
"Itu ... Karena kekuatan dari penghuni dunia ini semakin kuat, membuat keseimbangan dunia terganggu ole-"
"Hey! berhentilah berbohong dan katakan apa tujuanmu menemui ku?!" bentak Key.
Sebuah sabit berwarna hitam kelam keluar dari penyimpanan ruang milik Key. Dengan amarah dimatanya, Key meletakkan sabit itu di leher gadis yang berada tepat di hadapannya.
"Sepertinya kamu memang berbeda dari manusia pada umumnya. Bahkan Dewi yang menjalankan dunia yang kamu tempati merasa heran padamu. Dia berkata bahwa kamu adalah satu-satunya makhluk hidup yang tidak mampu ia lihat selamanya.
Bahkan, dengan mata Dewi miliknya yang bahkan mampu melihat Dewi dari dunia lain. Bukan cuma itu, pada awalnya Dewi #¥£√¶£∆ berniat untuk menghapus keberadaan mu. Tapi setelah mengaktifkan skill-nya, dia malah terkena pantulan serangannya sendiri.
Bukankah itu aneh? apa seorang makhluk tingkat rendah yang disebut manusia mampu membalikkan serangan dari seorang Dewi? Itu membuatku terus-terusan berpikir, Siapa sebenarnya orang yang ada dibelakang mu.
Dan ketika aku sudah dekat dengan jawaban yang kucari. Apa kamu tahu apa yang terjadi?" Tanya Dewi setelah memandangi Key agak lama.
" .... "
"Haa ... sepertinya itu tidak membuat mu tertarik sama sekali. Sama seperti apa yang terjadi pada Dewi #¥£√¶£∆ Aku juga langsung merasakan tubuh ku seperti akan meledak, di kepala ku terdengar suara yang sampai sekarang masih ku ingat apa yang ia katakan.
'Berhentilah mencari tau apa yang seharusnya kau tidak perlu tau.' Ucapnya. Dengan begitu aku langsung berhenti mencari tahu tentang mu. Beserta orang yang mendukung mu." Ucap Gadis itu.
"Kau telah berbicara panjang lebar. Tapi, aku sama sekali belum mendengar apa tujuan mu menemui ku. Atau kau menemui ku hanya untuk berbicara seperti ini? jika itu benar, maka pergilah! kau membuang-buang waktu ku saja." ucap Key. Hendak berjalan pergi.
"Baiklah aku mengerti kok. Kalau begitu aku langsung saja masuk pada intinya, Tapi sebelum itu aku ingin meluruskan Sesuatu.
Pertama, dunia ini memang bukan dunia utama yang ku jaga. Namun, dunia ini adalah salah satu cabang dari dunia utama milikku, jadi bisa dibilang dunia ini masihlah milikku bukan?!
Kedua, aku menemui mu karena aku ingin meminta mu melakukan suatu pekerjaan yang cukup sulit. Kamu tadi sudah dengar, kan apa yang kukatakan?" tanya gadis itu sambil memiringkan kepalanya.
" ... Memangnya apa yang kau katakan?" ucap Key. Bingung.
Mendengar jawaban Key, gadis itu nampak kecewa. "Aku tadi bilang ... dunia utama yang ku jaga, mengalami ketidakseimbangan. Karena banyaknya sekte yang semakin lama semakin banyak."
"Tunggu ... Sekte? sebenarnya dunia seperti apa yang kamu jaga?" ucap Key. Penasaran
"Itu adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia ini. Jika disini, 'mana' yang tersebar di udara disebut Sihir maka di sana disebut sebagai aura.
Juga, standar kekuatan dibedakan menjadi beberapa bagian dimana mereka menyebutnya sebagai Kultivasi.
...TINGKATAN KULTIVASI...
- FOUNDATION ESTABLISHMENT
( 9 lapisan )
-PENGUMPULAN QI
( 9 lapisan )
-PENEMPAAN TULANG
( 9 lapisan )
__ADS_1
-TIANXUAN
( 9 lapisan )
-RADIANT STAGE
( 9 lapisan )
-VOID TRANSFORMATION
( 9 lapisan )
-SOUL FUSION
( 9 lapisan )
-ORIGIN RETURNING
( puncak )
Kira-kira seperti itu. Di dunia tempat ku bertugas, hanya ada 4 orang di ranah Soul Fusion."
"Jadi ... seandainya aku menerima permintaan mu. Apa aku harus membunuh mereka berempat?"
Dewi itu menggelengkan kepalanya. "Tidak, mereka berempat sama sekali tidak tertarik dengan dunia manusia sejak mereka memasuki ranah Soul Fusion. Mereka berempat fokus untuk melangkah ke tahap selanjutnya dari Kultivasi, yaitu Ranah ORIGIN.
Lagian, kamu juga tidak akan mampu mengalahkan mereka dengan kekuatan mu saat ini."
"Ya"
"Jadi, apa untungnya untukku? jangan berani-berani berpikir bahwa aku akan bekerja secara sukarela."
" ... Jujur saja aku hanya bisa menawarkan ini padamu. Naik 10 level."
"Apa?!"
