
6 bulan kemudian
"Baiklah, anak-anak ibu ingin menyampaikan sesuatu yang penting. Minggu depan pihak akademi akan mengadakan latih tanding tengah semester"
Mendengar itu se isi kelas menjadi heboh tapi kemudian seorang gadis mengangkat tangan. "Ibu! apakah kakak kelas juga ikut" ucap Fiona yang juga seorang ketua kelas di kelas tingkat C.
Di akademi ini, murid baru dibagi menjadi kelas A, B, C, dan D dan masing-masing kelas mempunyai urutan seperti Kelas D mempunyai 12 kelas, C 6 kelas, B 3 kelas dan A 1 kelas. satu kelas biasanya dihuni 45 siswa dari ras yang berbeda-beda tergantung kemampuan mereka.
Dulunya sih tidak begitu dulu setiap jurusan mempunyai kelas mereka masing-masing dan karena itulah aku sengaja memilih panahan dimana hanya satu dua orang saja yang masuk ke sana.
Namun, itu justru menjadi bumerang untukku, karena sistem akademi di ubah dan kelas di bagi menjadi 4 tingkatan, dimana di bagi berdasarkan penilaian kemampuan fisik dan sihir. Walaupun kemampuan fisik ku tinggi tapi kemampuan sihir ku itu sangat rendah, yah aku sengaja menekannya sih.
Karena itu, kelas ku saat ini adalah kelas C yang dimana hanya satu kelas lebih tinggi dari kelas D. Tapi aku tidak menyangka akan satu kelas dengan mereka berdua Mikhail dan juga Verlin. Aku harap latih tanding ini tidak merepotkan. ngomong-ngomong aku berada di kelas C tingkat 2.
"tidak, untuk kakak kelas kalian merasa juga akan melakukan latih tanding namun, hanya dengan satu angkatan mereka dan Jika kalian tidak sabar melawan kakak kelas kalian, tenang saja pada ujian penaikan kelas kalian akan melawan kakak kelas kalian," ucap guru sienna dengan senyuman yang tak pernah berubah dan mata yang selalu tertutup.
Mikhail mengepalkan tinju. "Akhirnya aku mendapat sebuah kesempatan untuk bersinar, akan aku tunjukkan kepada para bangsawan itu bahwa kita sama sekali tidak lemah!" ucap Mikhail dengan mata yang berapi-api
"Bukankah kau terlalu bersemangat Khail, Kau tau sendiri kan bagaimana kekuatan kelas A dan B, jujur saja pasti sulit untuk menang" ucap Vernil yang membuat semua orang disana langsung putus asa.
Sepertinya vernil memang berbakat untuk menurunkan semangat seseorang, hanya dengan beberapa kata saja semuanya langsung berpikir dua kali. Sungguh kemampuan yang berguna seandainya itu berpengaruh kepada musuh.
Tapi kata-katanya malah membuat semangat semua orang dikelas ini langsung down dan itu akan merugikan kelas kita sendiri.
Melihat anak walinya putus asa Guru Sienna angkat bicara. "Soal itu kalian tidak perlu khawatir, soalnya pada latih tanding ini semua kelas akan digabungkan dan untuk pembentukan tim, itu dilakukan dengan cara di undi jadi tidak ada yang boleh protes dengan hasilnya nanti."
__ADS_1
"Apa itu artinya kami akan bekerja sama dengan para bangsawan untuk memenangkan pertandingan ini?" tanya ketua kelas kembali.
"Yap, betul," ucap guru sienna Lirih.
"Guru Sienna apa boleh saya sendiri saja menyelesaikan latih tanding ini," ucap ketua kelas yang tangannya gemetaran.
"Sayang sekali Fiona, itu tidak mungkin karena latih tanding ini bertujuan untuk melatih kerja sama diantara para murid dan tidak ada pertarungan perorangan.
Sepertinya kamu punya trauma pada bangsawan, tapi tenang saja di akademi ini semua murid tak lebih hanya seorang pelajar tak memandang kekuasaan. Yang penting disini adalah kekuatan, selama kamu menunjukkan kemampuan terbaikmu maka kamu akan dihargai."
