
19 April 2021 di bumi. Di bawah tanah, lab penelitian paling misterius di dunia yang dikembangkan oleh beberapa ilmuwan.
Seorang gadis berjalan dengan baju putih panjang dan disampingnya seorang pria tua dengan pakaian jas serba hitam.
Mereka berjalan di lorong yang dipenuhi oleh benda-benda yang bisa dibilang adalah terobosan baru bagi dunia. Namun, sepertinya mereka tidak tertarik dengan hal itu. Mereka berdua terus berjalan sampai pada akhirnya berhenti di depan sebuah ruangan yang dipenuhi oleh anak-anak berusia 10 tahun.
"Apa mereka?" ucap pria berjas sambil melihat anak-anak yang tengah bermain di dalam ruangan itu.
"Ya itu mereka, anak-anak yang coba disempurnakan oleh pemimpin kami," jawab gadis disampingnya sambil memainkan permen yang ada di mulutnya.
"Disempurnakan ya. Apa manusia sanggup melewati tembok seperti itu? Lalu menunjukkan kepada sang pencipta bahwa kita adalah mahluk yang sempurna? Sungguh omong kosong," gumam pria itu.
"Apa anda mengatakan sesuatu?"
"Tidak ada, aku hanya sedang berbicara sendiri," balas pria tua itu sambil tersenyum.
"Bagitu ya, saya paham. Jadi bagaimana kalau saya memperlihatkan salah satu kelebihan mereka pada anda?"
Gadis itu mengambil tombol yang disembunyikan di dadanya, Lalu menekannya.
"Ar1 maju kedepan dan yang lain keluar dari sana," setelah mengucapkan itu, wanita dengan pakaian lab menengok ke pria tua lalu berkata. "Apa anda membawa orang yang saya minta?"
"Tentu saja, walaupun ada sedikit gangguan yang terjadi tapi, aku telah membawanya," Pria tua itu mengambil ponsel di sakunya lalu menghubungi bawahnya yang menjaga petinju itu di luar lab.
"Bawa dia masuk."
"Baik, pak."
Setelah menunggu selama 5 menit akhirnya mereka tiba.
"Saya telah membawanya pak," ucap orang itu dengan membungkukkan badannya.
"Um. Sekarang apa?" tanya pria itu ke gadis berbaju lab.
"Suruh dia masuk lalu kita lihat apa yang terjadi."
"Hei! pria tua! kuharap kau tidak melupakan janjimu!" ancam orang yang baru saja masuk.
"Tenang saja. Aku pasti akan mengembalikan keluargamu setelah ini selesai."
"? sebenarnya cara apa yang anda pakai untuk membawanya?" ucap gadis itu heran.
"Ya ... sepertinya biasa dengan cara kekeluargaan hahaha!!" pria tua itu tertawa dengan keras setelah mengatakan hal itu.
Kekeluargaan matamu! pikir gadis itu.
__ADS_1
Petinju itu masuk kedalam dan dia bingung siapa yang akan menjadi lawannya. Bagaimanapun hanya ada dua orang didalam sana. Memang benar pertarungan hanya dilakukan oleh dua orang tapi tidak pernah terpikirkan dibenaknya bahwa lawannya adalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.
"Hei apa kamu sedang bercanda! mana mungkin aku melawan anak kecil!"
Namun, mereka mengabaikan si petinju lalu gadis yang berada di luar akhirnya memberi perintah. "Ar1 hancurkan dia"
"Siap mam." Responnya.
Mana mungkin aku melawan anak kecil. Apa aku menyerah saja? tapi keluargaku ... aku harus bagaima- Tanpa sadar sebuah pukulan keras telah mengarah padanya.
Dengan panik si petinju menghindari pukulan dari ar1. Dia terkejut sekaligus kagum melihat serangan cepat yang baru saja dilancarkan oleh anak di depannya.
Cepat! ... tapi bukan cuma itu,
Tetes
Darah menetes kelantai, darah yang keluar dari pipi si petinju.
Serangannya juga sangat tajam.
Kini dia sadar, bahwa nyawanya saat ini sedang terancam. Dia mengambil posisi petinju pada umumnya, siap bertarung.
