
"Aaa ...." Key jatuh, terbaring ke tanah.
"akhirnya selesai juga," di susul Mikhail juga ikut berbaring.
"Hei, Mikhail."
"Khail saja"
"Baiklah, omong-omong dimana Vernil?" tanya Key yang masih terengah-engah
"Aku mengistirahatkannya disana, di batang pohon itu, sepertinya dia sangat kelelahan," ucap Mikhail menunjuk kesebuah pohon dimana vernil bersandar.
"Siapapun pasti akan pingsan, kita menyelesaikan hukuman ini hanya dalam sehari yang seharusnya di selesaikan dalam kurun waktu 3 sampai 5 hari, itu sudah termasuk luar biasa. Jika jalanan-nya lurus pasti kita bisa lebih cepat lagi.
Namun, kita beberapa kali harus memanjat, mendaki dan melompat-lompat di atas pohon demi menghindari para beast yang ada di sana dan untungnya tubuh vernil itu cukup kecil jadi kita bisa bergantian menggendongnya," ujar Key
"Yah, dia pingsan setelah satu putaran, tapi menurutku itu adalah hal yang wajar. Soalnya dia masuk ke akademi hanya untuk menjadi seorang penyihir. Tapi ...." Kalimat Mikhail berhenti dia kini menatap tubuh Key yang baru saja buka baju.
"hm, ada apa?"
"Ah, tidak, aku hanya terkejut melihat otot-mu yang tumbuh secara sempurna baik itu otot lengan sampai otot betis mu. Apa kamu punya metode latihan sendiri? beritahu aku, beritahu aku," ucap dengan wajah yang seperti mendapatkan sebuah hadiah
*Dasar otak otot, apa kamu pikir aku ke akademi untuk melatih mu, hah.*
"Tidak!" ucap Key dengan tegas
"kenapa?"
"Itu karena aku ke akademi bukan untuk melatih mu, aku kesini juga untuk belajar" jelas Key
"Cih, dasar pelit" Mikhail mendecak
"Oh, iya jurusan apa yang kamu ambil Key? apakah kamu memilih jurusan berpedang jika itu benar maka kita mungkin bisa menjadi rival."
"Tidak, aku tidak mengambil jurusan berpedang"
"apa? kalau begitu apa kamu mengambil jurusan sihir? dengan tubuhmu yang seperti itu kau sungguh menelantarkan kesempatan seperti ini."
"Tidak, aku juga tidak mengambil jurusan sihir kok"
"apa, kalau begitu apa mungkin jurusan koki? tidak-tidak itu tidak mungkin, satu-satunya jurusan yang menggunakan otot tinggal panahan.
"Ah tapi itu tidak mungkin, panahan adalah jurusan yang paling sedikit peminat-nya, tidak mungkin kamu-" gumam Mikhail sambil menggelengkan kepalanya sebelum kata-katanya di potong Key
"Kamu benar kok, aku mengambil jurusan Panahan" ucap Key dengan wajah tak acuh
"Hah? apaaa! kamu mengambil jurusan Panahan! di antara banyaknya jurusan hebat! apa kamu sudah gila?" Mikhail yang tadinya berbaring langsung duduk karena tidak percaya dengan apa yang ai dengar.
"Bisa tidak kamu jangan berteriak di dekat telinga ku. Soal jurusan aku memang ingin berlatih panahan karena," Key menggenggam tangannya dengan erat.
__ADS_1
"Itu adalah wasiat dari keluarga ku sebelum mereka meninggal dunia," lanjut Key seakan-akan merasa kehilangan.
"Jadi begitu, maaf karena telah meragukan-mu."
*Syukurlah dia percaya, untung saja Irene tidak ada disini, jika dia mendengar yang baru saja kukatakan dia mungkin akan langsung mengadukan-ku ke ayahku*
Pikir Key dengan senyuman. "Tidak apa-apa."
Key kemudian berdiri, dia berjalan menuju Verlin Lalu menggendongnya. Melihat Key yang pergi menggendong Verlin, Mikhail bertanya. "Kamu mau kemana Key?" tanya Mikhail.
Dengan wajah yang tak acuh Key menjawab. "Apa kamu ingin tinggal di sini? bukankah kita sudah boleh kembali ke asrama atau kamu masih mau melanjutkan latihan ini. Kalau begitu aku dan Verlin pergi dulu ya, selamat berjuang," Key mulai melangkah maju membelakangi Mikhail.
"Hei! tunggu aku!"
Sebelum Mikhail melangkah mendekati Key Dia tiba-tiba teringat sesuatu dan mulai membuka mulutnya untuk bertanya kepada Key
"Key, apa kamu tahu dimana letak asrama itu berada?" dengan ragu-ragu.
Key yang mendengar itu langsung berhenti melangkah lalu melihat ke belakang, dengan wajah bodoh dia menjawab.
"He he, tidak" ucapnya sambil mengaruk kepalanya
Tiba-tiba dibalik pohon muncul seorang nenek-nenek yang memakai kacamata yang mempunyai rambut berwarna putih. Dia muncul tanpa tanda sedikit pun, hingga membuat Key dan Mikhail terkejut.
"Kenapa kalian malah tidur-tiduran di sini, bukanya kalian sedang menjalani hukuman? apa kalian sudah menyerah" ucap nenek itu
"Aku adalah ibu asrama, Tuan Liam menyuruh ku untuk menjemput kalian jika hukuman kalian selesai tapi jika kalian seperti ini, mungkin aku akan kembali dalam 2 hari lagi."
