
15 menit berlalu Key menunggu dengan bosan di ruang tamu, sampai suara gadis dari luar pintu terdengar. "Tuan key, Patriak telah menunggu anda di ruang utama."
"Baiklah, tunggu sebentar." Ucap Key.
Key berjalan, lalu membuka pintu. Siapa gadis ini? dia bukanlah gadis yang mengantarku tadi. Apa dia salah satu pelayan yang ada di tempat ini?
"Silahkan ikuti saya tuan," ucap gadis itu yang mulai berjalan perlahan.
ah, terserah lah. Tujuan ku saat ini hanyalah peta. Dan Jika aku telah mendapatkan apa yang kuinginkan maka aku tidak perlu tinggal lebih lama di sini.
"Baiklah." ucap Key tak acuh
Setelah berjalan cukup jauh dari ruangan tadi. Key memandangi punggung dari gadis yang mengantarnya. Gadis ini ... dia punya aura yang lumayan kuat. Apa dia punya kedudukan tinggi di tempat ini? tapi kenapa dia secara langsung mengantar ku?.
Setelah berpikir beberapa saat Key kembali menatap gadis yang berjalan di depannya. Sepertinya, keluarga gadis itu ( Ning'er ) masih waspada terhadap ku. Sampai-sampai mengirim seseorang yang sedikit kuat untuk mengantar ku. Tapi, jujur saja aku sedikit penasaran dengan kedudukan gadis ini.
Dengan wajah yang tak acuh Key berkata. "Kenapa kalian lebih memilih menganggap diri kalian sebagai keluarga dibandingkan dengan sebuah sekte? atau kalian berpikir bahwa kekuatan kalian masih belum setara dengan sebuah sekte?"
Gadis itu berhenti berjalan selama beberapa detik lalu lanjut berjalan. Dia kemudian membuka mulutnya. "Apa yang anda bicarakan? mana mungkin orang seperti saya mengetahui hal tersebut."
Mata Key menyipit. "Hoo ... Benarkah? kalau begitu aku akan menanyakan sesuatu yang mudah."
"Silahkan tanyakan apapun yang membuat anda penasaran, saya akan menjawab semuanya semampu saya."
"Baiklah, kalau begitu apa di tempat ini ada semacam tetua atau seorang petinggi?"
"Tidak, keluarga kami tidak mengangkat sesuatu seperti tetua.
Kami?! dia mengatakan hal itu seakan-akan dia punya semacam kedudukan yang tinggi di tempat ini. Sepertinya dugaan ku benar. Tapi, posisi seperti apa? disini tidak mengangkat tetua sama sekali. Sepertinya aku perlu menanyakannya. Pikir Key.
Alasannya sederhana karena kami lebih suka dibawah perintah satu orang saja." Lanjut gadis yang ada di depan Key.
__ADS_1
"Jadi begitu yah. Jadi, selain posisi Patriak, posisi apa yang diakui di sini?"
"Setelah posisi Patriak, posisi yang dihormati adalah istri dari sang patriak yang tak lain adalah sang permaisuri. Setelah itu ada ahli strategi perang, dan beberapa kultivator yang telah mencapai tingkat Tiangxuan. Cuma itu yang saya tahu tuan." Ucap gadis itu yang bahkan tidak menoleh ke belakang sedikitpun.
"Hmm ... kurasa sekarang aku sudah mengerti tentang hal itu. Tapi, masih ada sesuatu yang membuat ku sedikit penasaran."
"Jika saya boleh tahu, apa yang membuat anda penasaran?"
"Bukan apa-apa, lupakan saja. Itu juga tidak terlalu penting sih." Ucap Key. Membuat gadis di depannya penasaran.
"Silahkan tanyakan saja tuan. Saya berjanji akan menjawabnya dengan sebaik mungkin." Ucap gadis itu menoleh ke belakang sekejap kemudian lanjut berjalan menuju ruangan patriak keluarga Xiao.
"Ya ... sebenarnya aku penasaran, kenapa sang permaisuri dari keluarga Xiao sendiri yang mengantarku?" ucap Key tersenyum senang.
" !!! " Langsung menoleh ke arah Key.
