
"hei Rein! apa kamu masih marah?" Tanya Irene yang duduk di depan Rein.
Mereka kini menaiki kereta kuda dan tengah menuju akademi yang letaknya cukup jauh dari wilayah manusia, kira-kira membutuhkan 12 hari perjalanan agar bisa sampai ke sana.
"bukankah aku sudah bilang, aku tidak marah"
"bohong! wajahmu seperti orang marah" pipinya membesar
"bukannya kamu tahu sendiri, aku tidak terlalu bisa berekspresi jadi maklumi saja"
"baiklah" mengangguk percaya
*Sudah 4 tahun sejak pertunangan kami, dan kami berdua diberikan wilayah yang ada di perbatasan kerajaan ELF dan manusia. Dan sudah 4 tahun juga kami bersama, awalnya aku kira dia gadis yang akan merepotkan, tapi ternyata malah sebaliknya
Dia sangat mandiri, bahkan sudah menjadi kesehariannya menyiapkan makanan setiap hari. Biasanya para bangsawan sangat jijik mendekati dapur tapi dia tidak sama sekali.
Untuk status ku sendiri, itu terus meningkat karena sistem yang menggunakan tubuh boneka selalu pergi ke dungeon yang waktu itu ku masuki dan melakukan leveling disana, untuk saat ini aku sudah mencapai level 36*
[profil pengguna]
nama: Reinhard al.moonlight
level: 36 (16,000,00 exp untuk naik level)
{ HP 2000/2000 }
{ SIHIR. 1500/1500 }
{ E. Iblis 3000/3000 }
keterampilan: absorb, Api neraka lv.1, mata merah niat membunuh lv.1, mata biru penilaian lv.1, mata hijau pelumpuh lv.1, pengubah bentuk lv.1, ilusi lv.1, sabit lv.1, (170 skill iblis lv 1) [tidak dapat di tingkatkan] penangkal keterampilan lv.4
[dapat di tingkatkan]
Ketahanan: 39
Kecepatan: 54
Kekuatan: 48
Vitalitas: 295
Poin yang belum digunakan: 400
*Untuk sekarang semua poin yang ada akan ku simpan terlebih dahulu akan jadi berbahaya jika kepala akademi melihat aura yang terpancar di tubuhku meluap-luap. Dalam masalah umur saat ini usiaku telah cukup 15 tahun dan aku wajib memasuki akademi yang dimana akademi adalah pusat dunia
Sedangkan umur Irene saat ini sudah 16 tahun, seharusnya Irene sudah bisa memasuki akademi tahun lalu tapi dia beralasan kalau dia masih belum sanggup.
__ADS_1
yah itu hal yang wajar sih bagi ras elf yang mempunyai umur yang panjang, ras mereka menjadi satu-satunya ras yang jadi pengecualian di akademi, itu karena penampilan mereka yang seperti anak kecil walaupun mereka sudah berumur cukup panjang.*
"omong-omong"
"hmm!"
"Bagaimana dengan latihan sihir mu?"
"he he kamu mungkin tidak percaya tapi aku sudah bisa mengendalikan atribut ku dan sekarang tinggal melakukan evolusi atribut saja"
*Evolusi atribut atau biasa disebut dengan kebangkitan ulang dimana atribut seseorang akan berubah ke tingkat selanjutnya, seperti api yang akan berubah menjadi api biru/ lava, salah satu dari dua kemungkinan itulah yang biasa terjadi di dunia ini. Namun, di neraka api punya 3 bentuk jalur evolusi yaitu api biru, api emas dan yang terkuat adalah api ungu.
Sebelumnya aku menguasai seluruh atribut, tapi di sini aku menyembunyikan atribut ku yang lain dan hanya menggunakan satu atribut saja dan itu adalah api ungu. Oh iya kalau tidak salah atribut Irene adalah air yang berarti jalur evolusinya itu es dan kristal.
Kemungkinan terbesar adalah Es soalnya atribut Kristal sangat sulit didapatkan dan membutuhkan sihir yang besar untuk menggunakannya.*
"Kenapa kamu malah melamun, dasar!" Ucap Irene yang pipi yang semakin besar
"he he"
"Tadi melamun sekarang tertawa sendiri, kamu jadi makin aneh saja"
"yah ... begini lah diriku, aku adalah orang yang sangat aneh"
Tok! tok! tok!
Rein melihat keluar melalui jendela"Ada apa?"
