Prince Of The Seventh Hell

Prince Of The Seventh Hell
Bab 43 Alasan


__ADS_3

4 tahun lalu. Pertarungan Izumi melawan Rein.


Saat tendangan keras yang dilancarkan Izumi sudah dekat dengan kepala Rein.


"Skill, Belenggu Jiwa"


Setelah mengatakan itu, dengan perlahan Rein menghilang dari pandangan Izumi. Tanpa sadar seluruh tempat di sana menghilang seketika.


Apa! dimana ini?!


Melihat Izumi panik, Rein berjalan pelan keluar dari kegelapan. Lalu berkata. "Tidak perlu panik, aku tidak akan menyerang mu. Duduk lah," ucap Rein dengan santai.


Izumi semakin waspada. Tempat yang awalnya hanya ada kekosongan kini tiba-tiba berubah menjadi sebuah bar. Izumi dengan posisi yang siap bertarung menatap Rein dengan tajam.


Apa dia menguasai seluruh tempat ini?! aku harus berhati-hati, saat ini dia pasti ingin menurunkan kewaspadaan ku.


Melihat Izumi yang semakin waspada. Wajah Rein menjadi serius. "Hei pahlawan, aku tidak punya banyak waktu lagi. Jadi akan kukatakan sekarang. Berhentilah mengikuti saran Dewa yang menyuruh mu untuk melarikan diri.


Dia ingin menjadikan mu sebagai bidak sekali pakai. Setelah kau telah menyelesaikan tugasmu pasti mereka akan membunuhmu."


"Dan, apa kamu punya bukti tentang hal itu?" ucap Izumi mulai menurunkan kewaspadaannya.


"Itu~ Benda yang ada di dalam tubuhmu," tunjuk Rein ke kepala Izumi.


"Apa maksudmu?"


"Apa kamu masih belum mengerti?! aku berbicara tentang sistem yang ada di dalam kepalamu."


{ tanda ~ untuk memberi jeda pada bacaan }


Izumi kaget. "Kamu! bagaimana kamu bisa mengetahuinya."


"Mari saling jujur satu sama lain. Aku Reinhard Al Moonlight pangeran ketiga kerajaan Moonlight juga punya apa yang kamu punya," ucap Rein merentangkan kedua tangannya.


Sekali lagi Izumi kaget. "Apa! jangan berbohong. Apa itu artinya kamu juga seorang pahlawan?!"


"Tidak~ Kita berbeda. Kamu mendapatkan kehidupan ini dengan cara diberikan oleh para Dewa, sedangkan aku~ Mendapatkan kehidupan ini karena usaha ku sendiri lalu alasan aku mengatakan ini padamu adalah untuk merekrutmu menjadi bawahan ku!" ucap Rein dengan mata yang mulai memancarkan cahaya kemerahan.


Mendengar itu Izumi menyipitkan matanya. "Apa maksudmu? apa kamu ingin aku menjadi anjing mu. Anjing yang selalu mengikuti perintah majikannya bahkan jika nyawa taruhannya?! ha ha! ha! aku suka selera humor mu.

__ADS_1


Memangnya kenapa jika aku tidak ingin menjadi bawahan mu?! Aku juga sudah semakin dekat dengan kemenangan dan hanya beberapa gerakan lagi untuk membunuh mu. Jadi kenapa aku harus mengalah sekarang.


Apa kau pikir aku idiot, hah! diam-lah jika kau sudah kalah dasar sampah."


Mendengar ocehan Izumi, Rein menyeringai. "Apa kau pikir, di hutan ini hanya ada aku seorang! Sayang sekali, tapi jika menurut mu itu benar, maka~ kau telah salah sepenuhnya!


Sekitar 1 KM dari sini, seorang Elf yang kuatnya bukan main sedang mengawasi kita dan dia sedang menuju ke arah kita."


"Memangnya kenapa?"


"Bukankah, itu akan menjadi masalah untukmu. Karena skill mu akan non aktif, kan!" ucap Rein sembari tersenyum jahat.


Kata-kata yang keluar dari mulut Rein, membuat jiwa Izumi terguncang hebat. Izumi kini mengingat kembali apa yang terjadi di kerajaan Mystick. Pada saat dia melawan Prajurit yang menangisi anaknya yang terbunuh.


Wajah Izumi memucat. Rein yang melihat reaksinya tersenyum jahat. He he tebakanku benar. Berarti sisanya tinggal menyakinkan pahlawan ini. Ahh ... Perasaan menebak kelemahan lawan masih saja terasa nikmat.


