PRESDIR MENCINTAKU DENGAN KELEMBUTAN

PRESDIR MENCINTAKU DENGAN KELEMBUTAN
MEMINTA DP


__ADS_3

Nayra hanya bisa menghela nafasnya ketika dia sudah tak bisa berkutik melihat dua lelaki keras kepala di hadapannya. Alex dan Gio tak mau pergi. Apalagi setelah mendengar ocehan Rasti soal penari striptis.


"Jadi, lo pilih yang mana, Nay?” Rasti mendekati sambil memberikan segelas minuman.


"Gue, nggak tahu, Ras. Ini kepala sudah mau pecah. Dua laki-laki keras kepala itu, memaksa untuk kembali dan nggak ngebiarin gue buat berkencan dengan laki-laki lain?” Nayra meneguk minuman yang diberikan Rasti.


"Hubungan lo sama Alex emang gimana sekarang? Apa dia sudah menyadari kesalahannya?” Rasti yang melihat tatapannya lebih berat kepada Alex ketimbang Gio.


“Lo tahu sendiri kan, Ras, hubungan gue dan Alex sejauh mana. Jika masih bisa diperbaiki. Gue masih tetap ingin bersamanya. Tapi, kalau gue melihat Gio, gue juga nggak tega!” dalam kelelahan batinnya di mengeluarkan segala uneg-uneg yang ditahannya.


"Ingat, don’t be stupied. Bedanya tipis banget lo antara tega dan cinta, mungkin tanpa sadar, jangan-jangan lo masih mencintainnya!” Rasti menatap wajah Nayra yang frustasi.


"Hurf, nggak tahu deh. Gue juga nggak bisa menjelaskan. Lo pasti bahagia akan melepas masa lajang. Padahal, dulu gue yang optimis akan menyandang nama belakang Nayra Gajendra. Tapi, sekarang …,” Nayra meneguk lagi minumannya. Rasa penat di kepalanya membuat dia kehilangan akal.


"Hei ... jangan kebayakan minum. Mabuk lo kan resek. Nanti, tuh dua laki-laki keras kepala bebas nidurin lo!” goda Rasti menyenggol sikutnya sambil melirik kedua laki-laki itu yang menatap Nayra tanpa berkedip.


"Iya, gue tahu. Mabuk gue bisa lupa diri dan nggak sadar dengan yang gue lakuin. Jangan-jangan kalau nggak ada mereka, mungkin saja gue bisa tidur dengan laki-laki manapun!” spontan Nayra berkata seperti wanita murahan, kembali menyenggol balik sikut Rasti.


"Duh … tuh mulut, racun banget sih. Hati-hati kedengaran mereka. Bisa-bisa malam ini lo pulang nggak utuh!” kekeh Rasti.


“Heheh, siapa suruh juga lo bawa tuh dua laki!” celetuk Rasti tak mau kalah dengan Nayra.


“Berisik. Udah Ras, gue balik duluan. Sorry ya, gue harus membawa mereka keluar dari sini sebelum membuat masalah makin menjadi. Terutama Gio, gue harus antar dia pulang, selamat sampai tujuan. Hadiah lo, nanti gue kirim. Gue nggak mau datang terlambat diacara sakral lo besok!” gadis itu berpamitan dan menghampiri dua lelaki yang terus memindainya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar Gio, aku akan berbicara dengan Alex dulu!” Nayra menarik lengan Alex agar menjauh dari Gio. Nayra menarik Alex ke sudut ruangan dan membawanya masuk. Setelah pintu di tutup.


"Aku akan mengantar Gio pulang, kau pulanglah. Tunggu aku di parkiran apartemen Gio. Setelah dia pulang, kau boleh melakukan apapun padaku!” Nayra tak memiliki cara lain jika dia ingin membiarkan Alex pergi bersama Gio selain dia bersikap seperti wanita penggoda.


"Aku tak bisa menunggu dan dia yang menyentuhmu lebih dulu!" seringai Alex mendorong tubuh gadisnya ke sofa. Alex tak akan percaya dengan laki-laki yang sudah dianggapnya sebagai pesaing, "Jadi aku meminta DP terlebih dahulu!" Alex tanpa ragu membuka ikat pinggangnya, gadis itu sangat faham apa yang diingkannya. Dia menyusupkan tangan ke balik gaun yang dia pakai, melepaskan dan melemparkannya ke wajah Alex.


“Good girl!” seringai Alex penuh kemenangan.


