
berganti sudut pandang
"Jadi inikah ibukota kerajaan manusia!," melihat keluar jendela,"Bangunannya hampir mirip seperti kerajaan kita ya kakak." Tanya Irene ke Rosalin.
Irene adalah putri kedua dari kerajaan Mystick dibandingkan dengan kakaknya dia sama sekali tidak berbakat atau bisa dibilang tidak memiliki talent tapi yang membuat banyak orang tertarik adalah karena kecantikan yang ia miliki. Saat ini dia berusia 12 tahun dengan rambut perak panjang dan iris mata violet dengan kulit putih pucat. kecantikannya bahkan diketahui oleh banyak kerajaan.
"ya kamu memang benar, kerajaan ini hampir mirip seperti kerajaan kita. di benua ini hanya ada dua kerajaan yang sangat berbeda, yaitu kerajaan Dwarf dan kerajaan malaikat" jelas Rosalin
"aku dengar, kerajaan Dwarf itu sangat modern dan kerajaan malaikat itu terapung, apa itu benar kak"
"ya seperti itulah," Rosalin mengangguk
"apa kita bisa pergi ke sana nanti? soalnya aku ingin sekali melihat kerajaan yang lebih modern dibanding kerajaan kita," Tanya Irene dengan wajah imut
"ee .... Kalau itu tanyakan saja pada kakek,"
Irene memalingkan wajahnya ke arah kakeknya yang tepat berada di samping Rosalin.
"kakek .... kumohon"
Melihat wajah cucunya yang imut dia memalingkan wajahnya"kau tidak boleh terperdaya oleh cucumu Arthur, tahanlah," pikir Arthur. Melihat kembali ke arah cucunya"Sial dia terlalu imut!,"
Arthur terbatuk kecil lalu berkata"Aku akan coba berbicara dengan ayah kalian nanti," akhirnya Arthur tidak bisa menahan keimutan cucunya lalu menuruti keinginannya
"Oh iya, orang itu juga ada di sini" Gumam Arthur
"apa kakek mengatakan sesuatu?," Tanya Irene dengan wajah penasaran
"tidak kakek hanya berbicara sendiri ko," Jawabnya
"tuan kita telah sampai di istana Raja Moonlight," Ucap orang yang mengendarai kereta kuda.
"baiklah ayo Kita masuk, kamu mau kemana Irene?" Tanya Arthur yang melihat cucunya mengambil arah yang salah.
"aku akan pergi jalan-jalan sebentar kakek!" Teriak Irene yang mulai menjauh
"astaga, dia benar-benar susah di atur lalu kenapa kau belum keluar Rosalin? apa kakimu kembali sakit?"
"sepertinya begitu kakek"
Mendengar perkataan cucunya dia kemudian menggendongnya masuk ke istana, di sana ada dua orang penjaga, mereka berdua adalah kesatria kerajaan yang dianggap hebat dalam pertarungan. Melihat mereka Arthur memerintahkan salah satu dari mereka untuk menyusul Irene karena dia khawatir dengannya.
setelah mengatakan itu kepada dua kesatria Arthur berjalan masuk untuk membawa Rosalin ke kamarnya dan membiarkannya beristirahat.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu siapa yang akan pergi diantara kita untuk mencari putri Irene?" Tanya kesatria yang membawa pedang
"bagaimana kalau kamu saja! bukankah ini pekerjaan yang bagus untuk mengisi waktu luang mu" jawab kesatria yang membawa tombak
"baiklah bagaimana kalau kita selesaikan ini dengan hom pim pa" lanjutnya
"baiklah!"
"hom pim pa" kesatria yang membawa tombak mengeluarkan batu sedangkan yang satunya mengeluarkan gunting.
"yeah, sepertinya kaulah yang akan pergi"
"apa yang kalian lakukan?"
suara itu membuat mereka berdua terkejut, itu adalah suara dari salah satu orang yang akan menjadi Raja kelak, Pangeran ketiga Reinhard al.moonlight. mereka ketakutan.
"ka ... kami sedang menentukan siapa yang akan pergi mencari putri Irene pangeran," Ucap mereka dengan gugup sambil bersujud
"siapa yang memerintahkan mu?" tanya Rein dengan wajah dingin.
"itu, Raja sebelumnya dari kerajaan ELF pangeran!"
