Prince Of The Seventh Hell

Prince Of The Seventh Hell
Bab 37 Pertarungan antar Tim (bagian 2)


__ADS_3

Di pagi yang cerah Key bersama Mikhail dan Vernil berjalan menuju ruang kelas A, tempat dimana tim mereka berkumpul. (membuka pintu) di ruangan itu semua orang sudah berkumpul dan sepertinya Key menjadi yang terakhir tiba di sana.


Dia berjalan masuk, puluhan mata langsung tertuju pada mereka bertiga. Beberapa orang tidak senang dengan mereka karena alasan terlambat dan beberapa orang lagi memang tidak menyukai rakyat biasa.


Melihat semua tim-nya sudah lengkap Irene bertepuk tangan. "Baiklah karena semuanya telah berkumpul. Mari kita mulai diskusinya, mulai dari penentuan pemimpin sampai apa saja tugas anggota yang lain."


Setelah 15 menit berdiskusi mereka semua akhirnya memutuskan bahwa Irene lah yang akan menjadi pemimpin. Sedangkan anggota yang lain mulai mengatakan jurusan mereka dan mengambil posisi yang cocok untuk jurusannya.


Terdapat 22 jurusan pedang, 13 jurusan sihir, 9 jurusan petarung tangan kosong dan 1 jurusan Panahan.


Diantara 22 jurusan pedang, ada 10 ras setengah binatang, 10 manusia dan 2 Elf. Sangat jarang bagi ras elf untuk masuk jurusan pedang karena dari awal mereka dilahirkan dengan sihir yang melebihi ras lain.


Itu sebabnya banyak ras elf yang memilih untuk menjadi penyihir dibandingkan seorang ahli pedang. Dan alasan kenapa tidak terlihat satupun ras Dwarf yang ada di sana karena semua ras Dwarf lebih memilih untuk memasuki jurusan menempa, sesuai dengan apa yang leluhur mereka lakukan.


Bagi para Dwarf menempa adalah segalanya dan akan melakukan apapun demi mendapatkan ilmu yang lebih hebat. Mereka sama sekali tidak peduli dengan sihir atau ilmu pedang.


Sedangkan untuk 13 penyihir kebanyakan adalah bangsawan dari kerajaan ELF dan hanya Vernil yang mempunyai ras yang berbeda.


Di meja guru Irene nampak memikirkan sesuatu. Setelah cukup lama berfikir dia kemudian mengumpulkan semua anggota tim yang sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri. Dia sepertinya ingin melakukan sesuatu.


"Baiklah semuanya! aku punya ide yang bagus, aku ingin kita membagi tim menjadi dua bagian lalu kita akan bertarung di tempat latihan, bagaimana?" menunggu respon dari anggota tim-nya


"Ya ... itu sepertinya ide yang bagus, baiklah! kalau begitu bagaimana cara anda membagi tim ini putri?" ucap salah satu Npc yang ada di sana.


"Aku akan membaginya berdasarkan jurusan yang kalian ambil dan untuk tim nya akan dibagi menjadi tim merah dan tim putih. Di tim merah 11 jurusan pedang, 7 jurusan sihir dan 5 jurusan petarung tangan kosong.


"sedangkan di tim biru 11 jurusan pedang, 6 jurusan sihir, dan 1 jurusan Panahan. Dan untuk penempatan para anggota akan dilakukan dengan mengundi."


5 menit kemudian. Seluruh anggota telah mempunyai tim mereka masing-masing.


Jadi aku ada di tim biru ya, disini aku bersama Vernil dan beberapa orang dari kelas A. Setidaknya mereka cukup berguna, dan untuk tim merah ada Mikhail dan juga Irene.

__ADS_1


Pikir Key.


"Baiklah! karena semuanya telah mendapatkan tim ayo kita ke tempat latihan."


Mereka semua mulai berjalan menuju tempat latihan, beberapa dari mereka nampak tidak senang dengan tim mereka. Namun, mereka juga takut untuk protes kepada Putri Irene. Karena hanya Irene seorang Putri di generasi mereka.


Setelah melewati lorong-lorong kelas dan juga ruangan lain, mereka akhirnya tiba di tempat latihan. Irene kemudian mulai menjelaskan peraturan yang akan mereka terapkan.