"Se-sejak kapan kamu tahu?!" Gadis itu panik.
Setelah gadis itu mengakui dirinya sebagai sang permaisuri, Key langsung tersenyum ramah. Dengan cemberut gadis tadi berjalan dengan cepat menuju pintu yang sudah dekat di depannya. Gadis itu membuka pintu. ( membanting )
Sontak Ning'er dan sang patriak terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu. "Kenapa kamu malah membanting pintu dasar pelayan rendahan!" ucap patriak.
"Sudahi saja aktingnya, bocah itu sudah tahu identitas ku bahkan sebelum sampai di sini." Ucap Permaisuri kecewa.
"Beraninya kamu berbicara santai di depan ku, apa kau ingin di beri hukuman pelayan?!" ucap patriak masih melanjutkan aktingnya.
Permaisuri mulai kesal bahkan urat di kepalanya sudah mulai terlihat, permaisuri mengepalkan tangannya dengan kuat.
Ning'er yang melihat ibunya marah mulai merasa khawatir kepada ayahnya. "Ayah, kurasa kita sudahi saja aktingnya. Aku tahu ayah hanya ingin melihat seperti apa orang yang menolong ku, kan?" ucap Ning'er.
Melihat Putrinya membantu ayahnya, permaisuri tersenyum dan langsung berjalan masuk lalu duduk di samping kursi Patriak.
__ADS_1
"Apa kamu hanya akan berdiri di sana bocah? masuklah."
Key berjalan masuk dengan tatapan tak acuh nya. Ada 20 tidak ada lebih dari 30 orang yang bersembunyi di ruangan ini. Apa mereka memang perlu se-waspada itu kepada ku? yah, ini mungkin karena menyangkut masalah putri mereka yang hampir saja tidak pernah kembali lagi.
( Duduk ) Key duduk tepat di sebelah Ning'er, dengan pakaian yang indah Ning'er tidak berani menatap wajah Key. setiap kali dia menoleh ke Key, dia menjadi sangat malu. Wajahnya yang memerah membuat dia semakin cantik.
"Sebelum aku memberikan peta yang telah di janjikan putriku, aku ingin mengucapkan terimakasih banyak karena telah menolong putri kami. Jika bukan karena bantuan mu, kami pasti akan panik karena putri kami tak kunjung pulang." ( Membungkuk )
Dia sungguh-sungguh berterima kasih. Tapi, karena dia membungkuk kepada Orang asing banyak dari bawahannya yang merasa tak senang akan hal itu. Hmm ... setidaknya lebih dari 10 orang yang memancarkan aura kedengkian mereka.
"Ya, tidak perlu berterima kasih, lagian aku tidak menolongnya secara cuma-cuma. Aku menolongnya tapi dia harus memberi ku Sebuah peta, bukannya itu adalah sebuah kesepakatan yang adil?
Dan juga, bukankah seorang penguasa seharusnya tidak membungkuk pada sembarang orang apalagi orang asing yang baru dikenal, karena itu akan menyebabkan banyak masalah bukan hanya untukmu, hal itu juga berlaku untuk ku." ucap Key.
"Apa maksudmu?"
Key melihat sekeliling. "Bukankah maksud ku sudah jelas. Mereka, bagaimana jika mereka menyerang ku tepat setelah keluar dari tempat ini? bukannya itu akan menjadi hal yang merepotkan?" Ucap Key sambil menunjuk ke langit-langit dengan jari telunjuk.
"Jadi kau menyadarinya ya, kurasa kau menebak identitas ku bukan karena kebetulan. Dan kau tidak perlu khawatir, mereka tidak akan bergerak tanpa perintah dari sang patriak." Ucap Permaisuri.
"Baiklah, aku akan percaya jika itu perkataan dari anda."
"Hey bocah, kalau boleh tau siapa namamu?" Patriak.
"Panggil saja aku Key."
"Baiklah Key, sebenarnya aku ingin mengajukan sesuatu dan aku ingin mendengar pendapat mu."
"Dan apa itu"
"Apa kamu ingin bertunangan dengan putri kami Xiao Ning'er?" ucap Patriak.
__ADS_1
" ...?"