PRESDIR MENCINTAKU DENGAN KELEMBUTAN

PRESDIR MENCINTAKU DENGAN KELEMBUTAN
DASAR LAKI-LAKI GILA!


__ADS_3

Nayra hanya bisa menghela nafasnya. Dia pun tak bisa memungkiri kalau dirinya tak akan pernah bisa lepas dari genggaman cinta Alex. Bagaimanapun gadis itu menolak. Pada akhirnya dia pun menyerah menuruti semua. Karena hatinya, masih menginginkan hubungan mereka kembali.


"Jadi, aku harus bagaimana sekarang?" gadi itu perlahan turun dari pangkuan Alex dan membereskan pakaiannya yang sudah tidak jelas, untung saja Alex tidak merobeknya. Alex pun membenahi dirinya.


Nayra duduk di sofa menyandarkan tubuhnya yang masih kelelahan. Alex mengambil kunci yang dibuangnya dan meletakkan di meja juga mengambilkan minuman dingin untuk gadisnya.


"Minumlah!" Alex duduk disampingnya sambil memutar-mutarkan rambut gadisnya.


"Kau menyuruh-ku jadi penghianat seperti Mona?” Nayra berkata dengan kesal dan menghempaskan tangannya. Kata-kata yang sangat menyebalkan buatnya, terlontar mulus dari mulutnya yang kesal. Alex menggeleng kuat.


"Apa sih? Jangan pakai bahasa isyarat, aku bukan orang bisu!" bentak Nayra kesal dan dia akan beranjak dari duduknya.


"Aku bilang, aku cemburu. Aku tidak suka ada orang yang mendekati mu. Itu saja!" sahut Alex. Membuatnya naik pitam, meraih kunci lalu meninggalkan ruangan Alex.


"Kau pikir aku wanita murahan!" umpatnya sambil membanting pintu.


Enak saja dia bilang cemburu, langsung memaksa melakukan hubungan intim denganku. Jadi, kalau dia cemburu aku hanya jadi pelampiasannya. Dia tak memberikanku status malah mempermainkanku seperti wanita murahan.


Nayra kembali ke mejanya dengan menggerutu tidak jelas. Alex mengintipnya dari balik tirai. Dia tersenyum gemas saat melihat tingkah menggemaskan wanita yang dicintainya.

__ADS_1


Aku tidak akan melepaskanmu lagi. Apapun anggapanmu terhadapku. Untuk saat ini akan kubiarkan, sampai waktunya tiba, kau akan kembali lagi menjadi satu-satunya milik Alexander Gajendra.


Nayra segera mengejar target date linenya yang tertinggal. Dia ingin bebas untuk esok mendampingi Rasti di acara pernikahannya. Jam makan siang berlalu. Namun, Nayra masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Makan dulu!" Alex meletakkan kotak makanan kesukaan gadisnya yang baru saja dia pesan.


"Aku tidak lapar!" tolaknya ketus tanpa melirik. Tapi, sedetik kemudian setelah dia berkata perutnya berbunyi. Haduhhh … dasar perut nggak bisa diajak kompromi. Makin tertunduk malu Nayra. Benar-benar tak ingin menatap wajah Alex.


"Cepat di makan atau aku tidak akan segan memakan—mu di sini!" Alex menghampiri, menundukkan wajah dan berbisik di telinga gadisnya.


Spontan Nayra menarik wajahnya. Wajah Alex serius. Dia sedang tidak bermain-main, “Aku serius!” Alex mulai melonggarkan dasinya.


"Iya, nanti aku makan!" ucapnya datar dan menggeser kotak makanannya ke pinggir meja.


"A—AA—Alex, apa-apaan sih? Kau gila. Cepat bangun!” Nayra terus bergerak di pangkuannya. Mencoba melepaskan diri dari kedua tangannya yang sudah melingkar di pinggang Nayra. Alex sudah tak perdulu dengan tatapan atau gunjingan yang akan membicarakannya.


"Aku bilang, aku akan memakanmu kalau kau tidak makan, sekarang!" penuh penekanan Alex berkata. Tangannya membuka laci gadisnya, menarik gunting keluar. Menyurup perlahan dan mengguntingnya.


Nayra panik. Beberapa menit lagi para rekan kerja kerjanya akan kembali dari jam istirahat. Tapi, sesuatu dibalik celana Alex sudah terbangun kembali.

__ADS_1


"Aku makan. Iya, aku makan sekarang. Kau, kembalilah. Aku mohon!” Nayra meraih kotak makannya.


"Sudah terlambat sayang! Bergeraklah, perlahan. Aku akan segera membukanya agar dia bisa bergerak bebas di dalam dirimu!" Alex mengangkat tubuh gadisnya. Membukanya dan memasukkan pada area yang sudah mengeras.


"Ah, ka—kau gila!" Nayra menahan dirinya dari gerakan yang dibuat oleh Alex.


"Sebaiknya kau juga bergerak cepat, sebelum yang lain datang, sayang!” bisik Alex seketika membuat tubuhnya meremang. Alex benar-benar melakukannya dengan cepat. Dia, tak ingin seorangpun melihat wajah mempesona gadisnya.


"Kau benar-benar gila, apa kerasukan? Hah?" Nayra segera membenarkan gaunnya dan meraih dalamnya yang tergeletak di lantai. Memasukkannya dalam tas.


"Salahkan tubuhnu. Tubuhmu itu yang membuatku gila dan ketagihan. Menurutlah dan jaga pandangan matamu. Aku mengawasi. Saat aku lihat kau bermain mata, kau akan menerima


hukuman seperti ini!" Alex melenggang puas meninggalkan meja Nayra. Gadis itu melampiaskan kekesalannya pada makanan yang dibawa oleh Alex.


Aaarrgghh!!! Dasar mesum, laki-laki gila! kau terus memanfaatkan aku untuk kepuasanmu sendiri. Alex berbalik ketika gadis itu mengumpat dirinya. Dia tersenyum makin puas seraya meledek gadisnya.


Teruslah seperti itu sayang, lawanlah aku. Buatlah aku cemburu, semakin sering kau berbuat seperti itu. Aku akan terus melakukannya agar kau tersadar dan kembali kepadaku.


Nayra menyelesaikannya lebih cepat dan segera menghilang dari mejanya. Bergegas mempersiapkan diri untuk pernikahan Rasti.

__ADS_1


"Ck,ck,ck ... dia benar-benar menjadi wanita yang berprinsip sekarang. Dia bahkan langsung menghilang. Begitu takutnya dia denganku-kah?" Alex bergerutu sendiri saat mendapati meja kerja gadisnya sudah kosong.


Alex segera mengejarnya. Namun, Nayra terlihat saat dia naik taksi. Laki-laki itu bergegas mengikutinya. Mata Gio mendapatinya, "Cih, laki-laki itu ternyata belum melepaskan Nayra—ku sepenuhnya!” Gio mengepalkan tangannya dengan erat dan meminta supir untuk mengikuti mereka.


__ADS_2