
"sial.... sepertinya aku meremehkan kalian! aku mengaku kalah di ronde ini, baiklah mari kita mulai ronde keduanya."ucap Zero dengan posisi meluncur.
kakinya terhentak ketanah, membuat tanah itu retak, dan dalam waktu yang singkat Zero berada di hadapan salah satu ogre itu, terkejut! ogre itu langsung mengayunkan kayu yang ada di tangannya. Zero menghindari Serangan itu dengan menjatuhkan badannya kebelakang dengan tangan sebagai tumpuan kakinya langsung mengarah ke tengkorak ogre itu.
BUM!
ogre itu terlempar ke dinding dungeon, sama seperti Zero yang terlempar ke dinding, namun ada satu perbedaan yang sangat jelas dimana bagian tubuh Zero yang pertama kali terbentur tapi untuk ogre itu yang mendarat pertama kali adalah kepala hingga membuat ogre itu tertancap bagai paku.
"wraaaa."ogre lain berteriak, dengan cepat tubuhnya langsung membesar 2 kali lipat dari pada sebelumnya."huu... sepertinya ini akan sedikit merepotkan." ogre itu memasuki mode Berserk.
"dengan aktifnya mode Berserk, kekuatan pengguna akan meningkat 5 kali lipat, tapi kemampuan ini mempunyai banyak sekali kekurangan. Pertama siapapun yang masuk pada mode Berserk akan kehilangan akalnya tapi ini tidak berlaku bagi monster.
tapi bukan berarti monster itu tidak menerima efek samping sama sekali dia akan kehilangan salah satu fungsi tubuhnya secara permanen bahkan yang terburuk adalah seluruh fungsi dari ogre itu akan menghilang. Dan akhirnya mati.
Apa aku menunggu mode Berserknya selesai lalu menyerangnya atau aku terobos aja?."
ragu akan keputusannya secercah ingatan Zero sewaktu di neraka kembali, membuat dia menertawai dirinya sendiri.
"haha.. sejak kapan aku menjadi ragu seperti ini, aku akan menemanimu bermain dalam mode Berserkmu ogre."
ogre itu membuang kayu yang ada di tangannya dan dengan mata merah maju kearah Zero. tak berdiam diri disana Zero juga mulai berlari menuju kearah ogre itu, adu jotos terjadi cukup lama diantara mereka berdua. Zero melompat dan langsung mengarahkan tendangannya ke kepala ogre itu. Tendangan Zero tepat mengenai kepala ogre itu dengan telak namun itu tampaknya sama sekali tidak berefek.
ogre menahan kaki Zero dan melemparnya ke samping, Zero yang terlempar berputar dan mendarat dengan sempurna.
__ADS_1
Aku penasaran bagian mana yang hilang dari ogre ini, tapi Jangan bilang fungsi tubuhnya yang hilang adalah rasa sakitnya! kalau itu benar ini sama sekali tidak lucu, aku harus mengakhiri ini secepat mungkin!. Sepertinya skill itu sudah bisa ku gunakan.
"Skill Manjlor demonic power."
dengan skill ini semua seranganku akan ditingkatkan 3 kali lipat, karena energi iblisku tinggal sedikit, aku hanya bisa menggunakan skill ini selama 5 detik. Dan untuk dog wolf king aku akan menggunakan sihirku untuk mengalahkannya.
sekali lagi Zero melompat maju tapi senjata miliknya telah berganti dari knuckle menjadi degger.
SLASH...
puluhan tebasan terukir jelas ditubuh ogre itu, dia mengarahkan tangan kanannya ke Zero, berniat untuk menangkapnya, sebelum tangan ogre itu mencapai Zero, tiba-tiba tangan ogre terjatuh ke tanah diikuti darah yang muncrat keluar.
ogre itu sama sekali tidak meraung kini dia mencoba dengan tangan kirinya namun hal itu terulang kembali. Tangan kirinya juga tergeletak di tanah dengan darah yang keluar terus menerus.
sekarang pandangan Zero tertuju pada dog wolf king, dia meludah darah yang ada di mulutnya"ciuh."dengan mata yang bersinar keunguan dia menatap monster yang ada di depannya. (Menghela nafas panjang) lagi-lagi Zero mengganti senjata, senjatanya kini berubah menjadi sebuah katana yang panjangnya sekitar 2 meter.
