Prince Of The Seventh Hell

Prince Of The Seventh Hell
bab 32 Tunangan


__ADS_3

"Hei! lihat, apa dia orang yang dirumorkan itu?dia benar-benar sangat cantik."


"kamu benar, dia adalah wanita tercantik sekaligus ter-imut yang pernah aku lihat. Aku harap wajahku juga begitu sih namun, takdir berkata lain."


Para pengunjung kagum dengan kecantikan yang dimiliki oleh putri elf Irene, sungguh penampilan yang sempurna. Namun, Orang-orang sama sekali tidak mengetahui bahwa dibalik kecantikannya dia sangat iri dengan orang-orang, sama seperti mereka iri terhadapnya.


"seperti biasa, kamu populer ya Irene," ucap Rosalin yang tersenyum ke arah adiknya itu


memutar pandangannya"hm! aku sama sekali tidak suka sesuatu seperti ini. Tapi kak kapan ayah datang?. Aduh! kenapa kakak memukul ku?," ucap Irene dengan wajah cemberut.


"bukannya aku sudah bilang, jika ada banyak orang atau bangsawan jangan panggil ayah dengan sebutan ayah, tapi panggil dengan yang mulia!" ucap Rosalin yang berakhir menceramahi adiknya


Rombongan orang berjalan beriringan dimana yang memimpin mereka adalah Raja Dealova dengan Raja Lucifer. Mereka disambut oleh seorang yang dikenal sebagai salah satu orang terkuat di Ras manusia tak lain dan tak bukan adalah Rowen, wajah yang sudah lama tak terlihat.


semua orang serentak berlutut"Hormat! untuk Yang mulia Raja" ucap mereka serempak


Kedua Raja itu melangkah menuju kursi yang telah disiapkan sebelumnya, "Kalian boleh berdiri" ucap Raja Lucifer


Di lantai satu para bangsawan tingkat tinggi seperti Duke dan Viscont berada sedangkan di lantai dua adalah tempat untuk para bangsawan yang lebih lebih tinggi, yang tak lain adalah anggota kerajaan ke empat kerajaan.


"hah! apa yang dia lakukan di sini?" Irene terkejut, dia melihat Rein yang berada di lantai satu tempat itu. Dia kemudian hendak pergi untuk menemuinya namun, Rosalin yang berada di sampingnya bertanya


"Irene, kamu mau kemana lagi? ini bukan kerajaan kita jadi tahan dulu keinginan mu untuk berkeliling"


"cuma sebentar ko kak" Ucap Irene yang sudah lari menjauh.


" .... haa ..."


Irene berlari menuju lantai satu menggunakan tangga, tapi Rein semakin lama semakin tidak terlihat jelas. Tapi Irene tidak putus asa dia terus berjalan menuju arah yang ia yakini


sebenarnya kemana sih pelayan itu? apa mungkin dia sudah keluar. Tunggu! kenapa sekarang dia ada di lantai atas!


Irene kemudian kembali berlari ke lantai dua tempat itu, dia memperhatikan setiap wajah yang ada di lantai dua, dia tahu betul bagaimana penampilan Rein.


Padahal penampilannya sangat mencolok, dengan rambut hitam pendek dan pupil mata hitam. tapi kenapa tidak ada seorangpun yang menghentikannya? huft ... huft ... sepertinya cukup sudah mencari dia, aku benar-benar capek


Di pojokan Rein melihat Irene yang sudah kelelahan sambil menyeruput secangkir teh yang ada di tangannya


sepertinya dia sudah kelelahan, baguslah aku tidak perlu berpindah-pindah tempat lagi. Aku tidak menyangka dia bisa melihat ku yang ada di tengah kerumunan orang, yah siapapun pasti bisa menebak jika yang ditebak itu orang yang paling berbeda dibandingkan yang lainnya


Pikir Rein. Semuanya nampak lancar saja di pesta itu, dansa, makanan, minuman semuanya sudah tersedia.


"darimana saja kamu Irene? dan kenapa kamu berkeringat seperti itu?" tanya Rosalin


"aku habis berlari-larian mencari seseorang yang aku kenal, awalnya aku ingin menyuruhnya pergi karena di sini hanya untuk para bangsawan saja sedangkan dirinya adalah seorang penjaga"

__ADS_1


"ho ... sepertinya ada yang sedang khawatir ni," Ucap Rosalin, melirik ke arah Irene dengan wajah yang mengesalkan


"jangan berfikir yang tidak-tidak aku hanya berhutang budi padanya dan aku ingin membalas itu, jadi kakak tidak perlu berfikir yang seperti itu" jelas Irene


"iya-iya kakak paham ko" menepuk punggung Irene


Setengah jam berlalu akhirnya pesta mencapai intinya.


Dan selama setengah jam pula Irene terus di sibukkan dengan menolak para bangsawan yang mengajak-nya berdansa.


