
...----------------...
5 hari berselang setelah dimulainya festival seratus obat. Kini, festival tersebut telah mencapai puncaknya. Di atas arena dua pria dengan rambut uban serta kulit yang sama-sama keriput berdiri dengan bangga.
Menunggu pil siapa yang akan menjadi juara. Untuk pria di sebelah kanan dengan pakaian hijau dengan gambar mawar hijau tua pekat menghiasinya. Dia membuat pil kelas 7 dimana hanya tinggal 3 tahap lagi menuju kesempurnaan.
Sedangkan Pria disebelah kiri, dia memakai pakaian dengan warna emas putih tentu dengan gambar naga emas di dadanya. Dia juga membuat pil kelas 7 sama seperti pesaing yang berada di sebelahnya.
Saat ini, mereka berdua hanya tinggal menunggu keputusan dari juri. Mereka berdua tegang, bagaimana pun kedua orang tua itu adalah rival dari dulu dalam hal pembuatan pil obat.
Sementara itu, key dan Jia Li duduk di kursi penonton. Key nampak menikmatinya sedangkan untuk Jia Li dia duduk dengan wajah masam karena sudah tidak mampu menahan rasa penasarannya Jia Li memberanikan dirinya untuk bertanya kepada tuannya itu.
"Anu ... tuan, bukankah anda ingin menghancurkan sekte ini? tapi, kenapa anda malah menonton festival obat dan bukan merancang rencana untuk kedepannya?" tanya Jia Li agak merasa takut.
Key memalingkan wajahnya ke arah Jia Li. "Hm? apa kau benar-benar menanyakan hal itu?" Ucap Key dengan wajah dingin yang kemudian lanjut berkata. "Itu karena aku juga seorang manusia, manusia yang penasaran dengan hal-hal baru." Ucapnya sambil menatap kedepan.
"ha?! apa yang sebenarnya kamu katakan tuan?" Jia Li kebingungan.
Jujur saja, aku memang sedikit penasaran dengan hal-hal seperti ini. Aku ingin melihat apa menonton secara langsung lebih baik dari pada membacanya di hp. pikir Key sejenak.
__ADS_1
"Rupanya, membacanya lebih baik." Gumam Key.
Melihat tuannya berbicara sendiri, membuat Jia Li semakin kebingungan. Melihat, satu dari dua pertanyaan tidak di jawab, Jia Li berniat menanyakan hal itu kembali. Tapi, sebelum Jia Li mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya. Key kembali berbicara.
"Dan untuk pertanyaan mu yang lain, soal rencana menjatuhkan sekte ini. Itu tidak perlu." Ucap Key menunggu keputusan juri soal siapa pemenang festival seratus obat.
" .... " Jia Li tidak bisa berkata apa-apa, dia saat ini hanya bisa diam mendengar perkataan tuannya yang bagaikan puzzle.
Kembali ke arena. Kini, juri telah siap mengumumkan siapa pemenang festival obat kali ini. Sang juri berjalan ke arena. Berdiri tepat di tengah kedua orang tua itu sambil memegang masing-masing satu tangan mereka.
"Pemenang festival seratus obat yang diadakan setiap 5 tahun! sekali jatuh kepada ... Raja pil dari sekte mawar racun!" Teriak seorang juri menggunakan mic.
Juri yang berdiri tepat di tengah para orang tua itu, mengangkat tangan dari orang tua di bagian kanan.
Suara tepukan tangan terdengar ke seluruh arena. Tidak lama kemudian, dengan cadar melekat di wajah Para murid dari sekte pengendali binatang. Mereka berjalan dengan anggun menaiki arena dengan membawa hadiah-hadiah untuk pemenang festival seratus obat ini.
"Mohon perhatian! sang patriak sekte pengendali Binatang tuan Yong Zu akan memberikan beberapa kata sebagai penutup acara ini." Teriak seorang penjaga dengan tegas, membuat seluruh perhatian tertuju pada satu tempat. Tempat dimana saat ini Yong Zu berdiri.
Penjaga itu melihat ke arah patriak pengendali binatang lalu mengangguk. Yong Zu hendak membuka mulutnya namun, waktu berjalan seperti melambat. "Se ... la ... mat kep ...."
__ADS_1
"Black hole," ucap Key ditengah-tengah perkataan Yong Zu.
Tiba-tiba tepat di atas gedung utama sekte, muncul sebuah pusaran hitam yang membuat semua orang terpana. Mereka mungkin mengira kalau itu adalah salah satu pertunjukan yang ditampilkan oleh sekte pengendali binatang.
Sementara semua orang terpana, Jia Li merasa sangat terpukul melihat pusaran gelap yang ada di atasnya. Dia dengan gagap berkata. "Ba-bagaimana mungkin benda itu ada di sini?! kenapa ada lubang hitam yang muncul di tempat ini!!"
Pusaran black hole dengan cepat menyedot semua orang yang ada di bawahnya, bukan cuma manusia baik itu hewan, gedung serta pohon-pohon ikut di sedot kedalam.
Melihat itu semua orang mulai panik dan berusaha melarikan diri dari tempat itu. Namun, usaha mereka semua sia-sia. Mereka dengan penuh jeritan terangkat naik ke atas black hole.
Di saat orang-orang panik mencari tempat melarikan diri, Key nampak tenang menikmati pemandangan yang berada di depannya, dia masih duduk di kursinya.
Jia Li juga sangat panik tapi kemudian key memengang pergelangan tangannya. "Tenang saja dan nikmati pemandangan ini." Ucap Key melihat ke atas.
"Hm ... baiklah." Jia Li duduk tepat di samping Key.
Setelah 2 menit berlalu, seluruh sekte kini menghilang bak di telan bumi.
Siapa sebenarnya orang yang ku layani saat ini?! Pikir Jia Li dengan mata terkejut. Jia Li melihat kedepan, sejauh mata memandang hanya ada tanah yang luas tanpa pohon sedikitpun.
__ADS_1