Prince Of The Seventh Hell

Prince Of The Seventh Hell
Bab 54. Keluarga Xiao ( bagian 3 )


__ADS_3

" ... Huh? apa maksudmu? kenapa pula aku harus ber-tunangan dengan putri mu" tanya Key dengan tatapan sedikit terkejut.


"Bukankah sudah kukatakan dari awal, aku ingin memberi hadiah kepada mu. Hadiah itu adalah putri ku, ... jadi bagaimana? apa kamu menerimanya?" ucap patriak keluarga Xiao dengan senyuman aneh.


Sepertinya orang tua ini ingin mengujiku, dia ingin melihat karakter seperti apa yang ku punya ... tapi, aku tidak ingin berdiam diri di tempat ini lebih lama. Aku harus mendapatkan peta itu sesegera mungkin, dan jika mereka menolak untuk memberikannya secara baik-baik maka aku akan menggunakan cara kasar untuk merebutnya.


"Hentikan omong kosong ini pak tua. Berikan saja aku petanya lalu aku akan pergi dari tempat ini. Kenapa pula kau ingin menghabiskan waktu mu yang berharga untuk orang seperti ku." Ucap Key dengan tatapan yang mulai berbeda.


"Jadi kamu menyadarinya ya, baiklah - baiklah aku akan memberikan peta itu. Hm ... tapi sebenarnya Kultivasi berada di ranah mana? aku jadi sedikit penasaran, bahkan diriku ini yang seorang patriak tidak bisa merasakannya. Apa sebenarnya kamu bersekongkol dengan para pencuri itu?" ucap Patriak keluarga Xiao merasa curiga dengan Key.


"Hey pak tua. Bukankah kau terlalu bertele-tele. Bukannya lebih baik, jika kau ... mengatakan bahwa aku ingin melihat kekuatan mu. Tapi, aku akan menghiraukan hal itu karena kau sudah tua." Ucap Key.


Dalam sekejap sebuah bayangan keluar dari kegelapan yang tidak lain adalah orang-orang yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka. Dengan pakaian serba hitam dan mata yang dipenuhi oleh amarah. Seorang yang mungkin adalah seorang pria.


Berada di belakang Key dengan membawa pedang yang telah di ulurkan di samping leher bagian kanan key.


"Hm? ... aku kira ... mereka tidak akan bergerak tanpa perintah dari sang patriak. Tapi, sepertinya itu hanyalah kebohongan yang dibuat oleh sang permaisuri ha ha ha. Atau mereka sudah tidak menganggap kau ( Patriak ) sebagai pemimpin mereka pak tua." ucap Key sambil menunjuk patriak keluarga Xiao.


" .... "


"Berhenti bicara atau aku akan memisahkan kepala dari badanmu bocah!" ucap pria yang memegang pedang dengan nada mengancam.


"Hoo ... aku tak sabar merasakannya. Merasakan pedang dari seorang yang telah mengkhianati pemimpin mereka."


"Apa maksudmu?"


"Apa kamu memang tidak tahu apa-apa, kamu ingin memenggal kepalaku. Tanpa perintah dari patriak keluarga mu. Bukankah itu menodai reputasinya?" ucap Key tersenyum.

__ADS_1


Pria itu sontak melihat ke arah patriak, walaupun patriak terlihat biasa saja tapi pria itu mulai berkeringat, dia takut akan langsung di eksekusi Karena hal itu.


( berlutut ) "Maafkan saya patriak! saya benar-benar orang yang bodoh karena berani melakukan sesuatu tanpa perintah dari anda." Ucapnya sambil menunduk ke lantai.


"Ya kamu benar-benar bodoh, kau tertipu perkataan dari bocah itu." Ucap patriak.


"Apa?" pria itu kebingungan.


"Pfft ... Aha ha ha! benar-benar idiot, dia percaya perkataan ku begitu saja. Sepertinya kau perlu melatih mereka kembali Pak tua, atau masa depan keluarga mu akan berakhir dalam 50 tahun mendatang." Ucap Key tertawa.


"Be-beraninya kau!" Berdiri lalu mengambil pedang yang tadi ia buang di lantai.