Rein nampak berfikir sejenak"Kalau begitu aku yang pergi kalian berjaga saja disini"
"tapi pangeran"
"baik pangeran"
di ibukota Sangatlah ramai, untuk merayakan ulang tahun dari sang raja, para bangsawan memperbolehkan semua permainan maupun makanan yang biasanya hanya ada di kalangan bangsawan, untuk di makan.
"Nyam, nyam Uhm .... Sangat enak! apa nama makanan ini?" tanya Irene dengan wajah penuh semangat.
dengan menggunakan item yang diberikan oleh ayahnya dia merubah penampilannya menjadi seorang elf biasa, dengan rambut coklat dan mata coklat.
"apa kamu memang tidak tahu nama makanan ini?,"menggeleng kepala perlahan"Ini adalah makanan yang paling biasa di antara masyarakat namanya adalah sate!" Teriak si penjual
"jadi begitu, namanya adalah sate yah nanti aku akan meminta ibu untuk membuatkan ku sate."
"akhirnya saya menemukan anda"
menatap pria itu "Siapa kamu?"
"saya adalah orang yang ditugaskan oleh kakek anda untuk mengawasi anda"
__ADS_1
"hmm, jadi begitu yah, baiklah kalau begitu ayo kita pergi, tunggu namamu siapa?"
"nama saya Rein nyonya"
"baiklah Rein, ayo kita pergi bermain-main" ucap Irene sambil mengangkat satu tangannya ke atas. Rein mengangguk.
mereka terus berjalan sampai ke tempat permainan disana ada boneka beruang yang cukup besar dan Irene menginginkan itu dia pun menanyakan kepada pemilik toko,
"bagaimana cara memenangkan boneka beruang itu," tunjuk Irene ke boneka beruang warna coklat itu.
"untuk boneka beruang itu, perlu point yang sempurna untuk mendapatkannya, untuk permainannya sendiri adalah menembak sasaran yang ada disana, jika berhasil mengenai sasaran yang ada di tengah kamu akan mendapatkan nilai sempurna dan mendapatkan boneka yang kamu suka.
kami hanya memberikan tiga kali kesempatan untuk menembak dan juga menggunakan sihir dilarang jadi para pemain akan menggunakan gelang yang dapat memblokir sihir secara sementara agar permainan ini adil bahkan untuk rakyat biasa."
"hm, aku mengerti!" Irene memasang gelang yang tadi dikatakan oleh pemilik toko dia memejamkan satu matanya dan membidik sasaran yang ada di depannya. Percobaan pertamanya bahkan jauh dari kata tepat sasaran. Peluru itu melenceng jauh kesamping.
percobaan kedua masih saja salah, kini dia hanya bisa menembak sekali saja. Irene melihat pemilik toko. Sambil mencoba membayar untuk kedua kalinya.
"maaf nona tapi kami hanya memperbolehkan pengunjung membayar sekali."
"tapi .... bukankah itu merugikan?"
"silahkan gunakan kesempatan terakhir anda nona"
"anu ... bisakah saya yang menggunakan peluru terakhirnya?," ucap Rein yang melihat Irene.
"boleh saja, kalau begitu aku akan memberimu dua kesempatan menembak" pemilik toko itu setuju dia yakin pemuda itu hanya ingin pamer kepada pasangannya dan berusaha membantunya.
"terimakasih paman" ucap Rein dengan wajah datar
Rein mulai membidik dan hanya dalam sekali tembakan peluru itu langsung mengenai sasaran yang ada. Mereka berdua terkejut melihat kemampuan Rein.
Wow, dia adalah orang pertama yang berhasil mengenai sasaran hanya dalam sekali percobaan, pikir pemilik toko
"sudah selesai pilih hadiah mu!"
"baiklah" Ucap Irene dengan wajah sedikit memerah
mereka terus berkeliling sambil memainkan permainan yang menurut mereka menyenangkan, tak terasa siang telah berubah menjadi sore. Mereka kemudian memutuskan untuk kembali ke istana untuk persiapan pesta. setelah kurang lebih 10 menit berjalan mereka akhirnya sampai di pintu gerbang. Irene berjalan masuk.
"bukankah sudah waktunya kau keluar!" Rein berkata dengan nada yang mengancam.
"intuisi mu hebat, sepertinya memang kaulah orang yang mengalahkan pahlawan yang di panggil oleh Rosalin" sosok abu-abu itu perlahan berjalan ke arah Rein. Auranya sungguh menekan bahkan sampai membuat Rein bergetar.
__ADS_1
"anda! mantan raja kerajaan Mystick, Arthur Mystick."
"he he sepertinya kau cukup mengenalku ya!"