“Lakukan dengan cepat. Setelah ini, kau pulanglah. Aku tidak ingin terlambat pada pernikahan Rasti!” Alex dengan cepat menghampirinya, memberikan ciuman dibibir gadis itu dengan membara. Sedangkan Gio yang tepat berada dibalik pintu hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan erat saat telinganya mendengar suara-suara yakin makin menyayat hatinya.


Kau bahkan mengutamakan kepuasan—nya lebih dahulu di bandingkan denganku. Jadi, jangan salahkan aku jika mala mini pun aku akan meminta hal yang sama.


Tiga puluh menit kemudian Alex dan Nayra keluar. Gio memamdangnya dengan penuh amarah. Namun, dia berusaha tetap tenang.


"Jangan terlalu kasar dengannya malam ini ...," bisik Alex seakan mencemooh dan menepuk pundak Gio. Saat gadis itu mendorong kursi rodanya, hidung laki-laki itu dapat mencium dengan jelas aroma farfum milik Alex melekat ditubuhnya.


"Aku ingin kau menginap di apartemenku, malam ini. Aku tidak mau ditinggal sendirian!" ucap Gio saat mobil melaju. Gadis itu menoleh, dia benar-benar terganggu dengan ucapannya barusan, “Maafkan aku, Gio. Tapi, aku tidak ingin terlambat pada pernikahan Rasti!” gadis itu dengan jelas menolak permintaan Gio.


Laki-laki itu bergeming, dia tak peduli dengan jawaban yang keluar dari mulut Nayra. Sampai di apartemennya, Gio memintanya mendorong hingga masuk ke kamar. Mata gadis itu sempat berkeliling, “Dimana Mona, Gio?” saat melihat apartemennya sepi seperti tidak ada penghuni.


"Kenapa kau bertanya sesuatu hal yang tak penting!" sahut Gio ketus. Seolah tak ingin membahas apapun soal Mona.


"Ada hal lain lagi yang perlu aku lakukan?" gadis itu sudah malas mengikuti sikap kekanakan Gio. Dia yang sudah memapah tubuh Gio hingga di ranjang.

__ADS_1


"Ganti kan bajuku!" Gio menatapnya tanpa berkedip.


"Bukankah kau bisa melakukannya sendiri?” Gio mencengkram tangan Nayra, laki-laki itu tidak terima saat mendengar jawabannya.


"Apa kau begitu menyayangi mantanmu itu ketimbang aku?" dengus Gio kesal.


"Tidak seperti itu, Gio. Aku tidak berpihak pada siapapun!" gadis itu memalingkan wajahnya.


"Benarkah? Bagaimana dengan di ruangan tadi? Apa kau menyukai hal seperti itu?" Nayra tersentak. Gadis itu tak mengira Gio mengetahui apa yang dilakukannya bersama Ales tadi.


"Tolong jangan bahas itu, Gio. Aku dan dia kan memang sudah berencana menikah dank au tahu itu kan? Kalau saat itu tidak pernah terjadi, mungkin saat ini aku sudah menjadi istrinya!” Nayra memberikan pembelaannya.


"Dulu pun, aku tunanganmu, tapi kau tak pernah memperlakukanku seperti itu?" makin kesal Gio mendengar jawabanya.


“Hubungan kita sudah lama berlalu, Gio. Maaf, kalau sudah tidak ada yang kau butuhkan, aku mau pulang. Sungguh, jangan berdebat denganku, aku benar-benar lelah sekali hari ini!” tentu saja dengan rutinitas kantornya yang banyak di tambah dengan mempersiapkan bridal shower Rasti sudah menguras seluruh tenanganya. Namun, Gio bukan melepaskan cengkraman tangannya. Dia malah menarik tubuh gadis itu hingga berada di pangkuannya.


"Berikan hal yang sama seperti kau memberikan kepada mantanmu tadi. Aku pun menginginkannya, bukan hanya dia seorang." Gio tak bisa menahannya lagi. Nayra meronta saat Gio menyentuh bokongnya yang sudah tak mengenakan apapun.


Bahkan jika kau hanya serpihan. Aku tidak akan membiarkanmu kembali padanya. Menarik gaunnya dan membuka sesuatu dalam dirinya yang sudah mengeras dan membenamkannya.


"Ra—ka ... Kau gila!" ucapan yang keluar dari mulutnya sudah tidak jelas. Gadis itu mencoba menahan. Namun, tak punya kuasa untuk menolak.


‘Aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa kembali kepada lelaki plin plan itu.’

__ADS_1


__ADS_2