Prince Of The Seventh Hell

Prince Of The Seventh Hell
Bab 42 Perang ( bagian 1 )


__ADS_3

Situasi perang di kerajaan Neverley Dwarf bagian Timur benua


Sore hari di sebuah bangunan yang mirip seperti Gedung putih, yang ada di AS ( Amerika serikat ) Seorang Pria pendek ( Dwarf ) yang menggunakan jas lengkap. Berjalan dengan agak cepat.


Pria itu seperti sedang menghawatirkan sesuatu, dia terus berjalan sampai dia berdiri di depan pintu dimana di dalamnya adalah ruangan sang Raja. ( membuka pintu ) Dia berjalan masuk dengan pelan, agar tidak menggangu sang Raja yang ada di dalam ruangan itu.


Setelah cukup dekat dengan kursi sang Raja dia berlutut. "Saya memberi hormat pada yang mulia Raja." Ucapnya. menunggu perintah selanjutnya dari Giofardo. Raja dari satu-satunya kerajaan bangsa Dwarf.


"Laporkan situasinya" ( mengangkat tangannya ) tanda bahwa orang itu sudah boleh berdiri.


Mendengar itu dia mengangguk. "Baik tuan. Saat ini pihak kita sedang mendominasi berkat bantuan dari pahlawan terdahulu dari kerajaan Mystick, Arthur Mystick."


"Hoo ... apa yang dilakukan orang tua itu di kerajaan ku?!" ucap seorang Dwarf yang baru masuk ke ruang tahta sambil menarik-narik janggutnya yang telah memutih.


"Ayah! apa yang ayah lakukan di sini? bukankah ayah sedang menikmati masa tua ayah?" ucap Giofardo, ( kaget )


"Apa salahnya datang ke sini, apalagi Kerajaan yang pernah aku pimpin sedang berada dalam keadaan yang buruk. Aku bukanlah orang yang mengabaikan sesuatu yang pernah menjadi milikku." ucapnya sambil berjalan mendekati kursi permaisuri yang ada di samping kursi Raja.


( Duduk ) "Tadi ... kau bilang Arthur membantu pasukan?" tanya Jerome, salah satu dari pahlawan yang berjuang bersama Arthur.


"Ya tuan," jawab pelayan itu dengan tegas.


"Apa tujuannya?"


"Menurut perkataan tuan Arthur-" tiba-tiba berhenti.


"Tunggu! kau bertemu langsung dengannya?! Jika ku ingat-ingat lagi, dia adalah orang yang pendiam sewaktu di party kami. Bahkan dia hanya akan berbicara jika diperlukan saja. Sepertinya umur memang mengubah segalanya," Ucapnya sambil melihat salah satu tangannya sebelum dia dengan erat menggenggamnya.


"Jadi apa yang ia katakan?" lanjut Jerome.


"Tuan Arthur berkata 'Sekali lagi kau berhutang padaku pendek. Aku telah membunuh pemimpin mereka jadi sisanya ku serahkan padamu, kawanku' seperti itu. dan juga tuan Arthur sedang menggendong seorang manusia yang sudah terluka parah."


Apa maksud dari 'sisanya ku serahkan padamu' Apa ini semacam kode. Karena jika hanya kerajaan ku, sudah pasti aku akan membereskannya bahkan tanpa ia suruh. Hmm .... Tunggu! apa kerajaan lain juga di serang?! jika itu benar maka dia pasti ingin aku membantu mereka! Hadeuh ...


Dia selalu saja membuatku berpikir lebih dulu. yah, tapi memang begitulah sikapnya.


"Jadi, apa kerajaan lain juga sedang diserang saat ini?" tanya Jerome dengan wajah tak acuh.


"Ya tuan, semua kerajaan termasuk akademi saat ini bertempur melawan para Naga dan jika dilihat dari kekuatan tempur. Kerajaan Zephyra tidak mungkin bisa bertahan tanpa bantuan dari kerajaan lain."


"Kalau begitu, keluarkan! semua Knight! Habisi para kadal itu dengan cepat lalu segeralah menuju kerajaan lain untuk membantu mereka!" teriak Jerome dengan wajah serius.


Giofardo yang mendengar itu merasa tidak setuju. Dia berfikir ini adalah kesempatan bagus untuk merebut kerajaan lain, dan memperluas wilayah kekuasaan tapi dengan perintah yang baru saja Jerome keluarkan. Itu jelas mengganggu rencananya.


"Tapi ayah! kenapa kita harus membantu mereka?!" ucap Giofardo bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Itu jelas akan merugikan kita. jad-"


"permulaan" potong Jerome.


"A-apa?"


"Ini semua hanyalah permulaan dari perang besar yang akan segera terjadi. jadi kita harus menjaga kekuatan kita agar tidak berkurang."


Sehari sebelum Dragon Monarch menyerang


Jerome sedang menikmati udara segar di tengah hutan. Dia berbaring, melihat daun-daun yang berguguran.


Sungguh tenang.


[ P ]


Suara seseorang tiba-tiba terdengar di kepalanya. Membuat dia langsung berdiri dan bersiap untuk bertarung.


Siapa itu? aku sama sekali tidak merasakan hawa kehadirannya! apa aku sedang dalam bahaya saat ini?!


