
"Baik tuan," ucap budak itu lesu.
Mereka dengan santai keluar dari tempat pelelangan itu, tapi setelah Key melihat pakaian yang digunakan oleh gadis yang ia dapat dia merasa tidak nyaman membawanya. Key akhirnya memutuskan untuk membeli pakaian baru untuk gadis itu.
Saat ini tempat yang akan dikunjungi oleh key adalah tempat dimana dia membeli pakaian yang ia gunakan saat ini sedangkan untuk gadis itu, dia mengikuti Key tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Setelah Key sampai di sana Key, membuka pintu. Sebelum Key melangkah masuk.
Seorang gadis menyambutnya, dengan tergesa-gesa dia berlari menuju Key lalu membungkuk. "Selamat datang kembali tuan, apa anda ingin pakaian lagi?" Ucapnya dengan ngos-ngosan.
Key memiringkan kepalanya, dia bingung kenapa gadis yang ada di depannya saat ini ngos-ngosan. "Sepertinya kau sedang sibuk ya"
"T-Tidak kok! tuan," ucap gadis itu, agak panik.
"Jadi apa yang anda akan beli malam ini?" lanjut gadis itu.
"Aku memerlukan pakaian untuknya, bisakah kau memilih pakaian yang cocok untuknya? soalnya aku kurang hebat dalam memilih pakaian wanita."
"Tentu saja tuan, kalau begitu ayo," ucap gadis itu, mengangguk lalu mendorong punggung dari gadis yang Key bawa dengan pelan.
"I-iya," ucap budak itu terbata-bata.
10 menit kemudian
"Kenapa mereka lama sekali? apa mengganti pakaian seorang wanita benar-benar pekerjaan yang sulit? haa .... aku benar-benar bosan." Ucap Key, menopang kepalanya dengan tangan kanannya.
Tidak lama kemudian, mereka akhirnya kembali dengan perubahan yang sungguh signifikan. Gadis yang tadi dibawa Key dengan pakaian kusut kini bahkan lebih cantik dibandingkan gadis manapun yang Key pernah lihat sebelumnya.
dengan iris mata keunguan dan dengan pakaian yang mengikuti warna matanya, membuat dia terlihat sangat cocok dengan pakaian itu. Key sempat memandanginya selama hampir satu menit karena terkejut. Ini adalah pertama kalinya Key terkejut karena sebuah kecantikan semata.
Melihat dirinya terus dipandang oleh masternya, wajah gadis itu tidak berubah sama sekali. Dia dengan tatapan kosong berkata. "Ada apa master? apa ada sesuatu yang salah dengan wajah saya?"
Mendengar itu Key langsung tersadar. "Ha? tidak apa-apa. Aku hanya sedikit terkejut melihat kecantikan mu."
__ADS_1
Gadis yang tadinya punya tatapan kosong sekarang mulai agak hidup setelah mendengarkan perkataan masternya. "te-terima kasih Master." Ucapnya dengan senyum kecil diwajahnya.
" .... " Lihat pelayan itu, diam membisu bagai obat nyamuk.
"Kalau begitu ayo pergi, eh aku hampir lupa. Berapa yang harus aku bayar untuk pakaian dia." Ucap Key berjalan keluar, sebelum mengingat bahwa Key belum membayar pakaian gadis yang dibawanya.
"Untuk harganya 6 koin emas tuan, memang agak mahal. Tapi, kualitasnya sesuai dengan harganya tuan jad-" sebelum menyelesaikan perkataannya, Key dengan santai melempar sebuah bingkisan berisi 10 koin emas.
Gadis itu melihat isi bingkisan yang dilempar Key, dia terkejut lalu membungkuk. "Terimakasih banyak tuan, jangan sungkan untuk mampir lain kali."
Key berjalan keluar dari sana diikuti oleh gadis. Karena merasa tidak nyaman selalu memanggil gadis itu dengan sebutan budak. Key berbalik lalu bertanya. "Ngomong-ngomong namamu siapa?"
"Nama saya Jia Li tuan. Tapi, kenapa anda ingin tahu nama saya, nama dari budak yang rendah ini." Gadis itu mengucapkan kata demi kata dengan perasaan perih yang di hatinya.
Key yang melihat Jia Li sangat sedih sampai menggigit bibirnya sampai berdarah hanya bisa bersikap tidak acuh, bagaimana pun key bukankah orang yang hebat dalam menenangkan seseorang. Setelah berjalan sebentar, akhirnya Key dan Jia Li sampai di penginapan White flower. Key membuka pintu.
Dengan topeng yang masih terpasang Key nampak heran dengan situasi di tempat itu. Tempat yang biasa ramai di malam hari tiba-tiba menjadi sunyi layaknya rumah hantu.
Merasakan niat membunuh itu, key menoleh ke atas dengan tujuan melihat siapa orang yang berani memberikan niat membunuh kepadanya. "Keluarlah, aku tahu kau bersembunyi di sana." Ucap Key dengan tatapan tajam mengarah ke pria yang bersembunyi di balik dinding lantai 2 penginapan white flower.
