PRESDIR MENCINTAKU DENGAN KELEMBUTAN

PRESDIR MENCINTAKU DENGAN KELEMBUTAN
NAYRA TAK SADARKAN DIRI


__ADS_3

Dari telpon Nayra yang sempat terputus. Alex menyalahkan GPS agar menemukan lokasi keberadaan mereka. Saat melintasi rute tersebut, Alex melihat ambulan dan mobil polisi sudah berada di lokasi.


Hati Alex sudah tidak karuan. Dia berharap itu bukan kecelakan Nayra. Namun, saat kereta dorong melintas dia malah melihat sosok Nayra dengan gaun pengantin berlumuran darah dan penuh luka.


"Nayra!!"


Alex berteriak histeris menghampiri tubuh  gadisnya. Rasti turut serta dalam mobil Alex  tak kalah syock dan histeris. Rasti menutup mulutnya.


Beberapa jam lalu mereka masih bercanda gurau. Dan sekarang terbaring tak sadarkan diri dengan tubuh yang mengenaskan. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit.


Beberapa jam kemudian


Gio siuman terlebih dahulu. Menyadari  dirinya penuh luka. dia masih menanyakan kondisi Nayra.  Suster berkata kalau Nayra tak bisa melewati masa kritisnya malam ini.  Dia tak bisa diselamatkan.


Gio benar-benar tak menyangka, ulahnya dapat menghilangkan nyawa orang yang paling dia kasihi. Diapun memaksa untuk menemuinya.


Mereka semua berkumpul. Menunggu hasil dari dokter yang belum mengizinkan salah satu dari mereka masuk. Gio berada dihadapan mereka, dia didorong di kursi roda.


Alex tersulut emosi. Dia bahkan tak perduli dengan kondisi lemah Gio. Alex menghujamkan pukulannya berkali-kali hingga membuatnya tersungkur.


"Sudah, Lex. Ini  tidak menyelesaikan masalah. Sabar. Jangan emosi. Ingat yang sedang membutuhkan lo sekarang adalah Nayra," ucap Bob. Melerai dan mengingatkan.


Gio  tidak melawan, dia pasrah. Dia memang merasa bersalah. Dia menyesal.


Tiga hari berlalu. Nayra bisa melewati masa kritisnya, tapi dia belum siuman. Gio terus memantau perkembangan Nayra. Berulang kali diusir dia tak perduli. Dia hanya ingin tahu kondisinya.


Hati Alex terluka. Dia merasa gagal melindungi wanita yang dicintainya. Terlebih lagi kebahagaian mereka dalam sekejad hilang.


Gio benar-benar menyesali perbuatannya. Dia berharap gadis itu bangun dan kembali seperti sediakala. Dia bahkan rela jika gadis itu bangun dan melampiaskan segala amarahnya. Gio benar-benar berharap Nayra siuman agar dia bisa meminta maaf padanya.


Ketika mereka tengah berkumpul. Tangan Nayra bergerak. Alex  segera memanggil dokter untuk mengecek

__ADS_1


kondisinya.


Nayra  membuka matanya. semua mata menatap gembira. Tak  terkecuali Gio yang berada diambang pintu. Rasa haru meyelimuti mereka, Gio pun memutuskan pergi. Dia tak ingin mengganggu moment bahagia mereka.


"Gio!" ucap Nayra. Baru saja laki-laki itu melangkah. Alex dan yang lainnya terkejut. Saat sadar nama laki-laki lain yang disebut gadisnya.


"Sayaang." Alex menyentuh tangannya. Nayra menatap asing dan menghempaskan tangan Alex.


"Siapa kau?" ucap Nayra sinis. Gio  masih tak bergerak. Dia mendalami situasi yang terjadi.


"Sayang, aku, Alex calon suami-mu." Alex kembalimencoba memegang tangannya. Namun, gadis itu tetap menghempaskannya.


"Calon suami? Hah? Apa kau tidak salah. Dia  itu calon suamiku!" Nayra menunjuk kearah Gio.


