Prince Of The Seventh Hell

Prince Of The Seventh Hell
bab 23 hari kedua pelatihan


__ADS_3

pagi telah tiba, anak-anak itu masih tidur. Yah itu adalah hal yang wajar sih mereka semalam berlatih dengan sangat keras bahkan mereka mengigil karena kedinginan. Untuk mencegah mereka sakit Zero memberikan pil daya tahan tubuh kepada setiap muridnya.


hari kedua pelatihan


berbeda dari sebelumnya, kini Zero mengamati mereka secara langsung dan melihat perkembangan semua muridnya. Yang paling menonjol diantara mereka adalah Lion, Leo dan juga Sia.


entah kenapa perkembangan Lia sangat lambat dibandingkan anak-anak lain dalam kemampuan fisik maupun sihir. Apa atribut kegelapan punya cara tersendiri untuk berkembang? ini jelas bukan kabar baik, aku harus segera menemukan metode yang cocok dengan atribut Lia. Jika tidak, cepat atau lambat pasti dia akan tertinggal dengan anak-anak lainnya


setengah jam berlalu Lion dan Leo telah menyelesaikan tugas harian mereka. Tugas mereka itu adalah pus up, sit up dan pull up masing-masing 100 kali. satu jam berlalu Joy ,Ken, Rhin dan Sia juga telah selesai. dan setelah 2 jam semuanya telah menyelesaikan tugas harian mereka.


seni beladiri apa yang cocok untuk ku ajarkan kepada anak-anak ini, apa kendo atau taekwondo? hmm..... Tidak! karena aku ingin menjadikan mereka menjadi sebuah mahakarya, aku akan mengajari mereka semua seni beladiri yang ku tau, baiklah untuk permulaan aku akan mengajari mereka kendo lebih dulu. pikir Zero sambil mengangguk diikuti senyum mengerikan.


"karena kalian telah selesai melakukan latihan fisik kalian, maka pergi ke gudang dan ambil pedang. Ken kamu, pergilah dan ambil 10 pedang."ucap Zero sambil menunjuk Ken.


Ken mengangguk, lalu berputar, menuju ke gudang dengan berlari santai. Melihat master mereka akhirnya akan mengajarkan teknik pedang, mata mereka berbinar dengan penuh kesenangan.


"apa kami akan belajar pedang hari ini master." Rhin maju dan bertanya kepada Zero. penampilan Rhin itu mempunyai warna biru dengan pupil mata biru muda. Dalam segi stat, Rhin bisa di bilang adalah anak dengan stat yang paling seimbang antara sihir dengan kemampuan fisiknya.


"ya"jawab Zero dengan singkat.

__ADS_1


tak lama kemudian Ken kembali dengan tubuh yang dipenuhi oleh pedang yang digantung menggunakan tali, dia nampak sangat kerepotan. Melihat temannya kesusahan Lion dan Leo dengan cepat membantu Ken membawa pedang yang ia bawa.


keringat Ken masih mengalir diwajahnya. Zero menarik sebuah pedang di penyimpanan ruang miliknya dan mulai menjelaskan dasar-dasar dari seni beladiri kendo.


"aku akan mengajari kalian seni beladiri yang di sebut kendo. Pertama, Postur dalam kendo, badan harus tegak lurus tetapi terasa nyaman dan kita mudah bergerak, dan kita harus menjaga posisi tersebut secara kontinyu, tanpa menyebabkan kita merasa sakit pada salah satu titik atau anggota badan."ucap Zero sambil berdiri tegak dan menunjukkan bagaimana posisi yang benar kepada anak-anak.


