
Malam hari di penginapan White flower, key berdiri di samping sebuah kasur dimana seorang gadis dengan rambut kuncir kuda berbaring disana, key memandangi Song Yu dan juga roh yang bersamanya. Dengan topeng yang masih melekat, key melangkah maju lalu berkata.
"Kalau begitu aku pergi dulu, soalnya masih ada beberapa hal yang harus aku urus."
Song Yu mengangguk perlahan. "Ya, baiklah."
Dengan santai, key berjalan keluar dari penginapan lalu berjalan menuju tempat pelelangan yang tak jauh dari sana. Namun, Key menyadari bahwa dirinya saat ini sedang di ikuti. key menoleh ke belakang sebentar. Tapi, pada saat menoleh, key sama tidak melihat seorangpun disana.
Hm? kenapa mereka mengikutiku? Pikir Key dengan wajah heran.
Sepertinya, key sudah mengetahui siapa yang mengikutinya. Namun, dia cuma bersikap tidak peduli dan mengabaikan mereka. Kini, key telah sampai di depan tempat pelelangan. Dengan memperlihatkan kartu VVIP yang dia punya, membuat semua penjaga disana ramah kepadanya.
Seorang penjaga mendekati Key lalu membisikkan sesuatu di telinga key. "Anu ... tuan Yun, apa anda sadar anda sedang diikuti? walaupun samar-samar saya masih bisa merasakannya. Jika anda mau saya bisa menghabisinya sekarang juga."
Key mengangkat satu tangannya setinggi kepala. "Ya aku tahu aku sedang diikuti. Biarkan saja mereka lagipula aku tidak merasakan niat buruk dari mereka, seandainya mereka punya niat buruk padaku, mereka sudah pasti menyerang ku sedari tadi."
"Baik, jika itu memang keputusan tuan Yun," Ucap penjaga itu, sambil menunduk.
Penjaga itu berdiri tegak. "Karena pelelangan akan segera dimulai silahkan masuk tuan," Lanjut penjaga itu.
"Baiklah," Ucap Key, berjalan masuk sambil menepuk pundak penjaga yang tadi berbicara padanya. Dengan topeng putih yang penuh senyuman key kembali berkata. "Jangan biarkan mereka masuk, aku tadi sengaja berbicara seperti itu untuk menipu mereka, karena salah satu dari mereka punya pendengaran yang tajam."
Mereka? tapi, dari auranya bukankah orang yang mengikuti tuan Yun hanya seorang saja lantas kenapa tuan Yun mengatakan kata mereka? apa salah satu dari mereka punya Kultivasi yang tinggi sampai-sampai aku tidak mampu merasakannya?! Kalau begitu aku harus berhati-hati kepada mereka.
Dengan ragu-ragu, penjaga itu mengangguk. "Baik tuan."
Mendengar perkataan penjaga itu, key merasa puas. Walaupun penjaga itu tidak kuat namun, dia tahu kapan dia harus menurut dan kapan harus melawan. Sementara itu, Song Yu bersama dengan masternya bersembunyi di balik bangunan yang tidak jauh dari sana.
"Bagaimana master?" tanya Song, dengan wajah penasaran.
"Haa ... sudah kuduga, dia sudah tahu dirinya sedang di ikuti. Aku sudah curiga sejak awal tapi kau dengan keras kepala ingin terus mengikutinya. Cih dasar murid durhaka, sesekali dengar perkataan master mu ini."
__ADS_1
Dengan mata malas Song berkata. "Iya-iya, sudahlah. Kalau begitu apa yang mereka bicarakan tadi Master?"
"Bukan sesuatu yang penting, cuma penjaga yang ada di sana ingin menghabisi mu tapi, karena pria bertopeng itu menahannya, dia tidak jadi ke sini." Ucap Roh itu, menunjuk ke wajah penjaga yang tadi berbicara dengan Key.
"Apaa! jadi aku tadi dalam bahaya dan kau sama sekali tidak memberi tahu ku! apa kau ingin aku mati? hah! ... apa cuma itu yang dia katakan?"
"Ya."
Key berjalan dengan santai menuju kursi VVIP miliknya. Key duduk dengan menyilangkan kakinya. Termasuk key, ada sekitar 10 orang yang berada di ruangan VVIP itu, mereka juga mengenakan topeng dengan tujuan menyembunyikan identitas mereka.
"cek cek. Baiklah semuanya! karena seluruh VVIP telah datang, jadi mari kita mulai lelang ini, saya disini sebagai juru lelang. Aku juga akan menjelaskan beberapa peraturan kepala pengunjung yang baru datang. Jadi di tempat lelang ini ada 3 aturan penting.