"Sayang, jangan bercanda. Ada  apa denganya, Dok?” semua mata menatap dokter meminta penjelasan.


"Sepertinya akibat benturan dikepala pasien. Dia mengalami syock dan beberapa ingatan di masa lalu terhapus." Jelas dokter. Nayra memegangi kepalanya, dia kesakitan.


Alex masih tidak percaya Nayra melupakannya. Rasti mencoba menghampiri ketika dokter telah selesai memeriksanya.


"Nay, lo masih ingat gue kan?" tanya Rasti ragu-ragu.


"Apa sih, Ras. Lo aneh banget. Ras, itu siapa sih? Pacar baru lo ya? Kapan lo putus dari Robby? Kok  nggak bilang-bilang, malah dia ngaku calon suami gue." Ketus Nayra saat membahas Alex.


"Nay, dia memang calon suami-mu lo,” ucap Rasti.


"Ngaco lo, gue mana mungkin menikah sama dia. Gue ini sudah tunangan dengan Gio. Lihat nih, gue masih pakai cincin pemberian Gio!” Nayra  menunjukkan cincin dijari manisnya. Namun, cincin tersebut sudah berubah.


"Tidak mungkin." Nayra menyadari ucapannya salah, tapi ingatannya tidak bisa mengingat apapun. Tentang  kenangannya dengan Alex dan cincin tersebut.


"Elo, sudah percaya kan? Jadi, gue mohon jangan bersikap seperti itu terhadap Alex. Dia sangat menghawatirkan lo, Nay." Rasti mencoba menjelaskan berharap sedikit saja temanya itu bisa mengingat.

__ADS_1


“Tidak. Gio, Gio ...!” Nayra memanggil sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit lagi.


"Tolong jangan buat pasien panik dan khawatir. Untuk  saat ini dia lebih butuh banyak ketenangan untuk pemulihannya.” Jelas dokter.


Alex  mengepal erat tangannya, menahan emosinya yang akan meledak. Kedua orang tua Alex memberikan


dukungan untuk putra semata wayangnya agar lebih tegar.


"Sabar sayang, mama yakin anak mantu mama akan segera sadar. Kau, jangan melepaskannya. Tetaplah tegar dan selalu disisinya.” Ibu Alex memeluk erat tubuh anaknya.


Alex mencoba menerimanya dengan ikhlas. Walau hatinya marah dan terbakar cemburu, dia tetap tidak bisa berbuat apa-apa. Sayang aku mohon cepatlah kembali, jangan membuatku tersiksa seperti ini.


Alex tidak ingin menyalahkan siapapun lagi. saat ini yang terpenting adalah kesembuhan gadisnya seperti sediakala. Dia ingin gadisnya pulih dan tersenyum hangat kembali padanya.


***


"Kau? Sedang apa disini? Bagaimana kau bisa masuk?" ucap Nayra sinis saat berhadapan dengan Alex.


Dia seperti menganggap Alex musuh yang harus dibasmi. Nayra yang kembali ke apartemennya diantar Gio.


Ya  Tuhan ... bagaimana bisa orang yang sangatku cintai mentapku seperti ini. Apa aku ini musuhmu sayang?


Batin Alex pedih saat melihat tatapan tak suka gadisnya. Nayra masih menganggap Alex sebagai serangga pengganggu.


Alex terdiam menatap wajah gadisnya. Sedangkan. Gio  menyeringai penuh kemenangan.


"Aku bertanya, sedang apa kau di sini?” hardik Nayra.


Gio  menyentuh tangannya, mencoba menenangkan emosinya. Alex  mengepal erat tangannya. Menahan  amarah dan cemburunya.


"Gio ... dia mau ngapain sih? Kok dia bisa masuk kesini? Trus, ini kok barang-barangku begini? Apa sudah aku pindah ke apartemen kamu ya?" Nayra berkata manja penuh dengan kasih sayang saat menatap Gio.

__ADS_1


Hati Alex panas seakan mau meledak. Benar-benar sudah terbakar cemburu.


__ADS_2