
"karena kau sudah tahu siapa aku, aku akan menjelaskan tujuanku menemui mu,"
"tunggu! apa ini tentang pahlawan, kalau benar ayo kita cari tempat lain untuk berbicara" Potong Rein
Arthur berpikir"hmm ... baiklah," mengangguk lalu berjalan menuju sebuah toko makanan.
Mereka berjalan masuk ke toko itu dan memilih meja yang agak jauh dari pintu masuk.
"jadi, apa yang ingin anda tanyakan Raja Arthur," ucap Rein dengan nada santai
Melihat pangeran didepannya begitu santai dia menatapnya dengan tatapan tajam.
Sungguh anak yang berani, biasanya seseorang akan merasa takut ketika berhadapan dengan orang yang jauh lebih kuat darinya, namun anak ini malah sebaliknya dia begitu santai berada di hadapan orang kuat, seakan-akan dia telah terbiasa dengan kondisi itu
Pikir Arthur. Setelah memikirkan itu dia kembali ke tujuan utamanya yaitu detail tentang kematian pahlawan
"kalau begitu, bagaimana cara mu mengalahkannya karena aku yakin pahlawan itu sangatlah kuat. bahkan seorang pemimpin skuat kerajaan kami dikalahkan olehnya" tanyanya
"awalnya aku hanya ingin mengirimkan pembunuh bayaran untuk membunuh pahlawan itu, namun setelah mendengar penjelasan dari Raja kerajaan Mystick. Aku menarik sebuah kesimpulan bahwa pahlawan itu akan selalu lebih kuat dibandingkan musuh yang ia hadapi, mengingat diriku yang belum terlalu kuat aku memutuskan untuk menghadapinya dengan tanganku sendiri.
dan pada saat pertarungan aku melumpuhkan cucu anda Rosalin,"
Mata Arthur terbuka lebar, aura yang sangat kuat keluar dari tubuhnya itu membuat Rein tidak bisa bernafas.
"jadi yang membuat cucuku lumpuh adalah kau!" Auranya semakin kuat
"ji, jika aku tidak melumpuhkannya ma, maka aku mana mungkin ada di depan mu saat ini," dengan terbata-bata Rein mengucapkan kata-kata itu.
Mendengar itu, aura Arthur langsung menghilang, dia menutup wajahnya dengan tangan dan berkata
"maafkan aku, aku tadi kelepasan."
Rein mulai bisa bernafas kembali dia dengan ngos-ngosan memperbaiki pernapasannya
Sungguh aura yang mengerikan, hampir saja aku mati sekali lagi
__ADS_1
"huft ... huft, tidak apa-apa tuan. Dan untuk nona Rosalin anda tidak perlu khawatir, dalam sebulan dia akan kembali normal seperti biasa," ucap Rein dengan tangan di dadanya
"jadi begitu yah, baguslah!"
"tapi kenapa nona Rosalin tidak disembuhkan dengan sihir padahal ada banyak sekali penyembuh di kerajaan anda"
"penyembuh memang banyak di kerajaan ku, namun tidak ada satupun dari mereka yang bisa menyembuhkan Rosalin, setiap kali mereka merapal mantra, mantra itu selalu ter batalkan oleh sesuatu yang menyerupai rantai.
ngomong-ngomong kenapa kau pergi bersama cucuku Irene?"
"hm, itu aku harus bilang apa! mana mungkin aku bilang hanya untuk mengisi waktu luang ku! tidak-tidak jangan pernah mengatakan itu, atau aku akan benar-benar mati aku hanya penasaran dengan cucu dari seorang pahlawan, itu saja" Jawab Rein sambil menyeruput secangkir kopi yang ada di tangannya.
"kalau begitu, cucuku Irene menurut mu bagaimana?" wajah kini semakin dekat dengan Rein
"saat berbicara tentang cucunya dia menjadi sangat emosional, apakah itu sifat dari seorang pahlawan. Ya benar pahlawan Arthur salah satu dari 8 orang pahlawan yang mendamaikan dunia dengan kekuatan mereka.
