
"wow...."mereka menatap langit dan pohon-pohon yang ada di sana dengan terkagum. terutama di sana ada air terjun dan sebuah rumah kayu.
mereka kagum hanya karena hutan! astaga, apa jadinya mereka kalau bertemu dengan monster, yah tapi inilah tugas seorang guru, aku hanya harus mengajari mereka semua dari awal.
menepuk tangan"baiklah.. sudah cukup melihat pemandangannya! ini sudah waktunya untuk mulai berlatih."menjelaskan apa saja yang perlu dilakukan oleh anak-anak itu.
sepertinya aku harus melatih fisik mereka sebelum melatih sihir, karena aku takut fisik mereka tidak bisa menahan sihir didalam tubuh mereka sih. Walaupun penyihir biasanya hanya melatih sihir mereka. Tapi aku ingin anak-anak ini menguasai sihir sekaligus ilmu pedang. Sama halnya seperti Rowen, dia tidak mempunyai talent sama sekali namun dia mampu untuk menjadi salah satu dari pedang Ras manusia. Aku akan menjadikan anak-anak ini sebagai mahakarya terbaikku.
gumam Zero diikuti senyuman di bibirnya. Tapi dia akhirnya tersadar sesuatu yang sangat penting dan itu adalah nama anak-anak ini, yang dia tahu hanyalah Lia dan Sia, karena sewaktu di kota Zero hanya melihat mereka berdasarkan aura dan tidak menggunakan skill penilaian.
dia menunduk dengan satu tangan diwajahnya."kalian berbaris lah sesuai jenis kelamin kalian."dengan sigap semua anak laki-laki langsung berbaris tanpa ragu, sedangkan anak perempuan berjalan agak lambat dan ada dari mereka yang sepertinya pemalu.
melihat mereka berbaris Zero menghela nafas"baiklah... barisan laki-laki perkenalkan diri kalian."ucap Zero yang mulai berdiri.
"baik."teriak mereka secara serempak. melihat kekompakan barisan laki-laki Zero mengangguk puas, dia sama sekali tidak menyesal menjadikan mereka muridnya.
bocah berambut pirang maju selangkah dan berkata dengan tegas"nama saya lion."diikuti oleh anak berambut cokelat dibelakangnya"nama saya Rhin. Nama saya ken. nama saya...."
"jadi ada 5 laki-laki dan 4 perempuan, lion,Rhin,ken,leo dan joy."orang tua mereka sangat hebat dalam memilih nama hadeh.
"Lia,Sia, Margaret,Elisa."penampilan mereka sama saja, kurus dan tak bertenaga.gumam Zero.
Zero sekali lagi menepuk tangannya"baiklah, yang akan pertama kita latih adalah kemampuan fisik, jika ada di antara kalian yang tidak sanggup, kalian boleh pergi dan aku tidak akan menganggap kalian murid lagi."mendengar itu anak-anak menelan saliva.
__ADS_1
mereka kini nampak gugup dan wajah mereka mulai serius. Melihat mereka Zero tersenyum. bukankah mereka terlalu tegang, tapi ini juga hal yang bagus sih. Karena mereka akan serius dalam berlatih.gumam Zero.
"tapi sebelum itu para gadis kemari."sambil melambaikan tangannya.
"aku akan menekan pertumbuhan otot kalian, agar kalian tidak berotot. Memikirkannya saja membuat ku merinding." Zero kemudian menekan bagian dimana otot biasanya tumbuh ditubuh mereka satu persatu.
"fiuh... akhirnya selesai juga. baiklah kalau begitu aku akan memperlihatkan kepada kalian cara untuk menambah kekuatan kalian." Zero memperlihatkan kepada anak-anak itu pus-up dan sebagainya, mereka sangat serius dalam mengamati Zero. dan ketika zero mulai berdiri, Margaret maju dan dengan malu-malu dia berkata.
penampilan Margaret itu gadis berambut cokelat dengan iris mata hitam. dan sepertinya usianya juga baru memasuki 7 tahun.
"anu....ayah apa...apa ayah akan pergi."ucap Margaret sambil menunduk dan tangannya menarik baju Zero.
a..ayah!(kaget)kenapa gadis ini memanggilku ayah? tapi dia....imut sekali, sial. aku tak sanggup memarahinya.
"um... Margaret jangan panggil aku ayah, panggil saja aku master dan aku tidak akan pergi dalam waktu singkat kecuali ada keadaan yang mendesak."tangan Zero mengelus kepala Margaret.
astaga dia Sama sekali tidak mendengarkanku, tapi biarlah.