"Kalau begitu aku akan menjelaskan aturan permainannya. Jadi tim akan mengambil tempat sejauh 1 km dari tim lainnya. Lalu untuk tujuan permainan kali ini adalah untuk mengambil bendera lawan.


tim yang mengambil bendera lawan maka tim itulah pemenangnya. Oh iya, dilarang menggunakan serangan yang dapat mengancam nyawa karena para guru akan turun tangan dan langsung memberikan kita semua hukuman. Mengerti?"


"Ya!" ucap mereka serempak.


"Kalau begitu tim biru akan berada di sini sedangkan tim biru akan mencari tempat yang jaraknya 1 km dari sini, jadi tim merah ikuti aku," ucap Irene bergegas pergi.


"Hey key, apa kita bisa mengalahkan mereka?" tanya Vernil.


"Itu tergantung dari kapten kita," jawab Key.


sepertinya dia adalah orang yang akan menjadi pemimpin di tim biru ini.


Semua orang tim biru berkumpul, mereka mulai membahas strategi yang akan mereka gunakan.


"Bagaimana kalau kita menggunakan strategi menyerang? kita hanya akan fokus pada penyerangan jadi setidaknya 20 orang akan menyerang sedangkan sisanya akan bertahan, Bagaimana?" ucap Elf itu.


Key kemudian maju. Jujur saja aku sama sekali tidak tahu tentang strategi pertarungan atau yang berhubungan dengan sesuatu seperti ini. Tapi kurasa ini waktunya untuk bicara. Dulu sewaktu di neraka aku adalah orang yang menerobos begitu saja.


"Kurasa itu ide yang bagus. Aku yang akan bertahan, tapi-"


Seorang bangsawan elf berdiri dan langsung memegang kerah baju Key.

__ADS_1


"Tidak ada yang meminta pendapat mu sialan," gertaknya. Key yang melihat itu sama sekali tidak berkedip, dia menatap elf yang ada di depannya dengan tatapan kosong.


"Lepaskan dia Arlo!"


"Tapi kak Adney,"


"Cepat lepaskan dia."


"Baiklah kak." Melepaskan tangannya dia melihat Key dengan wajah kesal.


"Lanjutkan perkataan mu yang tadi," ucap Adney.


"Aku bilang aku yang akan bertahan tapi berapa lama kira-kira waktu yang kamu butuhkan untuk bisa merebut bendera tim merah, karena aku tidak yakin bisa menahan mereka lebih dari 10 menit." ucap Key dengan wajah serius.


"Sebelum itu mari berkenalan Namaku Adney, kurasa aku tidak perlu menyebutkan nama keluarga karena saat ini kita ada di akademi," ucapnya sambil menjulurkan tangannya.


"Salam kenal Adney namaku Key," ucap Key sambil bersalaman.


"Kalau begitu kita akan menjalankan rencana ini, apa ada yang tidak setuju," melihat ke semua orang.


Semua menggelengkan kepala mereka tanda bahwa mereka semua setuju dengan rencana ini. Kini mereka tinggal menunggu tanda yang akan di tembakkan oleh Irene. Mereka semua jelas gugup soalnya ini adalah pertama kalinya latihan seperti ini mereka lakukan.


Setelah sekitar 15 menit menunggu sebuah sihir es meledak di atas langit tanpa menunggu aba-aba 20 orang tim biru mulai berlari menuju ke tempat tim merah.


Ledakan terjadi dimana-mana, membuat tempat latihan menjadi ramai.


*Sudah 10 menit sejak permainan ini di mulai dan belum ada seorangpun dari tim merah yang datang kesini. Apa mereka fokus bertahan? jika benar begitu aku sepertinya tidak perlu mengeluarkan keringat ku.


Hm, sepertinya aku yang ingin Santai-santai hanya sebuah khayalan semata*.


"Apa cuma kalian yang datang? apa kalian pikir bisa melawan ku," Ucap Key dengan nada yang arogan.

__ADS_1


"Jangan meremehkan ku Key! aku memang sudah menunggu kesempatan seperti ini datang. Aku akan melawan mu dengan sungguh-sungguh hari ini!."


"Apa kau se-percaya diri itu bisa mengalahkan ku Mikhail? maka majulah!"


__ADS_2