Ibu asrama kemudian berbalik dan mulai melangkah pergi namun, Key langsung menghentikan-nya.
"Maaf ibu asrama tapi kami sudah menyelesaikan hukuman kami, kami ingin kembali ke asrama tapi kami tidak tahu dimana pintu untuk keluar dari tempat ini."
Pupil mata ibu asrama berubah warna menjadi keemasan dia menatap Key dengan tajam dengan tujuan memastikan mereka sedang tidak berbohong.
*hm! dia tidak berbohong, dia menyelesaikan hukuman yang seharusnya di selesaikan dalam kurun waktu 2 sampai 3 hari hanya dalam semalam. Sepertinya mereka punya ketahanan yang sudah di asah sejak lama, ha ... tahun ini ada banyak anak berbakat yang masuk bukankah ini pertanda baik*
"Baiklah, ikuti aku," mulai berjalan ke sebuah tempat kosong dimana hanya ada padang rumput disana. Dia berhenti pas di tempat tempat itu lalu mulai membaca sebuah mantra sihir, tanah disana bergetar dan sebuah pintu keluar dari tanah yang terbuat dari tanah.
"ayo masuklah," ucapnya yang mulai melangkah pertama.
"wow ... tempat ini tidak berhenti membuat ku terkejut. bahkan asrama untuk siswanya saja sudah semegah ini, bagaimana dengan kelasnya. Aku jadi tidak sabar untuk ke sana," ucap Mikhail. tak berhenti terkagum.
Ibu asrama melempar satu kunci ke arah Key dengan refleksnya yang tajam Key menangkap kunci yang sangat cepat itu.
"Itu kunci untuk kamar kalian"
"tunggu, bukannya setiap murid mempunyai satu kamar pribadi, kenapa hanya aku saja yang di beri kunci?"
"Itu karena mulai tahun ini akademi mengubah beberapa sistem, itu sebabnya ada banyak perubahan yang terjadi. Mulai dari pembagian asrama Sampai penggabungan kelas."
__ADS_1
"Penggabungan kelas? apa maksudnya?" tanya Key
"Jadi mulai tahun ini, akademi akan memakai sistem 'Rank' dimana Rank itu dibagi menjadi 6 kelas mulai dari kelas S sebagai yang tertinggi lalu dibawahnya ada kelas A,B,C,D,E. Tanpa memandang jurusan," jelas ibu asrama.
*Kenapa? kenapa harus mulai tahun ini, aku sengaja masuk jurusan Panahan karena tidak ada orang yang mau mendaftar di jurusan itu. Tapi apa-apaan ini, semua rencana ku menjadi sia-sia*
Pikir Key yang agak kesal.
"Kalau begitu kami pergi masuk dulu ibu asrama, kami ingin beristirahat terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran besok." menunduk lalu berjalan pergi.
"iya pergi lah,"
Di dalam asrama itu ada ratusan pintu yang berjejer yang mempunyai nomor masing-masing, dan untuk kamar Key dan kawan-kawan sepertinya berada pada nomor 890 dimana itu adalah kamar paling jauh dari pintu masuk.
*Sialan! apakah masih jauh aku benar-benar capek*
Keluh Mikhail. Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di kamar mereka. Key membuka pintu. Saat ini Mikhail yang menggendong Verlin, setelah Mikhail meletakkan Verlin di salah satu kasur yang Ada di sana dia langsung berbaring di kasur yang ada di sebelahnya.
Diikuti Key yang juga langsung berbaring. Pada saat Key hampir tidur suara yang tak asing terdengar.
[tuan, apakah anda sibuk saya ingin melaporkan sesuatu]
(tidak, aku tidak sibuk, apa yang ingin kamu laporkan)
[saat ini saya telah berhasil menaklukkan lantai ke 5 dungeon itu dan saat ini saya ada di lantai enam]
(benarkah?)
[ya tuan dan yang ingin saya laporkan adalah di lantai 6 ini ada banyak sekali mahluk yang sama seperti makhluk yang ada di neraka]
[Mulai dari vampir sampai succubus mereka sepertinya berencana keluar dari lantai 6 ini dan masuk ke dunia manusia. Tapi mereka seperti sedang menunggu seseorang, karena mereka sama sekali belum melakukan pergerakan]
(Bagaimana dengan kekuatan mereka?)
[jujur saja, saya saat ini mampu untuk membunuh beberapa petinggi mereka dengan bayaran tubuh ini akan hancur]
(kalau begitu, tidak perlu bertarung, cukup bunuh mereka secara diam-diam)
[baik tuan, kalau begitu saya pamit]
*Apa-apaan ini, bukannya orang tua itu mengatakan kalau perang akan dimulai dalam 10 tahun. Tapi ini baru 4 tahun.*
Key akhirnya bisa menebak apa yang dimaksud oleh kakek tua itu.
**Jadi begitu yah, dalam 6 tahun kedepan perang akan langsung dimulai dimana seluruh ras tingkat tinggi telah siap dan telah mengumpulkan pasukannya. sementara manusia tanpa persiapan apapun akan secara mau tidak mau akan ikut berperan demi mempertahankan kerajaan mereka.
Kalau begitu, aku akan melindungi nyawa ku sendiri saat perang itu dimulai dan sedikit demi sedikit menghabisi mereka. Sial aku harus segera menjadi lebih kuat, tapi karena aku sekarang telah memasuki akademi ini maka aku tak akan bisa keluar sebelum tamat.
kalau begini, aku cuma bisa mengandalkan sistem untuk melakukan leveling, secepat mungkin*.
__ADS_1