PRESDIR MENCINTAKU DENGAN KELEMBUTAN

PRESDIR MENCINTAKU DENGAN KELEMBUTAN
CINTA BUTA


__ADS_3

Gadis itu menyusuri satu demi satu toko. Terus berkeliling tanpa ada niat berbelanja. Nayra memutuskan berjalan


jalan di mall setelah menyelesaikan tugas kantornya.


Dia membutuhkan sesuatu untuk membuat tenang dan bernafas. Tak sedetik pun pikirannya tenang semenjak kejadian malam itu. Malam yang dia gadang-gadangkan tunangannya akan melamarnya secara resmi.


Nayra mengharapkan suatu hubungan yang lebih jelas setelah mereka berhubungan selama dua. Namun, yang dia rasakan hanya kepahitan. Dua tahun ini, Gio hanya mengikatnya sebagai tunangan. Menyematkan cincin di jari manisnya. Tapi, rencana pernikahan selalu dia undur karena alasan pekerjaan.


Pekerjaan profesional yang dia lepaskan hanya untuk bekerja paruh waktu untuk memenuhi suatu event. Andai


saja, satu tahun lalu tak ada kejadian tragis itu. Mungkin, dia sudah menjadi seseorang yang dikenal banyak orang.


Giondra Pratama cinta pertamanya. Cinta yang membuat seluruh dunia gadis penuh dengan warna. Namun, sekarang dia harus berusaha membunuh dan meleyapkannya. Bahkan setelah kejadian itu pun Gio tak pernah menghubungi. Dia seolah lenyap ditelan bumi.


Nayra masih belum mampu melepaskan bayangan wajah Gio dari pikiran dan hatinya. Secara kebetulan, Alex dan ketiga temannya ada di Mall tersebut. Alex  memang meminta ditemani untuk mencari beberapa baju yang cocok untuk iklim yang dia tinggali sekarang.


Mata gadis itu menangkap nyata sosok Gio dan Mona. Mereka baru saja keluar dari toko perhiasan. Hatinya hancur. Tanpa dia sadari, kakinya mengikuti mereka.

__ADS_1


Mereka masuk ke salah satu tempat makan. Dan satu kebetulan lagi, Alex  dan ketiga temannya sedang makan di tempat itu. Salah seorang teman Alex menyadari kedatangan gadis itu, reflek dia menyenggol lengannya.


"Lihat, cewek itu lagi. Sedang apa dia?" Alex melayangkan pandangannya.


"E, eh, lihat, lihat, mau apa dia?" Alex makin penasaran. Dia sedang menebak apa yang akan diperbuat gadis itu.


Saat pelayan menghampiri meja mereka dan mereka belum menyadari kehadirannya. Mereka tengah asik mengobrol. Tepat saat pelayan tadi akan menyajikan minuman, dia menyambar salah satu minuman, dan secepat kilat minuman tadi sudah pindah ke kepala Mona.


Byurr!Mereka berdua kaget. Gio menyadari ulah Nayra. Tanpa ragu dia melayangkan satu tamparan keras di wajah Nayra.


“Apa yang kau lakukan, Nay?” sentak Gio. Laki-laki itu, ya ... laki-laki yang selalu mengisi setiap detak  jantung dan pikiran. Tega melakukannya. Dia, bahkan tak meminta maaf atas apapun perbuatan mereka.


Rasa sakit itu berlipat saat tunanganya lebih membela Mona ketimbang dirinya. Dia pergi sambil menangis. Alex


sama terkejutnya dengan yang lain. Mereka tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.


Benar benar gadis bodoh. Cinta membuatnya buta. Memangnya pria di dunia ini hanya satu orang. sewotnya. Greget sendiri dia.

__ADS_1


"Guys sorry banget, gue cabut duluan!"  Alex meninggalkan  teman-temannya dan mengejar Nayra.


Nafasnya masih menderu tak menentu. Dadanya terasa nyeri. Air matanya kembali berjatuhan. Dia menangis tak bersuara sambil memukuli dadanya. Sakit. Ya. Itu yang dapat dirasakannya sekarang. Rasa sakitnya bagai menusuk jantung dan membuatnya hancur berkeping.


Dia menangis dalam diam. Terus memukuli dadanya yang sudah entah berapa kali dia pukuli. Mungkin jika dadanya


itu tofu pasti sudah hancur tak bersisa. Hatinya benar-benar hancur, bahkan Gio lagi-lagi tak mengejarnya.


Melihatnya masih sesegukan, lelaki itu hanya menatapnya dalam diam. Dia membiarkan gadis itu menangis hingga puas. Nayra menyadari kehadiran seseorang, dia mengangkat kepalanya perlahan.


"Ba-pak? Se-dang apa di-sini?" suaranya parau. Bergetar menahan tangis dan menghapus pelan air matanya.


"Kau sendiri? Kenapa menangis?" Alex tidak memperdulikan pertanyaannya malah bertanya balik.


Huh nih orang selalu muncul mendadak. Kepo saja deh. Seperti jelangkung. Datang tak diundang, pulang tak diantar. Bikin keki saja. Mana sekarang aku keciduk sedang menangis lagi.


Gadis itu merutuki pertemuannya dengan si bos. Menurutnya sangat menyebalkan. Apalagi sikap dingin dan mulut ketusnya. Bikin merinding.

__ADS_1


"Uhmm, tadi ada debu yang masuk ke mata saya, dan ... tau-tau ya seperti yang Bapak lihat," gadis itu


mencoba berbohong.


__ADS_2