
Lana mencari informasi keberadaan rumah sakit Nayra. Saat yang bersamaan dia pun menyaksikan sikap Alex
terhadap Nayra. Bahkan, dia yang pernah dekat dengannya pun belum mendapatkan perlakuan istimewa seperti itu.
Tatapan hangat Alex yang penuh cinta itu dulu sekali sempat dia rasakan. Namun, kini Lana menyesal telah menyia-yiakan perasaan tulus Alex padanya.
"Maafkan aku, Lex. Aku, benar-benar tidak tahu. Karena kecerobohanku malah membuatnya seperti ini."
Lana menghampiri Alex, menyentuh pundakknya. Berusaha menenangkan. Namun, Alex tak bergeming.
Satu bulan berlalu
Nayra masih sama dengan kondisinya. Alex setia menemani. Bahkan, urusan kantornya dia serahkan kepada tangan kanannya. Dia, tidak akan focus bekerja, pikirannya selalu tertuju kepada Nayra.
Lana kembali menjenguk Nayra. Membawa seikat bunga dan buah.
"Hei, apa kabarmu hari ini, Nay?” sapa Lana menghampiri Nayra yang duduk dekat jendela, masih dengan kursi rodanya.
Lana menatap Nayra, ada sesal dihatinya. Dia bukan gadis jahat sepert yang lain. Dia pun pernag merasa kehilangan dan melepaskan sesuatu yang paling berharga baginya. Cinta tulus Alex padanya, dulu.
"Aku bantu kupas buah, ya." Lana menarik bangku, mengambil salah satu buah dan mulai mengupasnya untuk Nayra.
__ADS_1
"Hai, Nay, kita belum sempat berkenalan. Namaku, Lana. Aku benar-benar meminta maaf padamu, Nay. Aku, tahu kau bisa mendengar-ku. Maaf, karena kecerobohan-ku tempo hari.” Lana menatap wajah Nayra yang tak
menunjukan perubahan apapun.
Lana menghela nafasnya, ”Aku mendengar banyak ceritamu dari Alex. Aku mohon cepat sadar, Nay. Kasihan Alex, dia sangat mencintaimu. Dia tak pernah berbohong sedikitpun padamu. Jadi, jangan pernah ragukan cinta tulusnya. Jangan sampai kau menyesal seperti-ku." Nayra bereaksi, dia menatap wajah Lana.
"Sungguh, Nay. Aku, berbicara bukan ingin membuat pembelaan untuknya. Aku, perempuan sama sepertimu, pasti akan merasakan sakit jika dilukai. Aku hanya ingin kamu belajar dari kesalahanku.”
“Aku adalah kekasihnya. Dulu, saat dia masih tinggal di London. Pekerjaanku sebagai model membuatku jarang bertemu dengannya. Sikap serakah dan egoisku membuat Alex meninggalkanku. Alex sangat mencintaiku. Tapi, karena aku haus akan ketenaran, aku berselingkuh dengan managerku yang juga temannya.”
“Dia, lebih memilih meninggalkanku. Dia, tidak ingin persahabatannya hancur karena seorang wanita. Tapi, karma itu memang ada, Nay. Aku malah diselingkuhi oleh pria yang dulu kupertahankan. Dia memilih wanita lain sebagai pengagantiku.”
“Aku menyesal. Aku tinggalkan semua. Niatku datang memang ingin memperbaiki keadaan dan kembali padanya.” Lana menghela nafasnya kembali. Mengatur suasana hatinya yang bergetar saat menceritakan kenangan buruknya.
kesempatan sekecil apapun untuk bersamanya.”
“Kemudian aku sendiri menyadari, bahwa posisiku dulu sudah tergantikan. Dihatinya, kini hanya ada dirimu, Nay. Dia, menunjukkan sesuatu yang membuatku menyerah. Di hari ulang tahunnya kemarin, dia berniat untuk
meresmikan hubungan kalian. Dia, bahkan sudah membeli sesuatu untuk mengikatmu, menjadi miliknya. Dia, bilang ingin segera menikahi-mu. Dia, hanya ingin selalu bersamamu, Nay. Jadi, aku mohon maafkanlah dia.” Nayra masih tak bergeming dengan ucapan Lana.
“Hari ini aku datang, sebenarnya, aku mau pamit, Nay. Aku akan kembali ke London. Aku mohon cepat sembuh, jangan biarkan Alex menunggumu terlalu lama. Dia, lebih menderita melihat seperti ini.” Dari ambang pintu Alex mendengar semua pengakuan Lana kepada gadisnya.
__ADS_1
"Nah ... dia sudah datang, aku pamit ya, Nay." Lana melepaskan genggaman tangannya.
"Aku pamit, Lex. Maafkan semua kesalahanku. Jaga Nayra baik-baik. Dia, memang pantas menjadi wanita yang kamu pertahankan." Menepuk pundak Alex dan meninggalkannya. Alex masih terlihat putus asa.
Tangan Nayra bergerak. Pupil matanya berkedip. Tanpa, dia sadari deraian air mata mengalir dipipinya.
Nayra bergerak. Perlahan menurunkan kakinya di lantai. Namun, saat dia melihat Lana sudah tidak berada dihadapannya. Dia ingin sekali berlari, tapi dia terjatuh dari kursi roda
Alex segera menghampiri dan membantunya berdiri, “Kau, baik-baik saja, sayang.” Merengkuhnya dalam pelukan.
"Tolong aku, aku ingin bertemu dengannya." Alex memapahnya keluar kamar.
"Lana, tunggu!" teriak Alex.
Lana menghentikan langkahnya, berbalik, dan dia terkejut ketika Alex menggedong Nayra menghampirinya, "Turunkan aku," suara Nayra lirih.
Alex menuruti, menurunkan tubuh gadisnya perlahan. Nayra berjalan tertatih menghampiri Lana, saat akan terjatuh Lana segera menangkapnya.
"Maafkan aku ... aku sudah salah sangka terhadap-mu, terima kasih banyak!"
Nayra memeluk Lana, mereka berdua menangis haru. Lana mengusap punggungnya dengan lembut. Akhirnya
__ADS_1
Lana bisa pergi tanpa membawa sesal dan kesalahan. Dia, lega karena Nayra sudah memaafkannya.