
...----------------...
"Sudah ku duga, udara di dunia utama memang lebih segar. Aku jadi tidak sabar ingin menguasai dunia ini," ucap seorang laki-laki yang berdiri di atas seekor naga yang sedang terbang.
Dia beberapa kali menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya. Seorang pria yang disembah oleh para naga, Sang Dragon Monarch. Dia memiliki bawahan yang tak kalah kuat dari para Monarch lainnya.
Itu sebabnya dia diberi julukan sebagai Creatures of destruction(Makhluk pembawa kehancuran). Di dalam dungeon dia dikenal sebagai identitas yang kejam dan Rakus akan kekuasaan. Awalnya dia hanyalah naga yang sakit-sakitan. Namun, semua berubah setelah kejadian aneh yang menimpanya.
Namanya adalah Ares. Namun, semenjak dia menjadi Dragon Monarch dia tidak lagi mempunyai sebuah nama, yang dia punya hanyalah sebuah julukan yang terus berkomandan di telinga-nya.
Seorang naga mendekat ke arah Dragon Monarch. "Monarch, apa yang perlu kami lakukan selanjutnya?" ucapnya sambil terbang dalam wujud naga hitam.
"Apa lagi. Mulailah mengamuk, semuanya! mulai mengamuk dan hancurkan semua yang ada di hadapan kalian!" teriak Dragon Monarch sambil membuka keduanya tangannya yang terlambai.
"Sang Monarch telah memberi perintah! Hancurkan Semuanya!!" teriak salah satu naga di sana dengan lantang.
"Fy, bagaimana keadaan pasukan saat ini?" tanya Dragon Monarch.
Seorang naga dengan baju pelayan membungkuk di samping Dragon Monarch. "Sesuai perintah anda. Kami membuat gate di seluruh kerajaan di dunia ini. Dan menurut para naga yang memimpin setiap pasukan. Mereka sama sekali belum bertemu dengan makhluk yang kuat."
"Apa manusia itu membohongi para Monarch?" gumam Dragon Monarch.
Yang tak lain orang yang dimaksud adalah Yui. Dia kemudian mulai memikirkan alasan di mana Yui pertama kali muncul sampai menjadi seorang Monarch.
*Gadis itu, dia pertama kali muncul di wilayah yang sangat kurang penghuni-nya. lalu setelah 2 tahun dia menjadi penguasa tempat itu dimana tidak sedikit orang kuat yang mengikuti-nya. dan setelah 3 tahun dia diangkat menjadi salah satu dari 5 penguasa.
Apa jangan-jangan ... dia berasal dari dunia utama?! jika itu benar, maka itu berarti dia sengaja menahan para Monarch untuk tidak menyerang dunia ini secara bersamaan! dan diriku yang saat ini menyerang dunia utama adalah salah satu dari rencana-nya!
Agar dapat menanamkan rasa percaya akan adanya perang yang akan datang pada penghuni dunia utama dan jika penguasa lain menyerang maka, mereka telah siap untuk menghadapi kami!
Sialan*!!!( Marah besar ) Queen of wisdom aku pasti akan membunuhmu!!! walaupun para penguasa lain melindungi mu, aku pasti akan membunuhmu dengan kedua tangan ku ini!!!
Melihat tuan-nya yang tiba-tiba marah besar Fy pelayan pribadi Ares bertanya. "Tuan, kenapa anda menjadi sangat marah?" tanyanya kebingungan.
__ADS_1
Sepertinya aku membuat Fy khawatir. Aku harus tenang, bagaimana pun, aku telah menebak rencana orang itu dan aku harus segera kembali ke lantai 6 untuk memberitahu penguasa yang lain bahwa yang dikatakan oleh Queen of wisdom semua-nya adalah kebohongan.
Dragon Monarch menghentakkan kakinya ke bawah. Dia memberi isyarat pada naga yang sedang ditunggangi-nya untuk berputar balik kembali menuju dunia para penguasa.
Fy yang heran bertanya. "Kenapa kita berputar balik Monarch?"
"Aku lupa ada sesuatu yang harus aku lakukan di dunia kecil. Jadi aku akan kembali sebentar lalu kembali ke sini." jawabnya sambil tersenyum ramah.
Sebelum mereka keluar dari wilayah kerajaan Dwarf. Bola api besar menuju ke arah mereka dengan cepat.
"Dasar makhluk rendahan! apa kalian pikir serangan seperti ini bisa melukai seorang Monarch?" ucap Fy. ( berjalan maju ) dia mengucapkan sebuah mantra singkat dan dengan sekejap muncul sebuah sihir yang mencoba menahan bola api itu.
