
Pagi hari di tempat pelatihan
Semua murid dari kelas 1 berkumpul, kecuali untuk jurusan non tempur. Karena pertandingan akan segera dimulai. Sekitar 600 orang berkumpul di tempat itu.
Dari banyaknya orang, Key saat ini berada tepat di tengah kawanan. Di depannya ada Irene yang serius mendengarkan penjelasan dari guru yang bertugas menyampaikan peraturan permainan ini.
Key melangkah maju. Dia mencuil pinggang Irene yang membuat Irene refleks mengeluarkan suara yang menghebohkan seisi ruangan. Dengan amarah, Irene berbalik kebelakang dengan cepat, melihat siapa yang berani menyentuhnya dan membuatnya malu seperti itu.
Dengan rasa tak bersalah sedikitpun Key tersenyum ramah. Irene yang melihatnya mulai kesal. He he, beraninya kau mempermalukan ku Rein!
"kalian semua akan dipindahkan ke tempat yang berbeda-beda. Sama seperti yang para guru katakan, kalian punya dua pilihan pada pertandingan kali ini. Pertama, bersembunyi menunggu peserta lain tereliminasi.
Kedua, bunuh peserta lain sampai tersisa 10 orang, membunuh satu peserta akan mendapatkan 1 poin dimana poin tersebut bisa kalian gunakan untuk mendapatkan hak istimewa. Seperti pelatihan pribadi dan senjata kelas Rank 3.
Baiklah, kalau begitu. Karena pertandingan akan segera dimulai. Pakailah perangkat VR kalian." ucap wali kelas dari kelas B. Yang kemudian segera berbalik ke seorang yang bertugas menyalakan Mesin VR.
__ADS_1
"Kalau begitu, 3, 2, 1, Mulai!"
Dalam sekejap seluruh siswa menghilang dari ruangan itu, mereka kini telah masuk ke dunia virtual.
...****************...
Di sebuah tempat di tengah hutan. Key berdiri. Apa, tempat ini adalah dunia virtual itu? wow, sangat realistis. Tapi, bukanya tempat ini terlalu nyata untuk di sebut dunia virtual?! bahkan baik itu udara, bau sampai sengatan matahari masih dapat di rasakan di sini.
[ Anda mendapatkan sebuah misi ]
Ini jelas-jelas sangat aneh. Hmm ... apa yah?"
Pupil mata Key berubah menjadi merah, dia menatap ke pohon yang ada di sampingnya.
"Hei! bukankah sudah saatnya kau memperlihatkan wujud mu?!" Ucap Key. Disertai aura niat membunuh yang begitu kuat.
__ADS_1
Sosok wanita telanjang keluar dari balik pohon, Rambut perak, mata keemasan serta kulit putih pucat. Membuat gadis itu begitu menawan.
"Aku terkejut kamu bisa mengetahui keberadaan ku. Apa aku memang tak layak menyandang gelar Dewi?" ucap gadis itu dengan nada santai.
"Dewi? Seingat ku para Dewi biasa menjaga suatu dunia yang merupakan ciptaan mereka dan kau, saat ini ingin mengatakan bahwa dunia ini adalah ciptaan mu?" ucap Key. yang tak percaya dengan perkataan gadis di depannya.
"Ya, kamu benar. Dunia ini adalah ciptaan ku. Semuanya, baik dunia beserta para penghuninya." ucap Dewi. Mencoba menyakinkan Key.
"Tunggu! kamu bilang seluruh penghuni tempat ini adalah ciptaan mu? sama seperti penghuni dunia lain?" ucap Key dengan tak acuh.
"Ya, itu sebabnya aku mengirimkan misi untukmu, Pahlawan dari dunia lain." ucap Dewi sambil menjulurkan tangannya.
"Jangan salah paham. Aku bukanlah pahlawan dari dunia lain, dan juga Bukankah setiap setahun sekali orang-orang dari dunia lain akan masuk ke sini? jadi apa yang berbeda. Tahun lalu dan sekarang?!"
"itu ..."
__ADS_1