"Rupanya kau bisa mengetahui keberadaan ku ya ... padahal aku adalah seorang assassin yang sangat lihai dalam bersembunyi. Ini adalah pertama kalinya sekaligus yang ... terakhir kalinya." Pria itu berjalan keluar dari persembunyiannya dengan kedua tangan terangkat. Lalu dengan cepat meluncur menuju tempat Key berdiri dengan dua pedang yang mirip seperti dengger di kedua tangannya.
Brakk!
Key membuka tangannya kebawah. Seketika aura yang kuat dari atas menghantam pria itu sontak membuatnya yang tadinya meluncur dengan cepat ke arah Key langsung mencium lantai sampai menghancurkan lantai yang ia cium. Rupanya yang barusan itu adalah skill gravitasi milik Key.
Key jongkok lalu memegang masker pria itu. Dengan kasar Key menariknya sampai lepas. Dengan iris mata yang telah berubah menjadi kemerahan, Key berkata. "Hey! siapa yang menyuruhmu membunuh ku? hah! dan dimana orang-orang di tempat ini menghilang? jawablah supaya kau tidak kehilangan nyawamu."
" .... " Pria itu sama sekali tidak merespon perkataan Key, dia mungkin menganggap bahwa perkataan Key tadi hanyalah gertakan semata.
"Cih, sebenarnya aku bosan menggunakan kemampuan ku untuk orang seperti dirimu jadi, sebagai gantinya aku akan membuat mu menderita hingga kau berpikir bahwa mati lebih baik daripada seperti ini. Skill jari iblis level 1 aktifkan," dengan perlahan, jari telunjuk Key mengeluarkan kuku yang panjang dengan aura hitam yang menyelimutinya.
__ADS_1
Key mulai menusuk bagian kaki dari pria itu. ( tusuk ) Namun, pria itu sama sekali tidak berteriak dia dengan kesetiaannya kepada tuannya berhasil bertahan dari tusukan pertama itu.
Pria itu tersenyum lalu berkata. "Ha! kau pikir aku akan mem-" kata-kata yang hendak keluar dari mulutnya tiba-tiba berhenti setelah melihat wajah Key yang melepas topengnya.
"Apa itu! apa-apaan senyuman mu itu?! kenapa kau malah mengeluarkan Senyuman mengerikan seperti itu?!" Pria itu merinding seluruh bulu kuduknya berdiri akibat takut. Takut dengan apa yang akan segera menimpanya.
Dengan kecepatan yang tidak normal Key berulang kali menusuk bagian bawah pria itu. Mulai dari ujung kaki sampai pahanya, sekitar 50 lubang terbentuk di kedua kakinya, membuat kedua kaki pria itu menyemburkan cairan merah yang tak lain adalah darah, layaknya air mancur.
Sedangkan Jia Li yang melihat kejadian itu, merasa mual ingin muntah, yang bisa ia lakukan hanyalah menutup mulutnya dengan tangan agar tidak muntah di depan tuannya, karena ini adalah pertama kalinya dia melihat seseorang disiksa di seumur hidupnya.
Setelah di bagian kaki, Key melanjutkannya ke kedua tangan pria itu. Dan sebelum mulai menusuk pria itu menangis lalu berkata. "Akan ku beri tahu, a-aku di perintahkan oleh patriak sekte Emei untuk membunuh Jia Li."
Mendengar itu Key memiringkan kepalanya. "Hm? bukan untukku melainkan untuk Jia Li, kenapa?" tanya Key dengan wajah bingung.
"Itu karena Jia Li adalah putri kedua dari sekte Emei. Dan untuk orang-orang yang menghilang mereka semua sedang pergi karena panggilan mendadak dari keluarga Xiao." ucap pria itu dengan menyedihkan.
"ha? putri kedua sekte Emei? lantas kenapa dia bisa berakhir menjadi budak?" tanya Key yang semakin bingung dengan Situasi saat ini.
"Ha ha, bagaimana kalau kau tanyakan saja sendiri padanya agar kau tidak menuduh ku berbohong nantinya." ucap pria itu tertawa kecil.
Mendengar itu Key segera melirik ke arah Jia Li. Jia Li yang ditatap oleh masternya hanya bisa berkata sambil menunduk. "I-itu karena aku membunuh saudari ketiga ku atau adikku sendiri. Itu juga yang membuat ku berakhir menjadi budak di tempat lelang itu."
"Jadi begitu, lantas kenapa kau berniat membunuhnya sekarang dan bukan kemarin-kemarin yang lalu?"
"Itu karena, selama dia menjadi budak di tempat itu dia pasti akan menderita dan itulah tugas ku, membuat dia menderita sampai dia meninggal dunia."
"Dan itu juga perintah dari Ayahnya?"
"Iya ... karena aku telah mengatakan yang sebenarnya sekarang lepaskan aku."
"Ha! sejak kapan aku berjanji melepaskan mu!"
__ADS_1
"apa?! ... sial dasar bajingan!!! aku akan membunuhm-" sebelum perkataannya selesai kepalanya telah berpisah dari tubuhnya.