"Sepertinya tebakanku benar, Skill mu meniru status lawan. Tidak, kata meniru sepertinya tidak cocok mungkin lebih baik disebut Skill cheat. Tapi se-curang apapun skill itu pasti memiliki kelemahan.


Dan untuk skill itu sendiri, sepertinya lebih cocok ke pertarungan satu lawan satu dibandingkan pertarungan berkelompok.


Kelemahan skill mu adalah, memiliki cooldown yang terbilang cukup lama," ucap Rein dengan Senyuman yang masih melekat di wajahnya.


Apa-apaan orang ini! dia menebak semuanya dengan benar. Padahal aku baru bertarung melawan 2 orang di kerajaan Mystick tapi dia sudah tahu semuanya?! bagaimana mungkin.


"Jadi apa tadi tawaranmu?" tanya Izumi dengan sedikit malu.


"Haa ... Akhirnya kau mau mendengarkan ku. Jujur saja, Aku melakukan ini hanya untuk membuat mu berhutang budi padaku. Jika nanti dimasa depan aku membutuhkan bantuan maka kamu harus membantu ku, itu saja."


"Itu saja? apa kamu yakin?!"


"Apa kamu ingin menambahkan sesuatu?"


"Tidak ada, kurasa itu ide bagus"


"Baiklah, kalau begitu pertama-tama kamu harus mati," ucap Rein dengan santai.


"Apaaa! Untuk apa aku harus mati, aku setuju mengikuti mu untuk tetap hidup kenapa aku harus mati?!" teriak Izumi terkejut dengan perkataan Rein.


"Tenanglah, yang kumaksud hanyalah tubuh mu sedangkan untuk jiwamu akan tetap hidup."

__ADS_1


"what do you mean?"


Kenapa pahlawan ini memakai bahasa Inggris, apa dia ingin memastikan bahwa aku juga berasal dari bumi?


"Apa yang barusan kamu katakan, aku sama sekali tidak mengerti," ujar Rein dengan wajah heran.


Apa dia bukan berasal dari bumi? bahkan dari respon yang ia berikan tidak ada kebohongan sama sekali. Jadi, dari mana dia berasal sebenarnya? hmm ...


"Kenapa kamu melamun? aku tadi bertanya, apa yang kamu katakan sebelumnya?" tanya Rein dengan wajah polos.


"Tidak, aku tidak melamun, kok! tapi aku bilang apa maksudmu? tubuh ku akan mati jiwa ku tidak. Bisa kamu jelaskan aku sama sekali tidak mengerti.


"Maksud ku adala-" Kepala Rein tiba-tiba sakit, dia memegangnya dengan kedua tangannya.


Sepertinya aku terlalu memaksakan diri ku. Skill ini akan segera non aktif. Sial ...


Perlahan dunia itu mulai runtuh. Izumi panik lalu melihat ke arah Rein.


"Se-sepertinya waktunya sudah habis, jadi tetaplah pada rencana dan percaya lah padaku. Kita akan memalsukan kematian


mu."


"Uhm, baiklah!" Izumi setuju lalu mengangguk.


Kembali ke waktu dunia.


Tendangan keras mendarat di wajah Rein hingga membuatnya terlempar jauh dan membentur batang pohon dengan keras. Izumi semakin mendekat ke Rein. Tapi Rein yang masih tersandar di batang pohon merapal mantra.


Sebuah pedang yang terbentuk dari kegelapan muncul dan melesat dengan cepat menuju arah Rosalin. Izumi yang melihat itu memalingkan wajahnya.


Apa dia ingin aku terkena, serangan itu? kau pasti bercanda, kan?! aghh ... terima nasib sajalah!


Izumi berlari ke belakang untuk menahan pedang itu. Izumi berhasil menahannya. Namun, sebagai gantinya lubang besar bersarang di dadanya.


Jika orang itu berbohong maka aku akan benar-benar mati. Haa ... entah kenapa aku percaya pada ucapannya.


[ pedang jiwa telah tertanam, kan. apa anda ingin mengikat jiwa tersebut? ]


"Ya, ikat jiwanya."

__ADS_1


[ pengikatan jiwa berhasil ]


"Tenang saja pahlawan, aku pasti akan mencarikan tubuh yang cocok untukmu, lalu menghidupkan mu kembali."


__ADS_2