
Rasti sebagai sahabat juga pengiring penagantin wanita. Dia tampak antusias membantu kelancaran acara pernikahan Nayra. Dia membantu penata rias saat Nayra mengenakan gaun pengantin.
"Cantik banget, Nay. Ayo, cepat. Pangeran lo nanti khawatir, menunggu lama." Rasti membantu memapah Nayra ke mobil pengantin.
"Duh ... Ras, jangan bikn gue tambah gugup. Dengar nih, jantung gue berdebar kencang banget!" Nayra menarik tangan Rasti agar mendengar detak jantungnya.
"Hahahah ... Nayra, Nayra, muka gugup lo lucu banget," ledek Rasti melihat wajah tegang Nayra seperti orang yang akan dieksekusi mati.
"Dasar teman sableng! Bisa-bisa disaat genting seperti ini bikin lelucon gila,"sewot Nayra sambil memegangi gaun pengantinnya.
"Wajar kali, Nay, namanya mau memasuki kehidupan baru. Jangan, lupa nanti lempar bungannya arahin ke
gue, biar gue juga cepat nyusul," ucap Rasti. Dia cekikikan mencoba mencairkan susana tegang gadis itu.
"Hohoho, berani bayar berapa lo." Nayra menimpali ledekan nyeleneh Rasti.
"Perhitungan lo, gue kan sahabat lo yang paling baik ... masa cuma lempar bunga saja diperhitungkan!" Rasti pura-pura merajuk.
Mereka sudah sampai didepan mobil pengantin, "Eh, Ras, kok kayaknya sopirnya beda deh!" bisik Nayra melirik sopir mobil pengantin yang bertingkah mencurigakan.
"Mungkin posisinya diganti, sudah, cepetan masuk!” Rasti membantu Nayra masuk.
Saat Rasti akan ikut masuk menyusul Nayra tangannya ditarik sopir tadi dan Rasti didorong hingga dia tersungkur di lantai.
__ADS_1
"Aw." Rasti terkejut dan melihat sopir tadi menyalakan mesin dan menacapkan gasnya.
Rasti berteriak meminta pertolongan. Kekacauan langsung tercipta. Rasti panik segera meminta seseorang mengambilkan tasnya diruang rias.
"Hey, siapa kau? Cepat kembali. Suamiku sudah menunggu. Jangan main-main atau kulaporkan pada polisi!” teriak Nayra panik setengah mati.
Sopir tadi melepaskan janggut, kumis, tapi dan kacamata hitamnya. Nayra membulatkan mata.
"Gi-Gio!! Sedang apa kau di sini? Cepat kembali Gio!” Nayra berteriak histeris. Panik. Pikirannya kacau.
Giondra tidak memperdulikan teriakannya. Dia makin mempercepat kemudinya. Padahal, Nayra dari kursi penumpang berusaha menghentikanya. Dia, memukuli Gio.
Rasti menghubungi Alex. Mengabarkan temannya di culik. Alex benar-benar tak menyangka di detik bahagianya akan terjadi hal seperti ini.
"Gio ... akku mohon kembali, acaraku segera dimulai." Nayra mencoba tenang sembari mencari kesempatan membujuknya.
"Tidak! Aku tidak mau kehilangan-mu lagi. Kau harus menjadi milikku!" ucap Gio terdengar tidak rasional ditelinga Nayra. Dia menambah kemudinya lebih cepat.
"Gio, kau jangan gila. Aku mohon kembali, sadarlah, Gio. Aku ini sudah tidak mencintaimu!" ucap Nayra tegas, membuatnya bertambah hilang kendali.
"Cinta. Hahaaha ... Nayra, Nayra. Kau terlalu naif. Aku tahu kau masih mencintaiku. Kau tak mungkin bisa melupakanku begitu saja.”
“ Aku ini cinta pertamamu. Hanya aku yang sungguh-sungguh mencintaimu, Nay. Nayra, kau membuatku seperti ini. Harusnya kau menerima cintaku, dan memberikan ku kesempatan. Bukan seperti ini.”
__ADS_1
“Kau malah menikah dengan pria yang baru kau kenal. Aku meninggalkanmu belum lama, Nay. Aku yakin cintamu masih untukku. Aku janji sayang, aku akan setia padamu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu!" ucapnya. Benar-benar terdengar gila. Gio berteriak dan tertawa.
"Gio, hentikan omong kosongmu. Sadarlah. Semua sudah berlalu. Aku bukan Nayra-mu yang dulu. Nayra yang
kau campakkan seperti sampah. Aku yang sekarang sudah punya kebahagiaan sendiri. Aku sudah memiliki seseorang yang terus percaya dan mendampingiku. Aku mohon, Gio, relakan aku, relakan hatimu." Nayra
tidak ingin kalah mempertahankan hatinya untuk Alex.
"Tidak, aku tidak percaya. Kau adalah milikku. Hanya milik Giondra. Kekasihnya dan calon istri Giondra Pratama!" teriaknya makin histeris. Emosinya sudah tak bisa dikontrol.
Nayra memutar otaknya. Gio sudah tidak bisa diajak bernegosiasi. Ini hanya akan membuang waktu saja.
Gadis itu melirik ponsel Gio yang berada di dasbor. Dia mengambilnya. Dengan cepat gadis itu melakukan panggilan pada ponsel Alex.
Gio panik dan merebutnya. Mereka berdua akhirnya berebutan ponsel. Gio yang sedang mengemudi konsetrasinya terpecah.
Mobilnya berbelok, satu tikungan tajam dihadapan Gio. Dia membanting stirnya. Naas tak dapat mereka hindari. Saat mobil dipikir berhasil melewati tikungan tajam, jurang terjal dihadapan mereka.
Mobil mereka terguling. Gio berhasil melepaskan tali pengamannya. Nayra berusaha keras pintu mobil.
Mereka berdua berhasil menyelamatkan diri. Tubuh Nayra terpental, membentur batu dan tak sadarkan diri.
Giondra dengan sisa-sisa kekuatan. menyeret tubuhnya yang sama-sama sudah dipenuhi luka. Darah mereka terus saja mengalir deras. Gio berhasil menyentuh tangan Nayra. Dan, Gio pun tak sadarkan diri.
__ADS_1
Mobil lain yang sempat menghindar dari kecelakan maut. Mobilnya menabrak tiang sisi jalan. Dia segera menelpon polisi dan ambulan agar segera datang ke tempat kecelakaan.