tidak aku akan menghabiskan malam ini bersama denganmu!” Lana tidak berhenti berbicara. Dia tak melewatkan sedikitpun kesempatan. Mencari celah meyakinkannya.
Jika dia terus menolak, entah jurus apalagi yang akan Lana keluarkan. Dengan terpaksa Alex membawanya.
***
Nayra bersama ketiga teman Alex bersiap memberikan kejutan. Hari ini Alex berulang tahun. Ini tahun kedua Nayra merayakannya bersama. Tahun lalu, Nayra hanya merayakannya berdua saja.
Balon-balon dan hiasan meriah sudah Nayra susun rapi dengan yang lainnya. Makanan, camilan dan tentu saja kue ulang tahun untuk Alex sudah dia siapkan.
"Nay, nanti lampunya dimatikan. Saat Alex membuka pintu, kita semua langsung menyanyi. Kamu bersembunyi dibelakang kami. Jangan lupa kue-nya kamu pegang yah." Rencana Bob, salah satu teman Alex.
__ADS_1
Seperti dengan dugaan, Alex membuka pintu. Dia sempat terkejut karena ruangan gelap, tiupan terompet dan nyanyian ulang tahun bergema. Alex menyalakan lampu, suprise yang diberikan kekasihnya sukses membuatnya tersenyum.
Alex benar-benar tidak menyangka alasannya tadi kepada Lana benaran terjadi. Padahal dia mengira hanya kekasihnya saja yang berada di apartemennya. Ketiga temannya berdiri dihadapan Alex. Mereka seperti anak-anak memakai topi ulang tahun dan berdandan seperti badut.
"Ayo, sekarang tiup lilinya!" Thomas dan yang lainnya membuka tubuh dan memberikan Nayra keluar. Nayra tersenyum sambil membawa kue. Suasananya sudah benar-benar sempura, hari yang penuh dengan doa dan berlimpah kebahagiaan.
"Ya, ampun sayang, hari ini kamu ulang tahun yaa? Aku lupa sayang, selamat ulang tahun sayang ...," suara Lana memecah kegembiraan meraka. Lana baru masuk dan melihat sekeliling. Dia memeluk dan mencium Alex dihadapan Nayra dan ketiga temannya.
Brukkk!Nayra terkejut, tak sengaja menjatuhkan kue dalam pegangannya. Tanpa berpikir panjang dia meraih tas, berlari pergi meninggalkan mereka. Nayra menangis sejadinya.
"Sayang, dengar dulu!" Alex pun terkejut. Tidak menyangka Lana akan memperkeruh hari bersejarahnya. Alex menghempaskan pelukan Lana, berlari mengejar Nayra.
Alex berhasil meraih tangannya. Gadisnya masih sesegukan menangis. Berusaha melepaskan pegangan tangan
kekasihnya. Saat ini, Nayra sedang tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun. Baginya, Alex adalah pembohong, dan dia benar-benar kehilangan kesempatan.
"Nay, Nay, dengar dulu. Semua yang kamu lihat tidak seperti yang kamu bayangkan!" Alex berusaha menjelaskannya.
__ADS_1