
"Apa kalian yang mengalahkan pasukanku, para makhluk rendahan!" ucap Dragon yang berwarna hitam. Dan sepertinya dia adalah pemimpinnya.
Lia, Elisa dan Margaret melihat ke atas. Pandangan mereka tertuju pada seekor Dragon hitam yang tadi menyemburkan api dashyat.
"Sepertinya dia adalah komandannya," ucap Lia santai.
"Ya, tidak salah lagi, dia adalah komandannya," ucap Margaret yang membenarkan perkataan Lia.
"Jadi Lia, apa kita akan tetap pada rencana untuk mengulur waktu dan menunggu Lion, Leo dan yang lainnya?" bisik Elisa ke Lia.
Dragon hitam itu berubah wujud, dia mengambil wujud Yang hampir mirip dengan tubuh manusia. Yang berbeda hanyalah tanduk serta sayapnya, dan juga warna kulitnya yang berwarna hitam.
Aura gelap mengelilingi tubuhnya. Aura itu memberikan tekanan yang kuat pada semua orang yang berada di dekatnya. Bahkan, para bawahannya merasakan aura mencekam itu darinya.
"Bersyukur lah manusia! aku akan membunuh kalian dengan wujud asli ku. Aku, salah satu dari sepuluh komandan perang Dragon Monarch. Dax sang Black Dragon," ucapnya menyombongkan diri.
Mendengar itu. Elisa sekali lagi berbisik ke Lia. "Hei Bukankah dia terlalu banyak berbicara. Bagaimana kalau kita menyerangnya sekarang?"
"Tidak, tunggu sebentar. Kita tunggu Margaret menyelesaikan tugasnya, untuk melihat status lawan kita. Akan sangat berbahaya jika kita menyerang tanpa tahu seberapa besar kekuatan lawan." ucap Lia menghentikan Elisa yang hendak menyerang.
Di samping mereka Margaret memandangi Dragon itu dengan mata yang perlahan membiru. Setelah sekitar 1 menit Margaret telah melihat status Dex dia kemudian memberikan rinciannya pada Elisa dan Lia.
"Aku telah selesai melihat statusnya. Aku akan mengirim rinciannya pada kalian," ucap Margaret ( mengambil papan status yang ada di sakunya ) dia menekan beberapa tombol yang ada di sana.
"Aku sudah mengirimnya, cobalah lihat papan status kalian," lanjut Margaret.
Mendengar perkataan Margaret. Elisa mengambil papan status yang ada di saku bajunya sedangkan Lia sepertinya punya tempat yang agak berbeda. Lia mengambil papan statusnya dari belahan atas yang tak lain adalah belahan dadanya.
Elisa dan Margaret memandanginya dengan tatapan cemburu. Tak seperti Lia, Elisa dan Margaret mempunyai dada yang agak rata.
Cih dasar pamer! semoga dada mu itu nanti hilang terpotong. Elisa dan Margaret mengutuk dalam hati.
Mereka kemudian mulai melihat status Dex.
...[ status ]...
nama: Dex
ketahanan: 156
kecepatan: 57
kekuatan: 120
__ADS_1
vitalitas: 20
sihir: 2,330
"wah-wah, sihirnya bukan maen, tapi sepertinya dari segi kecepatan kita sedikit lebih cepat darinya," ucap Lia.
...[status]...
nama: Lia
keterampilan: sihir kegelapan
ketahanan: 67
kecepatan: 65
kekuatan fisik: 45
vitalitas: 290
sihir: 1,210
Perbedaan status mereka terpaut cukup jauh, Tapi mereka adalah para murid dari seorang yang pernah menantang dewa. Rein, juga telah melatih mereka seni beladiri yang cocok mereka gunakan, dalam 4 tahun ini, mereka tidak hanya tinggal di satu tempat saja.
Yui ( sistem ) memberi mereka semua tugas masing-masing untuk di selesaikan, mereka beberapa kali bertemu dengan makhluk yang jauh lebih kuat dari pada mereka. Jadi bertarung dengan orang yang lebih kuat bukan lagi sebuah masalah besar.
Alger yang melihat para Dragon di injak-injak bagai semut oleh sebuah Golem cuma bisa terkejut sekaligus kagum.
Siapa sebenarnya yang sedang membantu kita saat ini? kekuatannya sungguh hebat!
Setelah cukup lama melihat sekeliling dia akhirnya melihat 3 gadis manusia yang terbilang masih cukup muda. Tapi perhatiannya tertuju pada seorang gadis yang mempunyai rambut keunguan. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya.