"kedua, kuda-kuda. Dengan menjaga postur tadi, maka kita akan bisa melakukan kamae dengan benar. Contohnya dalam chudan no kamae, pedang dipegang dengan kedua tangan, ujung pedang setinggi leher lawan, dan mengarah ke mata lawan. Pandangan mata ke mata lawan, bukan ke pedang atau anggota tubuh lain."Zero mengangkat pedang yang ia pegang dan mempraktekkan cara melakukan kamae atau kuda-kuda dalam kendo.


melihat semua gerakan yang diajarkan oleh master mereka, mereka langsung membentuk satu baris panjang dan mengulangi gerakan yang tadi Zero buat. Tiba-tiba mata Zero tertuju pada satu muridnya, dia selama ini tidak terlalu dianggap oleh Zero namun sekarang dia mendapatkan perhatian penuh dari Zero. Siapa dia? yah dia adalah Elisa anak yang tidak mempunyai sihir yang besar dan fisik yang kuat.


namun bakatnya ternyata terdapat pada kemampuan meniru yang sempurna. Sampai Zero yang dikatakan sebagai seorang jenius pun tidak bisa menguasai dengan sempurna teknik dasar kendo hanya dalam sekali lihat. Zero melongo.


Zero kini berniat untuk mempercepat pelatihan mereka dari 5 tahun menjadi 4 tahun, bagaimanapun melatih tubuh dan sihir pasti membutuhkan waktu yang lama jadi 4 tahun adalah waktu yang singkat untuk mereka.


Dan akhirnya mereka menjadi sebuah mahakarya yang sempurna, mulai dari sihir kemampuan fisik, mental dan seni beladiri akan Zero ajarkan itu semua kepada murid-muridnya itu. memikirkan semua itu bulu kuduk Zero berdiri dia sudah bisa melihat masa depan dimana mereka lah yang akan menjadi pahlawan.


Zero kemudian memanggil Elisa, Zero berniat untuk memberikan Elisa pelatihan khusus untuk melatih bakatnya dalam bela diri, sedangkan anak-anak lain masih fokus melatih kuda-kuda mereka Zero dan Elisa akan melakukan sparing. Itu bertujuan untuk menambah pengalaman Elisa.


"apa kamu telah siap Elisa?."tanya Zero.

__ADS_1


"tapi kenapa saya harus bertarung dengan anda master."Elisa kebingungan.


"itu karena bakat mu adalah meniru setiap gerakan musuh lalu menyempurnakannya, jadi aku akan latih tanding dengan mu menggunakan berbagai seni beladiri dan berusaha lah meniru sebanyak mungkin."jawab Zero sambil menatap Elisa.


mendengar jawaban dari masternya Elisa mengangguk perlahan. Zero mulai memasang kuda-kuda muay thai dengan cepat Elisa meniru Zero. melihat itu Zero tersenyum benar-benar berbakat dia meniru ku dengan sempurna hanya dalam sekali lihat, aku tak berhenti terkagum.


Zero maju dan menyerang menggunakan sikunya dan dengan cepat Elisa meniru Zero dia juga maju dan menyerang dengan menggunakan sikunya. Melihat itu Zero berhenti dari langsung memblokir serangan Elisa.


"sepertinya aku terlalu terburu-buru."ucap Zero dengan satu tangan menutup wajahnya.


walaupun Elisa mempunyai bakat dia masih kekurangan pengalaman. Tunggu kenapa aku repot-repot latih tanding dengannya jika dia bahkan bisa meniru gerakan yang dia liat! sial.... kenapa aku jadi sebodoh ini? apa hidup nyaman di kerajaan membuat diriku semakin bodoh?


"ada apa master? kenapa master berhenti?."tanya Elisa dengan wajah penasaran.


"latih tandingnya cukup sampai di sini dulu."jawab Zero.


"kenapa master? apa saya benar-benar selemah itu? bukankah master tadi bilang saya berbakat."jelas Elisa sambil menangis.


"tidak, bukan seperti itu, aku menghentikan latih tanding ini karena kau belum mempunyai pengetahuan bertarung. oleh sebab itu aku akan memperlihatkan kepada mu gerakan-gerakan yang kumiliki dan aku akan memisahkan antara menyerang, bertahan dan menghindari."

__ADS_1


Zero pun mulai menunjukkan satu persatu seni beladiri yang dia ketahui kepada Elisa, Elisa juga langsung meniru semua gerakan yang Zero tunjukkan dan mulai menyempurnakannya.


__ADS_2