Fiona, seorang gadis dengan Ras Malaikat. Sama seperti malaikat pada umumnya dia mempunyai dua pasang sayap putih di punggungnya. Dia mempunyai rambut berwarna merah darah dengan iris mata merah. Ini pertama kalinya aku melihat Ras Malaikat.
Dia sangat populer di kalangan pria mulai dari kelas C, kelas D, bahkan ada beberapa bangsawan dari Ras lain di kelas B yang mengincarnya. Itu mungkin penyebab kenapa dia khawatir.
Tapi berapa banyak orang dalam satu tim? bukankah murid baru tahun ini mencapai 1000 orang, walaupun itu adalah jumlah yang sedikit jika melihat berapa banyak orang yang mendaftar. Kalau tidak salah lebih dari 4000 orang yang mendaftar.
"Baiklah, semua diam. Karena pihak sekolah sudah membagi tim kalian, maka ibu akan menampilkannya di papan tulis. Nah silahkan dilihat baik-baik nama kalian ada di mana" ucapnya dengan lembut.
Key mulai mencari namanya dengan teliti. Matanya tiba-tiba terbuka lebar akibat terkejut.
"Wow! kita satu tim Khail, Key. Dan juga kita bersama siapa yah, aku tidak tahu wajah-wajah mereka tapi melihat kelas mereka yang kebanyakan dari kelas A kita sepertinya beruntung, kan," ucap Vernil sambil menoleh ke arah Key dan Mikhail.
Kau pasti bercanda! aku satu tim dengan Irene! ***! jangan bercanda lah ***! bagaimana kalau dia tidak sengaja keceplosan dan membongkar identitas ku yang sebenarnya. Argh ... sial
"Luar biasa!" ucap Mikhail yang terkejut.
__ADS_1
"Ada apa Khail?" tanya Vernil.
"Apa kamu tidak melihat siapa nama dari tim kita baik-baik, ada seorang yang sangat terkenal di seluruh benua," ucap Mikhail terkejut tak percaya
"memangnya siapa? tunggu! nama ini, apa jangan-jangan Putri Irene yang dikenal di seluruh benua karena kecantikannya. Kita sangat beruntung bisa melihat Putri Irene benar, kan Key?," ucap Vernil sambil menoleh ke arah Key.
Key tersenyum pahit. "ya, yah kamu benar ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, ha ha," tertawa asam.
"Apa kalian sudah mengetahui Tim kalian? jadi mulai besok Kelas akan diubah mengikuti tim kalian, jadi bersiap-siaplah dalam seminggu ini. Kalau begitu keluar cukup sampai di sini saja." mengambil buku di meja lalu pergi ke luar dari kelas itu.
"terimakasih atas semuanya sensei," menunduk serempak.
Mereka kembali berdiri, Vernil dan Mikhail kemudian berjalan menuju tempat duduk Key. "Hey key, sepertinya kita berada pada tim yang sama," ucap Mikhail.
"memangnya kenapa?"
"Padahal aku ingin sekali melawan mu, sial ...."
Key Sama sekali tidak bangkit dari tempat duduknya, bahkan saat guru menampilkan tim yang seharusnya mereka lihat, itu sebabnya Mikhail datang ke Key untuk memberi tahunya tentang di tim mana key berada. Tapi sebenarnya Key dengan jelas bisa melihat papan itu, bahkan dengan tulisan yang sangat kecil.
"Apa sebegitunya kamu ingin melawanku?"
"bukannya itu sudah jelas! satu-satunya orang yang pernah mengalahkan ku dalam hal fisik adalah kamu Key!"
"tidak perlu berteriak, kalau kamu memang ingin melawanku, bagaimana kalau nanti kita sparing aja."
__ADS_1
"Benarkah? baiklah aku menantikan hari itu tiba secepatnya. Ngomong-ngomong kelas kita berkumpul besok adalah kelas A, aku dengar Fasilitas di kelas A jauh lebih baik dibandingkan kelas di bawahnya," ucap Mikhail.
{Maaf jika kata-katanya terkesan bertele-tele, saya akan terus belajar dan berusaha untuk memperbaikinya. Salam author}