Diantara 8 orang itu Arthur merupakan terkuat ke 3 diantara mereka, namun dari 8 pahlawan kini tinggal 3 orang lagi, mereka mati karena umur mereka yang sudah mencapai batasnya, dan alasan kenapa Arthur masih hidup sampai sekarang adalah karena keunikan dari rasnya.
Dimana mereka punya hidup yang lebih panjang dibandingkan ras lain, hidup mereka memang panjang, namun pertumbuhan mereka sangatlah lambat contoh elf berusia 20 tahun penampilan mereka sama seperti manusia berusia 15 tahun, baik itu tinggi, dan wajah mereka yang tampak lebih muda."
tapi tatapan Arthur langsung berubah ketika melihat senyuman Rein dia kini kembali serius
"hei bocah! aku tau kau berbohong, jadi katakanlah yang sebenarnya pada ku"
senyuman Rein menghilang seraya berkata"Jujur saja, aku tidak terlalu tertarik dengan percintaan jadi aku sama sekali tidak bisa menilai seorang gadis apalagi cucu anda mungkin baru berusia 9 tahun."
Mendengar perkataan Rein Arthur tertawa terbahak-bahak"ha ha ha"
" .... "
"apa ada sesuatu yang lucu?," Rein bertanya dengan wajah penasaran
"aku benar-benar tidak percaya kau menganggap Irene baru berusia 9 tahun padahal dia lebih tua darimu ha ha ha" Arthur melanjutkan tawanya
"apa! jadi dia lebih tua dariku! tapi penampilannya itu seperti anak kecil bahkan tingginya saja hanya sampai daguku" terkejut
__ADS_1
"ngomong-ngomong soal pahlawan," membungkuk seraya berkata"terima kasih banyak telah menyelamatkan cucuku, aku benar-benar berterima kasih"
Rein terkejut"bukankah seorang Raja harusnya tidak mudah untuk Membungkukan kepalanya"
"aku tidak peduli dengan jabatan atau apapun itu yang jelas kamu telah menolong Rosalin dan aku ingin berterima kasih secara langsung padamu" kembali berdiri
"oh iya, apa Raja dan Ratu kerajaan Mystick juga datang? soalnya aku sama sekali tidak melihat mereka di sekitar istana"
"mereka hadir, namun mereka menyembunyikan identitas mereka dari muka umum, yah soal kematian siapa yang tahu, bisa saja terjadi Sesuatu yang tak diinginkan pada saat mereka tidak bersamaku"
"hm, baiklah."
"baiklah, kurasa sampai di sini saja percakapan kita" bangkit dari tempat duduknya"aku harap kita bisa berbicara seperti ini di masa depan"
Arthur berjalan kembali ke istana untuk persiapan pesta yang akan datang dia sekali lagi menatap kebelakang"Dari banyaknya manusia yang kutemui dia adalah orang yang sama seperti mu pahlawan bayangan, berbicara dengannya membuat ku dejavu ha ha, sungguh hari yang menyenangkan"
Sementara itu Rein masih berada di dalam toko itu melihat Arthur berjalan menjauh
"akan bagus membangun hubungan dengan kerajaan Mystick soalnya ada banyak sekali orang kuat yang ada di sana. Tapi bagaimana caranya?" Disaat Rein memikirkan itu semua dia melihat keluar dan sudah hampir malam, dia dengan cepat berlari pergi menuju istana untuk persiapan pesta.
"pangeran pestanya akan segera di-" ucap orang yang menjaga pintu masuk
Tapi Rein mengabaikan mereka dan langsung masuk menuju kamarnya, di lorong istana dia bertemu dengan Julian pangeran pertama.
"hm, Rein! dari mana saja kau, para pelayan sibuk mencarimu"
"aku habis berjalan-jalan kak di sekitar istana"
"jadi begitu ya, tapi kamu bahkan belum bersiap-siap, cepat pergi mandi sana dan jangan lupa jam 8 malam pesta telah dimulai"
"masih ada 2 jam kak, kakak aja yang terlalu cepat, akukan bisa bersiap-siap setengah jam sebelum pesta?"
"jangan banyak alasan cepat pergi sana," mendorong Rein ke kamarnya.
"iya-iya baiklah aku pergi sekarang"
__ADS_1