Zero memasang posisi 'kamae' yaitu posisi awal dalam seni beladiri kendo yang biasa digunakan untuk menyerang sekaligus bertahan. Jangan lupa bahwa Zero adalah seorang jenius sewaktu di bumi dia menguasai banyak sekali jenis seni beladiri yang dia latih secara otodidak.
dog wolf itu akhirnya mulai melangkah, setelah melangkah sebanyak 3 kali, dia tiba-tiba menghilang dan langsung berada di belakang Zero. Tapi sepertinya Zero sudah tahu hal itu, dia sama sekali tidak merubah pandangannya. Dog wolf itu (membuka mulut) perlahan bola api terbentuk di mulutnya.
(menghela nafas panjang) nafasnya kini dapat dilihat secara jelas keluar dari mulut Zero. "Skill beheading slash." dog wolf yang berdiri di belakang Zero langsung kehilangan nyawanya tanpa perlawanan sedikitpun.
Zero menjatuhkan dirinya ketanah(terengah-engah)"untungnya dog wolf king lebih lemah dibanding ogre dalam mode Berserk itu, jika dia tidak mati dalam sekali serang. Kemungkinan besar aku sendiri lah yang repot, aku juga sudah kehabisan energi iblis dan sihir ku. Hadeh... Baiklah waktunya mengumpulkan sihir untuk pergi dari tempat ini!." dalam keadaan terbaring sihir Zero perlahan mulai kembali.
__ADS_1
untungnya skill kemalasan masih berfungsi secara otomatis jadi sihirku lambat laun akan terisi kembali, skill yang aku dapat dari pangeran pertama neraka ini tidak terlalu berguna sewaktu aku di neraka karena semakin aku diam di suatu tempat semakin cepat pula sihirku akan pulih. Dan itu tidak cocok dengan diriku semasa di neraka.
20 menit kemudian
"hup..(kick up) akhirnya setengah sihirku telah pulih, ini waktunya kembali ke tempat anak-anak, aku harap mereka melakukan apa yang aku suruh. Tapi sebelum kembali aku akan berkeliling dahulu." memerhatikan sekitar tempat itu.
"untuk makanan kurasa daging dog wolf ini sudah cukup untuk beberapa hari, karna aku tidak berniat membawa semua mayat ini dan membiarkannya membusuk di sana."
Zero mulai berjalan, mengelilingi setiap sudut dungeon tapi ada satu hal yang membuatnya tertarik dan itu adalah sebuah pintu yang didepannya tertulis 'cobalah untuk menantang para dewa' dan pintu itu baru muncul setelah mengalahkan dog wolf king. Tapi Zero sama sekali tidak berniat untuk masuk ke dalam sana.
"jika di dalam sini adalah lantai dua maka aku harus menunda rasa penasaran ku!, lantai satu saja sudah sesulit ini lalu bagaimana dengan lantai dua, jika aku masuk ke sana itu jelas-jelas cari mati."memengang pintu itu.
dia kembali berkeliling dan dia menemukan banyak tulang belulang manusia.
"apa mereka ini petualang yang tidak pernah kembali itu." lambang petualang di leher mereka yang masih utuh membuat Zero yakin kalau mereka adalah para petualang itu."ada 3 yang mayatnya masih utuh namun yang lain... benar-benar sudah berantakan."
melihat satu pintu lagi Zero membuka pintu itu dengan pelan, didalamnya terdapat pedang dan sirah yang dipakai oleh para petualang itu.
"sekarang aku yang kalau monster itu mempunyai pemikiran sendiri. Mu.. hehehe aku akan membawa semua barang ini untuk melatih anak-anak 'skill space storage'."sebuah celah ruang menyedot semua barang-barang yang ada di sana dalam sekejap.
"kalau begitu waktunya pergi!. untuk jaga-jaga aku akan menandai dungeon ini."melangkah keluar. Langit sudah berubah menjadi jingga yang artinya ini sudah 6 jam berlalu sejak Zero masuk ke dungeon itu.
"hmm...(terkejut) apa... sudah sore! apa anak-anak tidak kelaparan yah (panik) aku harus kembali secepat mungkin dan membawakan mereka ayam bakar dan juga nasi."
__ADS_1