Naik sepuluh level?! bukankah itu bayaran yang lumayan. Tapi, ada beberapa hal yang membuat ku penasaran dan jika dia memberi ku jawaban yang kurang memuaskan maka aku akan menolak permintaan ini.
"Sebelum itu. Aku ingin menanyakan beberapa hal, Bagaimana?"
"Apa itu?"
"Seberapa besar perbedaan waktu antara dunia ini dengan dunia yang kau kuasai? Apa yang akan terjadi jika aku mati di dunia ciptaan mu? dan yang terakhir bisakah kau memakai pakaian lebih dulu? aku sudah muak melihat tubuh telanjang mu." ucap Key dengan tatapan sinis.
Mendengar perkataan Key. Wajah Dewi itu memerah, dia melihat seluruh tubuhnya dengan tatapan tak percaya. Tunggu! bukannya sebelum kemari aku telah menggunakan pakaian ku?! tapi kenapa sekarang aku malah telanjang?! ahh malunya.
Tubuh yang awalnya tidak tertutupi sedikitpun mulai memancarkan cahaya yang perlahan menutupi seluruh tubuhnya. Gaun yang terbuat dari cahaya seketika menyelimuti dirinya.
Dengan wajah yang masih sedikit malu dia menatap Key. Dia sedari tadi melihat ku, apa tubuh ku sama sekali tidak menarik baginya? dia sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan atau apapun. Dia hanya berekspresi datar sehingga membuat ku tidak sadar sama sekali. yah lagipula ini hanya tubuh cadangan ku sih.
"Baiklah, untuk pertanyaan mu yang tadi aku akan menjawabnya. Pertama untuk pertanyaan perbedaan waktu. Dunia ini jauh lebih lambat dibandingkan dunia yang aku jaga. Sejam disini sama dengan 1 tahun di sana.
__ADS_1
Perbedaannya sungguh jauh. hingga itu membuat ku sedikit terkejut. Pikir Key.
Dan untuk pertanyaan kedua, apa yang akan terjadi jika kamu mati di sana. Jika kamu mati di sana maka secara otomatis kamu akan langsung kembali ke tempat ini tanpa terluka sedikitpun. Jadi apa itu sudah menjawab keraguan mu?"
"Ya, itu sudah menjawab keraguan ku. Kalau begitu apa yang harus aku lakukan di sana?"
"Cukup sederhana. Di sana terdapat lebih dari 80 sekte dan aku ingin kamu menghancurkan sekitar 50 sekte. Agar keseimbangan kembali di sana."
"Jumlahnya sekitar 60% dari jumlah awalnya. Apa aku bebas memilih sekte mana yang ingin aku hancurkan?"
"Ya, kamu bebas melakukan apapun disana. Dan ketika jumlah sekte telah mencapai 30 sekte maka aku akan mengembalikan mu ke dunia ini."
"Baiklah, dan hal terakhir. Berjanjilah atas nama Surga."
"Sepertinya kamu tahu tentang janji itu ya. Baiklah, aku berjanji atas nama Surga." ucap gadis itu sambil mengangkat satu tangannya.
"Kalau begitu aku akan memindahkan mu sekarang."
"Apa? sekarang."
Setelah mengucapkan itu, key tiba-tiba berada di atas langit. Dirinya kini meluncur kebawah dengan cepat.
Sialan Dewi itu!!
...----------------...
Seorang gadis berlari dengan panik, seluruh pakaiannya sudah kotor terkena lumpur. Dia sepertinya sedang di kejar oleh sekumpulan bandit.
Tidak! kumohon berhentilah mengejarku!! aku sudah tidak mampu berlari lagi. Setidaknya jangan merendahkan martabat keluarga ku.
"Berhentilah ... berlari nyonya keluarga Long, dan biarkan kami menikmati tubuh kecilmu itu. Hehehe ..." ucap salah seorang dari bandit itu.
Tiba-tiba Gadis itu terjatuh. "Tidak, kenapa kakiku tidak bisa bergerak. Kumohon bergeraklah." Gadis itu merangkak di tanah saat ini.
"Hehe ... sepertinya kau sudah kelelahan. Itu bagus, diam-lah selagi kami bergantian menikmati mu." Ucap seorang pria dengan tubuh kekar dan mata yang di tutup sebelah.
Pria itu menelan saliva berkali-kali. Dengan wajah yang di penuhi oleh Nafsu dia menjulurkan tangannya ke bokong gadis itu.
"Kyaa ... hentikan, kumohon hentikan ... Hiks ..." menangis.
"Lihat bos dia menangis."
"Ekspresinya membuat ku semakin ingin mencicipinya."
Pria itu membuka celananya. Dan mengarahkan senjata rahasia miliknya. Gadis yang melihat keadaannya saat ini sudah mulai putus asa.
"Waktunya bermain!"
BUM! sebuah benda terjatuh dari langit yang rupanya adalah seorang manusia.
Dengan tatapan yang kejam manusia yang jatuh itu berkata. "Apa yang kalian sedang lakukan?" ucapnya dengan aura yang membuat semua orang disana sulit bergerak.
__ADS_1