"kalau begitu mulailah berlatih, siapapun yang pertama kali selesai akan mendapat makanan paling banyak nanti malam. karena aku telah memasang pelindung di sini jadi monster tidak akan masuk, oh iya masing-masing dari cara latihan tadi cukup sampai seratus dulu. kalau begitu aku pergi membeli makanan. dadah selamat berlatih."berjalan menjauh sambil melambai-lambaikan tangannya.
walaupun aku bilang pada mereka kalau aku ingin pergi membeli makanan, tapi itu bukanlah tujuan ku, aku harus cepat menaikkan levelku untuk perang yang akan segera terjadi. baiklah monster dimana kalian. tunggu bukankah itu.....dungeon. hihihi...hahaha hari ini memang hari yang terbaik.
"aku tidak menyangka ada dungeon di tempat ini, padahal ada banyak petualang yang pernah menjelajahi lokasi ini. oh iya semua petualang itu tidak pernah kembali saat bertugas di sini, apa karena dungeon ini? aku akan memastikan itu sendiri."
__ADS_1
mulai berjalan masuk ke dungeon itu, dungeon itu sangat gelap dan sunyi, Zero menjentikkan jarinya lalu sebuah api keunguan muncul di tangan Zero, yang membuat struktur dungeon itu mulai terlihat.
serigala dengan bulu merah perlahan keluar dari kegelapan. kalau tidak salah namanya itu dog wolf. sesuai dengan namanya mereka mirip anjing tapi juga mirip serigala. kalau begitu mari kita lihat berapa exp dari seekor dog wolf.
Zero berlari maju dengan tubuh rentangnya, melihat Zero yang mendekat bulu dog wolf itu mulai terbakar dia melihat Zero sebagai seorang penyusup, ketika jarak mereka cuma 5 meter dog wolf itu melompat maju dan membuka mulutnya untuk mengigit leher dari Zero. Mereka saling melewati satu sama lain.
degger Zero yang ia pegang meneteskan darah, tubuh dog wolf itu terbelah menjadi dua bagian.apa monster ini punya akal? rasanya agak aneh sewaktu membunuhnya. ngomong-ngomong kenapa tidak ada exp yang kudapat.(lagi-lagi dia lupa bahwa dia sudah berpisah dengan sistemnya) astaga, kenapa aku jadi pelupa seperti ini? karena aku tidak tahu berapa exp yang kudapat aku hanya harus terus membunuh. Melihat rekannya terbunuh ratusan dog wolf keluar dari kegelapan secara bersamaan.
"wah-wah pantas saja para petualang rank silver itu tidak pernah kembali setidaknya ada puluhan tidak ratusan dog wolf disini dan sepertinya pemimpin mereka belum keluar."
bersiap bertarung"kalau begitu aku hanya perlu membantai mereka semua kan!."niat membunuh terpancar di mata Zero.
Dog wolf itu menyerang secara bersamaan."skill pusaran darah!." hanya dengan satu skill puluhan dog wolf itu telah tergeletak di tanah dengan kepala yang telah terpisah dengan badan.
sudah kuduga level 1 hanya bisa membunuh sebanyak ini, padahal sewaktu di neraka skill ini mampu membunuh ribuan iblis dalam sekejap. dan dengan jumlah energi iblisku sekarang aku hanya bisa mengeluarkan skill ini sekali saja
"lagipula jika kalian semua mati dengan skill itu, aku tidak akan bisa melatih tubuhku ini, aku akan membunuh kalian semua." para dog wolf itu ketakutan.
Zero terus membunuh mereka hingga tidak ada satupun dog wolf yang tersisa, setelah semua dog wolf itu mati."akhirnya kau keluar juga."ucap Zero yang tengah duduk di tumpukan mayat dog wolf, kalian pasti sudah tahu siapa yang keluar, yah itu adalah bos dungeon dog wolf king.
ukuran 5 kali lebih besar dibandingkan para dog wolf ini, tapi yang membuatku penasaran adalah kenapa ada 2 ogre yang mengikutinya.
tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulut dog wolf king itu, para ogre maju dengan pemukul kayu mereka. sial...dia cepat. setidaknya puncak rank menengah, sepertinya ini akan sedikit menyenangkan!.
__ADS_1
Zero menyimpan deggernya dan memasang knuckle di tangan kanannya, ogre itu menyerang Zero dari atas tapi dengan mudah Zero menghindarinya, tanpa Zero ketahui ogre lain menyerang Zero dari belakang dan mengenainya dengan telak hingga terlempar ke dinding dungeon.
"sial.... sepertinya aku meremehkan kalian! aku mengaku kalah di ronde ini, baiklah mari kita mulai ronde keduanya."