Wow! gadis manusia itu sangat cantik. ( tiba-tiba Sadar akan kondisi saat ini ) tidak! jangan memikirkan itu sekarang Alger, saat ini fokus lah memenangkan perang ini.
Pikir Alger. Dia kemudian meluncur turun dari tembok dan menuju ke tiga Gadis itu. Setelah dia sampai di sana dia disambut dengan hangat. Sebuah pedang yang tak lain adalah Katana, melekat di lehernya dan sudah siap untuk memenggal kepalanya.
"Siapa kau?" tanya Lia dengan niat membunuh yang sangat kuat.
Cantik sekali, sudah kuduga dia lebih cantik jika di lihat dari dekat.
"Sepertinya kau memang ingin mati." ucap Lia
Tapi sebelum Lia memenggal kepalanya, Alger langsung mengatakan siapa dirinya.
__ADS_1
"Tunggu-tunggu! Aku adalah komandan perang pasukan yang kerajaan Zephyra Namaku Alger," ucap Alger mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Komandan?" Lia Agak curiga dengannya. Tapi tanpa aba-aba sedikit pun semburan api sedang mengarah ke tempat mereka. Lia langsung membalikkan badannya.
"Sihir kegelapan tingkat 5!! dark circle!!" teriak Lia sambil mengangkat kedua tangannya ke atas dengan cepat.
BUM!
Ledakan dahsyat terjadi, menghanguskan seluruh pohon yang ada di tempat Lia dan kawan-kawan berdiri. Dex yang melihat serangannya tepat mengenai mereka berkata.
"Beraninya kalian mengabaikan Dragon yang perkasa ini! Maka rasakan lah, napas api-ku itu. Ha ha ha! ha!"
Dex yang masih tertawa tidak merasakan sama sekali bahwa Elisa telah berada di belakangnya. Elisa mengumpulkan sihir pada kepalan tangannya. ( menarik nafas )
"Pukulan penekan udara!!" Tubuh Dex terdorong oleh kuatnya tekanan angin yang diberikan. Hingga membuatnya menghantam permukaan tanah dengan keras.
Tak berhenti di situ, Elisa kemudian kembali melancarkan pukulan susulan, ada 20 pukulan yang kembali di terima oleh Dex.
{ jika kalian sulit mengimajinasikan pukulan angin itu, ingat saja pada saat pertarungan Guy gerbang ke 8 melawan Madara. }
Dex yang terbaring di tanah murka dia menghembuskan nafas api berkali-kali ke arah Elisa sehingga Elisa tidak punya pilihan lain selain menghindar.
Tapi, sebelum Elisa tiba ke tempat Lia Dex sudah berada di depannya.
Apa? bukankah kecepatannya itu sangat rendah?! kenapa dia bisa berada di depan ku hanya dalam sekejap?
Elisa yang masih dalam keadaan terkejut. Menjadi sasaran empuk bagi Dex untuk menyerangnya. BUUK! pukulan keras mendarat di wajah Elisa hingga membuatnya terlempar jauh lalu menghantam tanah.
Elisa bangkit. dia meludah darah yang ada di mulutnya. Dex yang melihat dia masih Sadar kembali berdiri di depan Elisa. Lia yang sedari tadi hanya mengamati akhirnya mengetahui apa yang digunakan Dex.
...****************...
"Jadi begitu, sepertinya dia menutupi kelemahan dalam kecepatannya dengan menggunakan kemampuan teleportasi. Sial, sepertinya ini akan menjadi sedikit sulit."
"Hey, apa kamu tidak ingin membantu teman mu itu?! dia saat ini bertarung satu lawan satu melawan Komandan dari pasukan naga-naga itu." ucap Alger, khawatir dengan Elisa.
"Jangan meremehkannya, dia bukanlah orang yang akan bisa dikalahkan dengan mudah dan juga saat ini kita harus fokus menghadapi para pasukannya," ucap Lia yang kemudian melihat ke arah Dragon yang masih tersisa.
"Kalau begitu, kamu mulailah gerakkan pasukan mu, kita harus mempertahankan kerajaan ini." Lanjut Lia menunjuk ke Alger.
Alger yang mendengar itu mengangguk lalu berbalik lalu pergi kembali ke atas tembok untuk kembali memimpin para Elf.
...****************...
__ADS_1
Elisa yang melihat Dex sudah berada di depannya tersenyum lalu memegang salah satu tangan dari Dex.
"Apa yan-" sebelum menyelesaikan perkataannya tanpa sadar tubuh Dex telah terbalik. Dex terkejut. tak berhenti di sana Elisa kemudian melanjutkan serangannya menggunakan lututnya hingga membuat Dex sekali lagi menghantam tanah.