KRAK!
Sihir itu pecah dan bola api itu sudah semakin dekat dengan Dragon Monarch. Dengan cepat Dragon Monarch menarik Fy kebelakang lalu menahan bola api itu menggunakan satu tangannya.
Fy yang awalnya mengira serangan itu hanyalah serangan yang lemah sangat terkejut. Dia dengan panik melihat ke arah tangan Dragon Monarch. Dia melihat sebuah tangan yang kulitnya telah hilang terbakar api. masih mengeluarkan asap yang bau-nya tak sedap di cium.
"Ya, aku baik-baik saja. Ini hanya luka kecil dan akan segera sembuh karena kemampuan regenerasi ku. Jadi, tenang saja Fy." ucap Dragon Monarch ( meletakkan tangan kanannya ke kepala Fy ) lalu mengelus kepalanya.
Walaupun aku bilang begitu, tapi luka ini tidak akan sembuh dengan cepat! aku tidak menyangka ada seseorang yang cukup kuat untuk melukai ku di sini.
"Dimana dia?" tanya Dragon Monarch ke naga hitam yang dari tadi berada di sampingnya. Dia juga sepertinya sangat terkejut dengan hal yang baru saja terjadi. Dia merasa gagal sebagai seorang komandan karena tidak mampu melindungi rajanya.
Setelah mendengar pertanyaan Dragon Monarch dia mulai menggunakan kemampuannya. ( pupil matanya berubah Menjadi warna hijau ) dia menoleh ke sana ke mari dan yang dia lihat dengan aura yang kuat hanya satu orang yang berdiri cukup jauh dari sana.
"Tuan, ada seorang elf tua yang berada cukup jauh dari sini. Sepertinya dialah yang melancarkan Serangan kuat tadi." ucap si naga hitam.
"Apa dia cuma seorang diri?"
"Tidak, dia ditemani oleh seorang manusia berambut putih yang berada di sampingnya. Tapi saya tidak merasakan pancaran aura kuat darinya. Sepertinya dia murid elf tua itu." jawabnya.
"Jadi begitu, kalau begitu aku juga akan memberikan mereka sambutan hangat, seperti mereka menyambutku." ucap Dragon Monarch dengan wajah Santai.
__ADS_1
Dia menarik nafas panjang, lalu melepaskannya. Sebuah semburan api dashyat mengarah ke arah kedua orang itu dengan sangat cepat.
...----------------...
"Hei, pak tua. Sepertinya dia sudah tahu posisi kita dan juga dia mengirim sesuatu yang tak terduga," ucap Izumi dengan santai pada Arthur.
( kesal ) "Bukankah aku sudah bilang bocah, jangan memanggilku pak tua tapi, panggil aku Arthur! dasar bocah sialan."
"Baiklah, jadi apa yang harus kita lakukan? api itu semakin dekat pada kita," ucap Izumi ( menunjuk semburan dari Dragon Monarch )
"Bekukan saja," ucap Arthur tak acuh.
"Cih! beraninya kau memerintahku pak tua."
Izumi mengangkat tangan kanannya ke atas. Seketika dinding es membendung serangan api itu. / Retak / Dinding es itu mulai retak tapi itu tak hancur melainkan semakin kembali ke bentuk semulanya.
"Hei pak tua, mundurlah! target kita sedang menuju ke sini dan aku merepotkan untuk ku jika harus bertarung sambil melindungimu."
"Ha ha dasar bocah sial*n! beraninya kau memerintahku." ( berjalan pergi )
BUM!
Ledakan terjadi di tempat itu. Di kumpulan asap yang masih ada, suara pria yang bernada tinggi terdengar.
"Apa kamu yang menghentikan seranganku ... manusia?" tanya Dragon Monarch dengan aura yang mengintimidasi.
Mendengar itu Izumi ( menunduk ) lalu mengangkat jari tengahnya. "Bacot lu ngen*ot!!" teriak Izumi.
"Hei, pak tua. Apa sihir mu belum selesai?" tanya Izumi lewat telepati.
"he he, itu tunggu sebentar lagi .... Sihir tingkat tinggi!! Pemisah ruang!" teriak Arthur dari kejauhan sambil mengangkat kedua tangannya.
Setelah teriakan Arthur sebuah dinding tiba-tiba muncul dari bawah tanah dan mengepung Izumi dan Dragon Monarch di dalamnya. Kini pertarungan satu lawan satu antara Mantan pahlawan Izumi dengan Ares sang Dragon Monarch akan terjadi.
__ADS_1