Prince Of The Seventh Hell

Prince Of The Seventh Hell
bab 24 Hari kelima pelatihan


__ADS_3

satu lagi, hari terlewati saat ini dimalam yang disinari cahaya bulan, berbaring seorang pria berusia 50 tahun di atas atap dia sepertinya sedang memikirkan sesuatu sampai-sampai pria itu memengang dadanya.


sial.... dalam 3 hari yang lalu sampai saat ini, aku selalu dibuat terkejut oleh kemunculan talent anak-anak murid ku, untung saja aku tidak mengidap penyakit jantung, jika iya maka aku sudah pasti telah dikubur. haa... tinggal 5 hari lagi sebelum aku berangkat ke kota utama, aku akan mempercayakan anak-anak ini kepada sistem. Aku harap dia ahli dalam mengajar.


dia memegang telinga"sistem."Zero mencoba mengkontak sistem menggunakan telepati, setelah menunggu kurang lebih 1 menit. Suara akhirnya terdengar.


[ya tuan, apakah ada yang bisa saya bantu]


"bagaimana situasi disana"


[semuanya masih terkendali tuan]


"oh iya, apakah kamu bisa mengajari anak-anak."


[saya bisa mengajar tuan tapi apa yang perlu saya ajarkan kepada anak-anak anda]


"mereka bukan anak-anak ku. Mereka adalah murid murid ku, kamu cukup membantu mereka meningkatkan fisik, sihir dan mengasah talent mereka, bagaimana apa kamu bisa?."


[saya bisa tuan, apa saya diperbolehkan untuk membuat mereka bertarung dengan monster tuan]


"itu tergantung kekuatan mereka jika mereka sudah sanggup menghadapi monster maka kamu cukup memantau dari kejauhan."


[baik tuan]


"baiklah kalau begitu kita akan berganti tubuh saat waktunya telah tiba."


[baik tuan]


"hmm...oke."


mendengar suaranya setelah sekian lama membuat ku rindu padanya. Walaupun dia cuman AI dia adalah satu-satunya yang ku anggap sekutu sewaktu di neraka. Dia sering sekali menolongku disana.gemam Zero dengan rasa nostalgia dibenaknya.


"hoaaw.... kurasa aku juga harus segera tidur, akan buruk jika aku tidak fokus melatih mereka esok." ujar Zero yang kemudian melompat turun dari atas atap.


hari kelima pelatihan


mereka semua berkumpul di halaman kosong belakang rumah mereka tinggal karena sepertinya ada yang ingin disampaikan oleh master mereka.


"maaf membuat kalian menunggu"ucap Zero yang kemudian membuka bajunya.


mereka semua keheranan.kenapa master membuka bajunya, apa ada jenis latihan baru yang terpikir di kepalanya? dan entah kenapa aku jadi merinding gumam Lion yang menatap Zero dengan wajah serius.


"tidak perlu tegang begitu, hari ini kita akan melakukan latihan sparing, untuk kalian mungkin ini pertama kalinya tapi untuk Elisa sparing sudah seperti cemilan untuknya. Jadi tenang saja. Oh...iya dilarang menggunakan senjata."Jelas Zero sambil melambaikan tangannya.


Zero mengangkat jari telunjuknya dan laser keluar dari ujung jari Zero, dia kemudian menggambar lingkaran yang luasnya sekitar 10 meter.


"masuklah"ucap Zero


"tapi master, bukankah lingkaran kali ini sangat luas? biasanya luasnya itu cuma 1/3 dari luas yang sekarang."tanya Elisa.


mendengar perkataan Elisa Zero segera menjelaskan alasan kenapa luas dari lingkaran ini lebih besar dibandingkan saat latihan seperti hari-hari sebelumnya.


"itu karena hari ini, bukan cuma kamu Elisa yang akan melawanku, tapi kalian semua akan mencoba untuk mengalahkan ku. Peraturannya adalah siapapun yang keluar dari lingkaran ini akan dianggap kalah dan cara lainnya adalah membuat lawanmu menyerah."balas Zero


tanpa ragu Elisa masuk ke dalam lingkaran itu, dia menarik nafas dalam-dalam dan menatap Zero dengan niat membunuh yang terpancar di kedua bola matanya. Melihat Elisa yang telah menguasai niat membunuh semua anak yang ada di sana merasa tertinggal. Selagi mereka masih suram Sia juga mulai berjalan masuk ke lingkaran itu.


"hei.... Elisa bagaimana rasanya menghajar master, apakah semua rasa lelah mu langsung hilang."tanya Sia ke Elisa dengan nada yang santai namun punya aura menekan.


Melihat semangat kedua muridnya itu Zero memasang senyum ramah diwajahnya.


sampai kapan aku akan seperti ini, aku tidak perlu takut untuk tertinggal dari mereka, aku hanya perlu membuktikan kelebihan ku pada mereka walaupun aku tidak mempunyai talent sama sekali gumam Lion.


Lion, Ken, Joy, Rhin dan Leo sama sekali tidak mempunyai talent tapi mereka sangat gigih dalam berlatih dan itulah yang membuat mereka spesial.pikir Zero.


semua orang kini telah masuk ke dalam lingkaran itu, mereka semua memasang posisi bertarung dari berbagai seni beladiri yang ada.