Pertama, barang yang berhasil di menangkan tidak boleh diambil selama lelang masih belum selesai, siapapun yang melanggarnya dan bersikeras naik ke tempat lelang maka para pengunjung lain diperbolehkan untuk menyerang orang yang naik lalu merebut barang mereka.
Kedua, lelang harus dilakukan secara adil tanpa pertumpahan darah. Dan peraturan ini akan berlaku jika tidak ada orang yang melanggar peraturan pertama.
Dan yang terakhir, jangan lupa untuk bersenang-senang. Karena itu adalah tujuan awal lelang ini dibangun, hanya untuk kesenangan semata." Ucapnya dengan penuh semangat.
Juru lelang itu jelas-jelas adalah seorang pria namun, mulai dari rambutnya yang di ikat kuncir kuda sampai postur tubuhnya yang fleksibel, sudah pasti banyak orang di pelelangan itu yang mengganggap-nya sebagai gadis berusia 18 tahun.
215 "215 koin emas, apakah angka ini akan menetap atau akan terus naik!"
230 "Ohh!! 230 koin emas. Apa ini akan menjadi akhirnya!!"
460 "460 koin emas!! sepertinya ini akan menjadi akhir di barang pertama yang akan terjual ... 3 ... 2 ... 1 ... terjual. Selamat kepada VVIP nomor 5."
"Kalau begitu mari kita lanjut ke barang selanjutnya ...."
Two Hours Later
Key duduk di kursi VVIP miliknya selama 2 jam penuh tanpa pernah berdiri dari sana, dengan wajah penuh dengan kebosanan Key bergumam
__ADS_1
*Apa-apaan orang itu, dia dari tadi terus menawar dengan harga dua kali lipat dari harga awalnya ... aku sampai di buat bertanya-tanya berapa sebenarnya koin emas yang dia punya. Kalau tidak salah dia telah memenangkan lebih dari 50 barang dari 72 barang yang telah di lelang.
Bukankah dia membuat lelang ini menjadi membosankan, haa ... kapan sih pedang ku di keluarkan. Aku ingin secepatnya pergi dari tempat ini lalu menuju sekte terdekat*.
"Terimakasih karena telah bertahan sampai akhir para pengunjung. Kini, kita telah tiba di ujung acara malam ini. Barang terakhir yang akan kami lelang kali ini mungkin, akan menjadi barang paling spesial yang pernah kami lelang. Silahkan bawa itu kemari." Ucap juru lelang, menoleh ke belakang.
Gadis dengan paras cantik kemudian berjalan masuk dengan wajah yang tertutupi oleh cadar sehingga yang bisa di lihat hanyalah pupil matanya yang berwarna kehijauan. Membuat semua orang terpana dengan hanya melihat cara dia berjalannya saja.
Bukan cuma itu, dengan sebuah benda yang menyerupai pedang dengan kain yang menutupinya. Membuat semua orang penasaran apa yang sebenarnya di bawa oleh gadis itu. Juru lelang itu kemudian memengang lalu menarik kain yang menyelimuti benda itu.
"Benda terakhir yang kami lelang malam ini adalah sebuah pusaka, pedang roh bumi tingkat 9!" teriak juru bicara dengan semangat yang menggebu-gebu.
!!!! "apa!!!" Semua orang disana benar-benar terkejut dengan apa yang mereka lihat saat ini. Sebuah pedang yang digunakan sekelas pemimpin sekte saat ini sedang ada di hadapan mereka dan mereka hanya perlu membelinya dan itu akan menjadi milik mereka sepenuhnya. Seketika mata orang-orang dipenuhi oleh rasa ingin memiliki.
"Kami memulai tawaran dengan jumlah ... 3 juta."
Key yang saat itu meminum sebuah teh langsung menyemburkannya keluar. Apa?! 3 juta? bukannya itu berlebihan, mana mungkin mereka mau memberikan 3 juta koin emas hanya untuk sebuah rongsokan? Gumam Key.
"3,1"
"3,4"
"3,4,5"
"3,5"
"5 juta."
"5 juta, apa tidak ada yang ingin menawarnya lagi, kalau begitu 3 ... 2 ... -"
"6 juta." Ucap VVIP yang ada di samping Key.
__ADS_1
"6 juta, 3 ... 2 ... 1 ... terjual dengan harga 6 juta!!."
Apa orang ini punya uang yang unlimited? dia mengeluarkan uang sebanyak itu hanya dalam beberapa detik tanpa ragu. Benar-benar sultan yang sesungguhnya. Namun, he he he~ itu benar-benar menguntungkan ku.