Prince Of The Seventh Hell

Prince Of The Seventh Hell
bab 26 Leveling


__ADS_3

Di kegelapan malam mayat-mayat orc dan goblin berserakan tanpa seorang pun yang tahu. Pelakunya tidak lain adalah Zero, dia menarik setiap orang yang ada disana lalu membunuhnya sekali serang.


Semakin ku perhatikan, mereka ini semakin mirip seperti manusia, mabuk-mabukan, rumah bordil dan perbudakan. Dunia ini benar-benar mirip bahkan sampai sampah di tempat ini juga banyak (sampah yang dimaksud adalah orang-orang yang tak berguna)


Di mata Zero dia hanya menganggap seseorang yang layak untuk dianggap, dia tidak akan segan-segan kepada orang yang tak berguna. Kini Zero berjalan masuk menuju ke sebuah bar, setelah masuk puluhan mata langsung tertuju padanya. Tapi Zero mengabaikan mereka dan berjalan menuju bartender tempat itu. Yang merupakan goblin lengkap dengan pakaian bartender seperti biasa.


"Apa yang ingin anda minum, tuan?"


" .... "


"Tuan?"


Zero cuma bisa diam membisu. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan goblin itu. Dan dalam sekejap Zero menusuk goblin yang bertugas menjadi bartender itu dengan jarum beracun. Racun yang sangat berbahaya namun butuh beberapa waktu untuk efektif. Zero berbalik melihat semua orang yang ada di sana satu persatu sambil melempar jarum yang sama.


5 orc yang menyadari jarum yang dilemparkan Zero menghindar dengan cepat. empat orc mulai menarik pedang besar yang ada di pinggang mereka, sedangkan orc yang satu hanya duduk. Sepertinya dia hanya akan menonton lebih dulu.


Melihat para orc menarik pedang mereka, goblin yang ada di tempat itu juga mulai berdiri dari tempat duduknya. Tak lama setelah berdiri mereka semua kembali tumbang karena racun yang Zero tanamkan di jarum itu mulai bereaksi.


Satu orc maju dengan pedang besarnya


SLASH!


Orc itu mengayunkan pedangnya, tapi dengan mudah Zero menghindarinya. Zero kemudian menarik 'katana biasa' miliknya dari skill penyimpanan ruangnya.


DESING....


Dentuman suara logam menggema di bar itu, Orc yang Zero anggap hanya bisa memerintah baru saja menahan serangan katana milik Zero. Awalnya Zero ingin membunuh semua monster ini dalam sekali serang, namun sepertinya ada 1 orc yang lumayan kuat diantara mereka.


Orc itu kuat, aku bisa menebaknya hanya dengan auranya saja. Bahkan aku ragu aku bisa mengalahkannya dengan status ku sekarang


Pupil mata Zero perlahan berubah menjadi biru.


[status]


nama: groktar


level: 30


keterampilan: mata mahatahu


ketahanan: 50


kecepatan: 48


kekuatan: 98

__ADS_1


vitalitas: 38


sihir: 109


*Statusnya bukan main, aku benar-benar kalah darinya untuk status tapi dalam skill dan pengalaman bertarung aku masih unggul, mungkin*.


Dengan wajah yang tak acuh Zero menatap orc itu, sedangkan untuk keempat orc lain groktar menyuruh mereka untuk pergi.


"Tidak perlu menyembunyikan identitas mu, karena aku sudah tau semuanya."ucap orc itu sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Zero


Zero yang tidak mengerti apa yang dia katakan hanya bisa menatapnya dengan tatapan dingin. Orc itu merapal sebuah sihir dengan telunjuk yang masih mengarah ke Zero. lalu 'ledakan' terjadi di sekitar Zero dan membuat wujud aslinya mulai terlihat jelas.


apa! seorang bocah, tapi kenapa wujudnya seperti itu? aku ingin mengetahuinya lebih banyak namun sihir ku telah habis karena mengungkapkan wujud aslinya. pikir orc itu.


Zero melihat sekeliling tubuhnya. aku tidak terluka sama sekali, apa tadi itu hanya gertakan?. setelah melihat sekeliling tubuhnya dia sangat terkejut. Kini Zero kembali ke penampilannya yang sebenarnya, yang berbeda hanyalah rambutnya yang sekarang panjang.


kini Zero menatap dengan tajam orc itu, dia mengangkat katana yang ada di tangannya diikuti pupil mata yang mulai bersinar kemerahan.