Si petinju melancarkan Jab ke Ar1
Pukulan jab
Tapi dengan mudah Ar1 menghindar. Ar1 kemudian mundur beberapa langkah lalu dengan cepat Ar1 melompat sambil berputar mengarahkan tendangan keras ke kepala si petinju.
Taekwondo?!
BUUK!
Tak sempat bereaksi, membuatnya terkena tendangan keras itu dengan telak.
Dia terkapar di lantai, tapi belum sepenuhnya pingsan. Dia kembali berdiri, memasang kembali posisi awalnya.
Dengan sorot mata yang menginginkan kemenangan, Dia kembali menyerang, berbeda dari yang sebelumnya, kini dia mengerahkan seluruh kekuatannya.
Pukulan jab kembali dilancarkan. Ar1 kembali menghindar dengan mudah. tapi, tidak berhenti di sana, Pukulan lain kembali ia lancarkan mengarah ke tubuh kecil Ar1, yang masih dalam keadaan tidak seimbang akibat, Menghindari pukulan pertama.
Melihat dirinya akan terkena serangan dari samping kiri. Ar1 menyeimbangkan tubuhnya kemudian melompat ke atas kepala si Petinju.
__ADS_1
Ar1 melekat di kepala si petinju lalu mengangkat kedua tangannya, menekuk keduanya.
KRAK!!
Suara dari tengkorak yang retak terdengar dengan jelas disana.
Siapa yang menduga, serangan siku dari seorang bocah mampu meretakkan tengkorak dari seorang petinju profesional.
Pria tua yang melihat semua yang terjadi dari luar terkejut. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya.
"Jangan terlalu cepat terkejut, bawa yang lainnya masuk," Ucap gadis yang berada di sampingnya.
"Apa dia tidak perlu istirahat?" tunjuk pria tua itu ke Ar1.
"Tidak perlu, mari lanjutkan."
"Um ... oke" Pria tua itu mengangguk setuju.
Setelah itu satu persatu orang dengan kemampuan hebat bertarung melawan Ar1, mulai dari catur, badminton, tenis meja, silat, taekwondo, karate, judo, lari, lompat, renang, dan lain-lain.
Semua itu Ar1 lakukan tanpa beristirahat sedikitpun. Walaupun Ar1 tidak memperlihatkan ekspresi lelah di wajahnya namun, sepertinya tubuhnya telah mencapai batasnya. Seluruh tubuhnya bergetar, keringat bercucuran dengan deras di seluruh tubuh, nafas yang mulai tidak beraturan.
"Apa anda masih ingin mencoba sesuatu?" ucap gadis itu.
Wanita ini gila. Anak ini sudah pasti sudah mencapai batasnya, tapi dia masih ingin melanjutkannya? apa semua ilmuwan itu seperti dia? Benar-benar gila. Pikir pak tua itu.
"Kurasa ini sudah cukup." ucapnya sambil menghela nafas.
"Hmm? ... baiklah. Sayang sekali, padahal aku masih ingin melihatnya beraksi aaahhh! aku benar-benar menyukainya!" gadis itu kegirangan.
Sedangkan Pria tua disebelahnya hanya bisa melihat dengan jijik.
"Ayah! kamu dimana?" teriak seorang gadis yang tengah berjalan di lorong. Gadis dengan rambut hitam panjang dengan iris mata agak jingga.
"ha? apa yang kamu lakukan disini Lia?" ucap pak tua itu.
"Aa ... ayah! aku kira aku tersesat ternyata ini jalan yang benar," gadis itu berlari menuju pak tua itu.
"Lia kamu belum menjawab pertanyaan ku, apa yang kamu lakukan disini?" ucap pria tua itu dengan wajah sedikit kesal.
"Soalnya aku bosan menunggu ayah di luar. Jadi aku kesini secara diam-diam hehe~" Lia mengusap kepalanya.
"Hm? Ayah, siapa dia?" tunjuk Lia ke seorang bocah yang berada di dalam ruangan kaca.
"Siapa dia?" ucap gadis dengan baju lab.
__ADS_1
"Dia putri ku, Lia perkenalkan dirimu padanya."
Lia membungkuk. "Perkenalkan nama saya Nur Aulia, salam kenal."