"he he, sepertinya nona muda itu kewalahan, awokawok!"gumam Rein yang tertawa dalam hati, dia berdiri di pojokan sambil memakan kue yang ada di depannya


"semuanya diam!" teriak Rowen yang membuat suasana langsung menjadi sunyi


Sepertinya ayah akan menyampaikan sesuatu tapi kenapa Raja Dealova juga berdiri pikir Rein.


"sebelumnya aku ucapkan terima kasih telah datang di pesta kecil yang ku adakan ini"


matamu kecil Rein mencibir dalam diam


"aku juga ucapkan terima kasih banyak kepada sahabat ku Raja Dealova karena telah hadir pada acara ini"


Raja Dealova mengangguk perlahan diikuti senyuman yang perlahan muncul


"setelah berbincang beberapa waktu lalu dengan Raja Dealova, kami berdua membicarakan sesuatu yang menurut kami adalah sebuah pilihan yang bagus, dimana kami akan melakukan pertunangan bagi anak kami dan mereka akan diberi gelar Duke"


...Anggota kerajaan...


...Duke...


...Viscont...


...Baron...


...{Untuk Baron dan Viscont mereka mempunyai 3 tingkatan dimana tingkatan itu dibagi menjadi kelas bawah, menengah dan tinggi}...


^^^"pertunangan? bukankah itu hal yang bagus itu bisa membuat hubungan kerajaan Mystick dan kerajaan Moonlight semakin dekat" Komentar para bangsawan terdengar jelas dan berita itu membuat mereka merasa senang. Namun, ada dua orang disana yang panik mendengarnya, mereka tidak lain adalah Reinhard dan Irene.^^^


"kalau begitu untuk pangeran ketiga kerajaan Moonlight, Reinhard Al.moonlight silahkan naik ke sini" ucap Lucifer sambil tersenyum


Kue yang ada di dalam mulut Rein kembali keluar, dia sebenarnya tidak apa-apa mendapatkan tunangan namun, dia juga masih ingin menjadi Raja.


Tapi jika dia di-tunangkan dengan ras yang berbeda dengan Rasnya itu membuat seorang pangeran kehilangan hak mereka untuk ikut dalam perebutan tahta.


Tidak-tidak! kau pasti bercanda. Aku juga mau menjadi Raja sialan!

__ADS_1


pikir Rein sambil menggelengkan kepalanya.


"kalau begitu untuk putri ku Irene Mystick silahkan naik kemari"


"aku bertunangan? tapi ayah tidak pernah memberi tahu ku tentang hal itu kakek" Melihat ke arah Arthur


Entah apa yang dipikirkan Dealova, tapi seharusnya kau berbicara dulu dengan putri mu jika ingin melakukan pertunangan. Tapi mari lihat sisi positifnya anak yang akan menjadi tunangan Irene adalah bocah itu, kurasa ini memang adalah pilihan terbaik untuk Irene


"kamu tidak perlu khawatir Irene, ayah mu pasti sudah memperkirakan hal ini jadi tenang saja" tersenyum


Melihat Rosalin"kakak, apa yang harus aku lakukan?"


"Tenang saja Irene, aku juga seperti dirimu dulu sewaktu mendapatkan tunangan, perasaan panik dan khawatir akan bercampur hingga membuat hati tidak nyaman. Tapi tenang saja aku akan mendukung mu"


Irene mengangguk."baiklah" mulai melangkah maju menaiki tangga dan berdiri tepat di depan ayahnya.


"Hei! Reinhard cepat kesini, kamu membuat yang mulia menunggu" terlihat pangeran Julian menarik tangan Rein yang lemas. Rein cuma bisa pasrah dengan keadaannya saat ini, dia hanya bisa melepas tahta kerajaan yang dia incar.


Apaaaaa! jadi dia adalah seorang pangeran! aku kira dia hanya seorang penjaga gerbang, astaga apa yang telah kulakukan


"kalau begitu kalian berkenalan lah"


Rein menjulurkan tangannya dan itu ditanggapi oleh Irene


"Reinhard al.moonlight"


"Irene Mystick"


dan begitu pesta itu berakhir dimana mereka berdua pada akhirnya ber-tunangan.


4 tahun kemudian


Seorang gadis yang berpenampilan seperti anak 12 tahun berdiri di depan pintu kamar.


"hei! Rein cepat bagun!, kalau kamu tidak bagun aku akan masuk dan memberi mu tendangan" ucap gadis itu


"5 menit lagi" suara dengan nada sangat pelan


"hiyyat" pintu itu terbuka secara paksa dan membuat Rein yang masih setengah tidur, matanya terbuka lebar.


"sampai kapan kamu tidur, cepat bagun! kita akan pergi ke Academy dalam 5 jam lagi"


"memangnya ini jam berapa sekarang?"


"jam 3 pagi"

__ADS_1


"ha .... !"


__ADS_2