[ Tenanglah, aku saat ini menghubungi mu melalui telepati Jerome Neverley. ]


"Jadi begitu, hup jadi apa yang inginkan dariku sampai-sampai menggunakan kemampuan telepati," Ucap Jerome duduk. sambil melihat sekeliling.


"Baiklah, kalau begitu langsung saja pada intinya. Apa yang kamu inginkan?!" tanya Jerome dengan nada yang mengintimidasi.


[ Aku tidak menginginkan apa-apa, kok. Aku hanya ingin memberi mu informasi yang menarik ]


"Hoo ... dan informasi apa itu?"


[ Besok, Ras yang telah lama menghilang, akan kembali dan mulai menghancurkan segala sesuatu yang mereka lihat. Dan dalam kurung waktu 6 tahun. Perang! Perang besar akan terjadi, jadi bersiap-siaplah.


Baiklah kurasa sampai di sini saja informasi yang kuberikan padamu. Bye-bye ]


...----------------...


Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain mempercayai orang itu. Perang besar akan terjadi dalam 6 tahun mendatang.


Situasi di kerajaan ELF Zephyra bagian utara


Pagi hari. Kekacauan adalah kata yang cocok dengan situasi di kerajaan Zephyra. Pertempuran terjadi di mana-mana, sehingga banyak elf yang menjadi korban.


"Habisi para kadal terbang itu! Prajurit bagian belakang Gunakan sihir serangan es kalian!!" teriak elf dengan penampilan yang berwibawa, dia adalah Alger seorang Elf mudah yang ditunjuk untuk memimpin perang melawan bangsa Naga.


Dengan serempak para Elf membaca mantra

__ADS_1


"Tombak es" Ribuan tombak yang terbuat dari es melesat menuju para Dragon yang ada di langit. Tak tinggal diam, para Dragon menarik nafas lalu menyemburkan gelombang api yang sangat panas.


Kedua elemen itu berbenturan. BUM! ledakan terjadi di atas langit. Para Dragon sudah semakin dekat dengan tembok. Sihir mereka sama sekali tidak mampu memberikan luka fatal pada Dragon.


Sial!! sudah kuduga, kerajaan ini sangat kekurangan dalam pasukan perang. Jumlah musuh kira-kira lebih 1000 sedangkan jumlah kami lebih 3000. Tapi hanya 500 orang yang bisa menggunakan sihir tingkat 6. sialan!! dasar Raja idiot!! Alger mengutuk dalam hati.


Oh iya, bukannya kerajaan Zephyra menjalin hubungan persahabatan dengan kerajaan Mystick.


"Hei, apa Raja telah mengirim pesan darurat pada kerajaan Mystick?!" teriak Alger ke salah seorang yang ada di sana.


"Ya komandan, dan kerajaan Mystick juga telah mengirim waktu kedatangan mereka."


"Benarkah?! kapan?!"


"Besok pagi komandan."


Besok pagi?! apa mereka sedang bercanda! kerajaan kita telah diujung tanduk tapi mereka sama sekali tidak bergerak cepat! apa-apaan ini.


"Kenapa bukan hari ini?!"


"Menurut perkataan dari kastil utama. Kerajaan Mystick juga sedang bertarung dengan para Dragon di kerajaan mereka. Dan mereka sudah sangat cepat jika bisa datang besok pagi."


Jika mereka juga sedang berperang maka itu memang sangat cepat tapi, kerajaan ini tak akan bisa bertahan sampai besok hari


Alger putus asa dia jatuh ke bawah ( berlutut ) para Dragon juga sudah semakin dekat. Dan ketika Dragon sudah sampai di depan tembok kerajaan.


Seorang gadis berambut cokelat melompat ke atas dia menggenggam tinjunya dengan erat. "Pukulan penekan udara!!" teriak gadis itu. Seketika para Dragon yang terbang tinggi terpaksa merendahkan tubuh mereka.


"Nice Elisa! Sekarang mereka sudah dalam jangkauan ku. Sihir kegelapan tingkat 6 Gravitasi mutlak!" Teriak seorang gadis berambut ungu.


Dengan satu mantra itu. Seperdua dragon jatuh ketanah dengan keras akibat tekanan yang diberikan.


"Margaret! sekarang giliranmu!" teriak gadis berambut ungu itu. yang tak lain adalah Lia


"Gigantoma!!! keluarlah!" Teriak Margaret.


Dengan teriakan itu golem raksasa keluar dari tanah. Ukurannya sungguh bukan main, kira-kira 3 kali lebih besar dibandingkan Dragon yang ditunggangi oleh Dragon Monarch.


"Injak mereka."


Gigantoma berjalan menginjak para Dragon yang telah melekat di tanah. Itu seperti melihat manusia menginjaki para semut yang lewat di bawahnya.


Tiba-tiba semburan api dashyat mengarah menuju Gigantoma. Margaret yang melihat itu menyilangkan kedua tangannya diikuti Gigantoma yang melakukan hal yang sama seperti penciptanya.


"Apa kalian yang mengalahkan pasukanku, para makhluk rendahan?!" ucap Dragon yang berwarna hitam. Dan sepertinya dia adalah pemimpinnya.

__ADS_1


__ADS_2