"kurasa aku akan serius mulai sekarang" Zero mulai memasang posisi bertarungnya. orc yang berada di depannya juga telah siap untuk bertarung.


tanpa aba-aba Zero langsung meluncur maju sambil mengarahkan pedangnya kedepan, mengincar dada orc itu, akan tetapi orc itu dengan mudah menahan serangan itu dengan pedang besarnya. Orc itu menatap Zero dengan wajah mengejek.


tapi tatapan Zero tetap tak acuh. Zero kemudian membalik mata pedangnya keatas lalu mendorongnya dengan kuat, serangan itu membuat orc itu mundur beberapa langkah kebelakang. Serangan itu juga membuat luka yang cukup parah dibagian mata kanan orc itu.


Orc itu merasa diprovokasi, dia kini nampak Mulai serius, aura mengerikan terpancar di seluruh tubuhnya, aura itu membentuk kobaran api yang menyelimuti diri orc itu.


pertarungan dahsyat pun terjadi selama beberapa menit.


...----------------...


pagi hari. Seorang goblin berlari dengan panik di kastil penguasa kota. Sampai di pintu dimana raja mereka berada dia membuka pintu itu perlahan, melangkah maju lalu berlutut.


"menghadap yang mulia raja,"ucap goblin itu dengan keringat yang masih mengalir deras.


"ada apa? kenapa kau menganggu waktu ku yang berharga,"balas raja mereka dengan kesal.


"pintu terlarang telah terbuka dan-,"


"apa! pintu terlarang terbuka, siapa yang membukanya?,"


"menurut saksi mata, pintu itu terbuka dari dalam dan seorang pria tua dengan kulit putih dan rambut perak keluar dari tempat itu,"


"apa hanya seorang saja?"

__ADS_1


"iya raja"


"kalau begitu kita harus menangkapnya sebelum dia membuat masalah di kota ini,"


"mohon maaf raja, tapi yang anda khawatirkan itu telah terjadi. Lebih dari 200 penduduk di temukan dalam keadaan meninggal, dan .... "


"dan apa!,"teriak raja orc itu.


sebelum pelayan itu menjawab putra dari raja orc masuk dan hendak menyapa ayahnya.


"aya-"


"ayah Anda, 'mantan raja' groktar juga ditemukan dalam kondisi luka tebasan di dadanya dan sekarang sedang di rawat di kastil kerajaan yang mulia."ucap pelayan itu dengan gugup.


mendengar itu putra raja orc membatu


"apa! ka .... kek terluka parah?."dengan tergesa-gesa di lari menuju ruang perawatan kastil mereka.


melihat putranya begitu panik raja orc cuma bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan.


bahkan ayah dikalahkan? kalau begitu siapa yang bisa menghentikan mahluk itu, di kerajaan ini saja ayahku lah yang terkuat, jika dia sudah dikalahkan bukankah itu berarti tidak ada yang bisa menghentikan mahluk itu? tapi aku harus tetap tenang, aku tidak boleh membuat penduduk menjadi panik.


"kalau begitu, umumkan untuk semua penduduk untuk jangan keluar di malam hari dan perintahkan para prajurit tingkat tinggi/ogre untuk melakukan ronda malam."


"baik tuan."berdiri lalu pergi.


kalau begitu, aku harus segera bertemu dengan ayah dan menanyakan makhluk apa yang ia lawan


"kakek!,"teriak putra orc itu sambil membanting pintu.


"astaga .... Bal kamu membuat kakek terkejut saja, untuk apa kamu kesini?," terkejut


"bukankah itu sudah jelas, aku ingin melihat kondisi kakek."


"tenang saja, kakek tidak selemah itu untuk mati dengan luka ini."


raja orc pun juga sudah sampai di sana dan menanyakan kondisi groktar.


"apa luka ayah telah membaik?,"tanya raja orc


"tidak perlu basa-basi apa yang ingin kau tanyakan," memotong pertanyaan putranya


mendengar itu grol mengangguk"aku ingin tau makhluk apa yang membuat ayah seperti ini?"


"aku tidak tau dengan pasti tapi sepertinya makhluk itu adalah manusia, ras kuno yang pernah menguasai dunia ini, dia begitu kuat bahkan aku sampai mengeluarkan hampir seluruh kekuatan ku. Kita harus bersyukur karena yang datang itu hanyalah anak-anak, akan buruk jika yang datang adalah manusia dewasa."

__ADS_1


"jadi cuman anak-anak yah."ucap grol sambil mengangguk santai.


__ADS_2