"Diam!! jangan berani-berani untuk menyerangnya tanpa perintah dari ku. Tadi aku masih mengabaikan mu tapi, jika kau masih bergerak tanpa perintah dari ku, maka aku akan membunuhmu di sini sekarang juga." Bentak patriak dengan amarah di matanya.


"Maaf patriak." ( berlutut dengan cepat sampai-sampai lantai tempatnya berlutut ternodai oleh dari dari lutut-nya.


"Maaf karena sudah memperlihatkan sesuatu yang memalukan. Soal peta, Yue pergi ke gudang dan ambilah peta yang paling sempurna. Dan juga Ning'er ikut lah bersama ibumu" Ucap patriak. Menoleh ke arah istrinya Xiao Yue dan juga Xiao Ning'er.


"Kalian juga, keluar lah dari ruangan ini."


"Baik, patriak."


Kini seluruh ruangan menjadi lebih sunyi dibandingkan sebelumnya. Di ruangan itu hanya tersisa Key dan Patriak keluarga Xiao.


"Jadi, apa tujuan mu pak tua." tanya key dengan wajah dingin.


"Berbicara dengan orang cerdas memang lebih memudahkan. Tapi, pertama-tama aku akan memperkenalkan diriku agar kamu tidak memanggil ku dengan pak tua lagi.

__ADS_1


Perkenalkan aku adalah patriak keluarga Xiao dari benua utara namaku Xiao Fang long. Kamu bisa memanggil ku dengan panggilan fang atau long dan berhenti lah memanggil ku dengan sebutan pak tua karena saat ini aku baru berusia 68 tahun." Ucap Fang dengan bangga.


Uhm ... bukannya 68 tahun sudah termasuk tua yah? apa di dunia ini itu masih terbilang masih muda? ya kurasa itu masuk akal sih, soalnya dari banyaknya komik China yang kubaca tentang dunia kultivator. Kebanyakan mempunyai umur yang panjang bahkan ada yang abadi. Hmm ... kurasa cuma itu ilmu yang ku punya tentang kultivator.


"Baiklah, aku harap kamu mulai memanggil ku dengan namaku mulai sekarang. Dan untuk alasan mengapa tinggal kita berdua yang ada di tempat ini, karena soal hadiah yang ku janjikan tadi." Ucap Fang dengan santai.


"Hm? aku kira itu hanyalah sebuah kebohongan untuk melihat karakter ku. Apa aku salah?"


"Tidak, aku memang menawarkan hal itu untuk melihat seperti apa karakter mu dan setelah ku lihat sepanjang percakapan kita. Kamu adalah orang yang menurut ku sulit untuk ditebak.


Dan juga, aku benar-benar serius ingin membuat mu bertunangan dengan putri ku. Awalnya aku terkejut kenapa dia bisa sampai di sini lebih cepat dari yang ku duga. Tapi, setelah aku melihat pakaian yang ia gunakan sudah compang-camping.


Aku terkejut. Aku memikirkan banyak hal yang bisa membuat ku gila setelah melihat kondisi putri ku. Tapi, setelah dia menceritakan bahwa ada seseorang yang menolongnya perasaan ku menjadi sangat senang dan ingin membalas kebaikan mu dengan apapun yang ku punya.


Bukan, cuma itu dia ( Ning'er ) benar-benar menyukai mu, setiap kali dia berbicara tentang mu wajahnya selalu memerah, dia kadang malu sendiri padahal itu adalah pertemuan pertama kalian. Jadi aku ingin kamu memikirkan kembali hal ini baik-baik lalu memberi ku jawaban."


"Jujur saja Fang, aku tidak ingin berhubungan dengan siapapun karena kedepannya aku akan mempunyai banyak sekali musuh yang harus ku hadapi. Dan Bukankah kau tau sendiri apa yang akan terjadi pada putri mu, kan." Meletakkan tangannya di bahu Fang.


"Ya, dia akan menjadi sasaran yang empuk untuk menghabisi mu." Kecewa.


"Ya, begitu lah Fang."


"Kalau begitu tolong terima ini sebagai tanda terima kasih ku." ( menyerahkan )


"ini ...." agak heran.


5 menit kemudian

__ADS_1


( pintu terbuka ) "Ayah, aku telah kembali. Hm? apa yang sedang terjadi di sini?" Ning'er kebingungan.


__ADS_2