Rupanya orang itu adalah salah satu prajurit yang mengkawal kereta Rein dia dengan mengendarai seekor kuda berkata
"Tuan Rein, Malam sebentar lagi akan tiba, apa kita perlu beristirahat atau melanjutkan perjalanan Tuan"
"Bagaimana keadaan para prajurit?" tanya Rein dengan wajah tak acuh
"Semuanya masih dalam kondisi yang baik tuan"
"Kalau begitu lanjutkan saja perjalanan"
"baik tuan" mengurangi kecepatan kuda miliknya
"hei! Rein, ngomong-ngomong kamu akan mengambil kelas apa?"
**oh iya, aku hampir lupa disana juga ada sistem jurusan, kalau tidak salah jurusan-jurusan yang ada itu, Ilmu pedang, Ilmu sihir, al-kimia, memasak, menempa, dan masih banyak lagi.
Kebanyakan orang yang mengambil jurusan memasak adalah Rakyat biasa yang ingin menjadi koki kerajaan dan sebagainya. Begitu pula penempa mereka juga ingin menjadi penempa yang bekerja di kerajaan karena upah-nya yang lumayan*.*
"Hmm .... Kurasa aku akan masuk ke jurusan Panahan saja"
__ADS_1
" .... Apa? apa aku tidak salah dengar? kamu bilang kamu ingin masuk jurusan Panahan diantara banyaknya jurusan yang populer kenapa kamu malah memilih jurusan Panahan? hei Rein aku tidak bercanda saat ini," ujar Irene dengan apa yang dikatakan Rein.
"aku tidak bercanda. Aku cuma merasa kemampuan memanah ku kurang jadi aku ingin mengasah nya disana. Lagipula aku tidak akan menggunakan identitas asliku ko"
"apa maksudmu dengan tidak menggunakan identitas aslimu?" Irene nampak kebingungan
"huh, apa kakak mu tak pernah memberi tahu mu? bukannya para bangsawan itu bisa menyembunyikan identitas mereka dan hal itu tidak dilarang di sana"
"benarkah! kalau begitu aku juga ma-" berhenti
"jangan" potong Rein
"hm, kenapa?"
"karena itu akan sangat merepotkan" menghela nafas
Mendengar alasan Rein. Irene
Menendang kaki Rein dengan keras
"aduh!"mengusap-usap kakinya.
*Kenapa tendangannya terasa menyakitkan, padahal status ku jauh lebih tinggi darinya. Apa ini semacam bug? Atau ini adalah kemampuan Semua wanita! Gila ....*
pikir Rein. yang kemudian menatap Irene. Dengan cepat Irene memalingkan wajahnya, siang berganti malam, malam berganti siang itu dipenuhi dengan pertengkaran sepasang kekasih yang lebih mirip seperti pertengkaran kakak adik. Setelah 13 hari mereka akhirnya sampai di akademi pusat seluruh dunia, dimana para pahlawan di didik.
Bangunan yang ada di sana jelas berbeda dari kerajaan Moonlight dan kerajaan lain. Melihat bangunan yang ada di sana hanya satu hal yang ada di benak Rein.
Modern, kerajaan ini modern! wow lihat itu! apa itu Mobil dan juga sepeda motor, ini persis seperti yang ada di bumi kecuali, kenapa mereka membuang motor dan juga mobil itu? apa mereka tidak tahu cara menggunakannya?
Wajah Rein yang awalnya berbinar langsung berubah menjadi suram setelah melihat kedua kendaraan itu berada di tempat sampah, dia kembali ke berekspresi tak acuh nya.
*mari berfikir positif, mungkin mereka membuang benda itu karena sudah membuat yang lebih canggih, ha ha*
Rein memutuskan untuk berpisah dengan Irene tak jauh dari akademi supaya dia bisa menyembunyikan identitasnya dan menjadi rakyat biasa. Tak lama berjalan dia melihat 2 orang laki-laki yang berpakaian seperti rakyat biasa, itu membuat Rein melihat sebuah kesempatan.
"halo! apa kalian juga akan pergi ke akademi?" teriak Rein sambil melambaikan tangannya.
menoleh ke belakang "ah, iya apa kamu juga akan ke akademi,"
"betul sekali"
"kalau begitu ayo barengan aja" ucap Salah seorang diantara mereka
"oke lah"
Mereka bertiga kemudian berjalan bersama menuju akademi, sepertinya Rein sudah mengubah warna rambutnya menjadi coklat agar menyatu dengan rakyat biasa.
__ADS_1