"kalau begitu mari kita mulai sekarang."


sia langsung berteriak"aaaaaaaaa"membuat sebuah gelombang terbentuk dan mengarah tepat ke Zero."Lemah" gelombang itu menghilang, tepat setelah gelombang itu menghilang Lion sudah memasang kuda-kuda serangan dari pemain boxing.


BUM!


Serangan Lion membuat Zero terdorong mundur beberapa inci. Tak berhenti di situ Leo langsung menjegal kaki Zero yang membuat Zero terjatuh ke belakang, melihat sebuah momentum Elisa langsung melompat ke atas dan menyerang Zero mengunakan kedua lututnya. Serangan itu membuat tanah yang ada di bawah Zero retak.


Zero saat ini belum terjatuh ketanah membuat Lion, Leo dan Elisa langsung melompat ke belakang.


mereka melihat satu sama lain dan mengangguk, mereka ingin menyerang dengan cara yang sama, tapi sebelum mereka melangkah maju, Zero melancarkan tendangan yang mengarah ke Leo dan membuat Leo terlempar ke belakang dengan keras, Lia, Joy, dan Ken yang ada di belakang.


ikut terlempar ke luar dari garis dan dinyatakan kalah. Tak berakhir disana satu lagi tendangan Zero lancarkan dan kali ini targetnya adalah Margaret, dengan reaksi Margaret yang hebat dia menghindar serangan pertama namun Margaret sama sekali tidak tau akan ada serangan susulan.


dan Margaret juga akhirnya keluar dari lingkaran itu, saat ini tersisa Elisa, Lion, Rhin, dan Sia yang ada di dalam lingkaran itu. Mereka berempat menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya.


"apa yang kalian tunggu? apa kalian sudah menyerah? apa cuman itu yang kalian punya hah....."ucap Zero sambil memandangi mereka, Zero mengira mereka telah menyerah .

__ADS_1


tapi tepat setelah Zero berkedip, Sia maju dan dengan kedua tangan yang terentang.


hell hook? bukankah gerakan mu terlalu jelas untuk sebuah gerakan mengunci?


melihat Sia yang bergerak di bawah dan ingin mengunci gerakan Zero, Zero langsung menyerangnya menggunakan lututnya. Serangan itu tepat menuju dagunya, dan setelah lutut Zero hampir sampai di dagu Sia, Elisa memblokirnya.


kemampuan men counter milik Elisa sudah sangat hebat, dia sama sekali tidak merasakan beban saat menahan serangan Zero.


mereka sangat kompak, apa mereka sudah terbiasa bekerja sama sebelumnya? yah aku tak perlu memikirkan itu, lagipula ini adalah hal yang baik sih


Sia berhasil memeluk kaki Zero dan ketika Sia ingin mengangkatnya, kaki Zero sama sekali tidak bergeming.


lemah ucap Zero dengan wajah dingin.


tanpa Zero sadari Lion dan Rhin, melompat dan langsung menyerang Zero secara bersamaan menggunakan tendangan yang kuat. Tapi lagi-lagi dengan mudah Zero menahan kaki mereka dan melempar mereka keluar garis sedangkan untuk Elisa dan Sia Zero melancarkan tendangan lebar dan menyapu mereka keluar.


Sejak awal perbedaan status mereka sudah sangat jauh itu sebabnya mereka belum bisa melukai Zero.


"baiklah sparing hari ini cukup sampai di sini, berbaris lah aku ingin melihat seberapa banyak kalian berkembang."ucap Zero sambil mulai memakai bajunya yang ada di pinggir garis.


"baik."ucap mereka serempak.


pupil mata Zero perlahan berubah menjadi warna biru dan menatap satu persatu muridnya dimulai dari Lia.


[status]


nama: Lia


keterampilan: sihir kegelapan


ketahanan: 6


kecepatan: 5


kekuatan: 6


vitalitas: 3


sihir: 10


[status]


nama: Sia


ketahanan: 7


kecepatan: 8


kekuatan: 6


vitalitas: 3


sihir: 5


[status]


nama: Margaret


keterampilan: -


ketahanan: 7


kecepatan: 8


kekuatan: 5


vitalitas: 3


sihir: 8


[status]


nama: Elisa


keterampilan: -


ketahanan: 8


kecepatan: 7


kekuatan: 9


vitalitas: 3

__ADS_1


sihir: 3


[status]


nama: Lion


keterampilan: -


ketahanan: 8


kecepatan: 6


kekuatan: 8


vitalitas: 3


sihir: 3


[status]


nama: Leo


keterampilan: -


ketahanan: 6


kecepatan: 7


kekuatan: 7


vitalitas: 4


sihir: 4


[status]


nama: Joy


keterampilan: -


ketahanan: 7


kecepatan: 6


kekuatan: 8


vitalitas: 3


sihir: 4


[status]


nama: Ken


keterampilan: -


ketahanan: 7


kecepatan: 7


kekuatan: 7


vitalitas: 3


sihir: 3


[status]


nama: Rhin


keterampilan: -


ketahanan: 6


kecepatan: 7


kekuatan: 8


vitalitas: 3


sihir: 5


hmm...ini perkembangan yang lumayan, jika dilihat dari stat mereka beberapa hari yang lalu yang rata-rata 3-5 saja. Ini juga baru hari kelima jadi ini sudah hebat.

__ADS_1


__ADS_2