
Seorang pria tua dengan telinga runcing dan rambut ubanan berjalan di koridor istana, dia tidak lain adalah Arthur yang kini berjalan menuju kamar cucunya Rosalin.
Dia membuka pintu. Wajah dari cucunya yang lain, Irene juga ada di sana. Melihat kakeknya datang Irene penasaran dari mana saja kakeknya dia membuka mulutnya"Kakek darimana saja? kenapa kakek tidak menjaga kak Rosalin."
"dari mana lagi, bukankah aku pergi mencari mu, kesana kemari. Eh, tapi kamu sudah ada di sini, hadeuh,"jawabnya sambil mengeluh
"he he" Irene cuma bisa tertawa kecil mendengar keluhan kakeknya
"oh iya kek"
"hmm ... "
"apa kak Rosalin juga akan hadir di pesta nanti?"
"kalau itu sih, tergantung kondisi kakak mu" Ucap Arthur sambil melihat ke arah Rosalin
"aku bisa ko kek,"jawab Rosalin sambil mengepalkan tangannya
mendengar jawaban Rosalin, Arthur mengangguk perlahan
SEMENTARA ITU DI PERTEMUAN PARA RAJA
Diruangan yang gelap sosok abu-abu terlihat berjalan maju ke sebuah meja bundar dengan empat kursi yang ada di sana.
"Raja, semuanya telah datang" ucap sosok abu-abu itu yang perlahan menghilang
Cahaya terang muncul di tengah meja itu yang membuat semua orang yang duduk di kursi itu terlihat jelas, dua diantara mereka adalah sebuah hologram, mereka sepertinya berhalangan hadir di karenakan suatu urusan
Dua hologram itu adalah Raja Dwarf Giofardo dan Raja Manusia Nathaniel, sementara dua Raja yang hadir dengan penampilan asli mereka adalah Raja Manusia Lucifer yang tak lain adalah ayah dari rein, dan yang satunya lagi adalah Raja ELF Dealova.
"hm, apa yang membuat mu tak datang Giofardo?" tanya Dealova melihat ke arah Raja Dwarf
"ha ha, kau tak perlu seperti itu Dealova, aku benar-benar tidak bisa hadir, di karenakan suatu masalah yang muncul di wilayah ku" Ucap Giofardo dengan tawa khas-nya
"masalah?" Lucifer sedikit penasaran
Giofardo mengangguk"ya, sebuah lingkaran hitam tiba-tiba muncul dan memancarkan aura yang sangat kuat dari dalam lingkaran itu"
__ADS_1
"jadi wilayah mu juga sama yah" Ucap Nathaniel sembari memegang dagunya
"apa di wilayah mu juga ada?"
"ya, ukurannya kira-kira sebesar 2 sampai 3 meter, dan itu muncul pas di ibukota kerajaan ku, itu sebabnya aku tidak bisa hadir di pesta ulangtahun mu kawanku, tapi tenang saja! aku telah mengirim hadiah yang sangat hebat untukmu!"
"baiklah, aku mengharapkan hadiah mu. Tapi mari kita dengar informasi apa saja yang kamu telah temukan" Raja Lucifer mulai bersikap serius
Obrolan yang tadinya penuh dengan candaan mulai terasa sangat berbeda dengan yang sebelumnya, semua orang yang ada di sana mulai mendengarkan penjelasan Raja Nathaniel dengan serius.
"kalau begitu, untuk saat ini aku akan menyebut lingkaran hitam itu sebagai Gate. Pertama-tama aku akan mulai dari apa penyebab munculnya gate itu. Menurut Genu ilmuan terbaik di kerajaan ku, dia mengatakan kalau gate itu muncul akibat penumpukan sihir/mana di sekitar wilayah itu.
Tapi ini semua masih berupa teori, dan untuk yang kedua, hal seperti ini telah tertulis di ramalan kerajaan ku, walaupun beberapa kerajaan Sudah tidak percaya akan ramalan namun, berbeda dengan kerajaan ku, disana ramalan adalah hal yang sakral dan dipercaya oleh masyarakat.
Di ramalan itu tertulis seperti ini 'bersiaplah akan perang besar yang akan datang dari pembalasan para mahluk yang lebih dulu menempati dunia ini' seperti itu."
"perang besar? jangan bilang peristiwa 1000 tahun yang lalu akan terulang" potong Giofardo
"untuk itu masih belum pasti, karena semua ini masihlah sebuah ramalan. Tapi bukankah lebih baik untuk kita bersiap dengan situasi terburuk yang akan terjadi?" Lanjut Nathaniel yang mencoba menyakinkan mereka
Kini semua orang mengangguk setuju dengan perkataan Nathaniel.
"kalau begitu, cukup sampai di sini saja pembicaraan kita untuk saat ini," Ucap Lucifer
"okelah" Balas Giofardo
Kedua hologram itu menghilang, saat ini ditempat itu hanya ada Dealova dan Lucifer yang tengah duduk santai, Ruangan itu perlahan mulai di masuki cahaya matahari dan membuat tempat itu terlihat jelas di setiap sudutnya.
"Hei! Lucifer, apa menurutmu dunia ini akan segera menemui titik akhirnya?"
"kenapa kau menanyakan sesuatu seperti itu! bagaimana pun caranya kita harus mempertahankan dunia ini, untuk menghormati para leluhur"
"bahkan jika kau akan mati?"
"ha ha ha jarang-jarang kau menanyakan sesuatu seperti ini, Bukankah cepat atau lambat semua mahkluk hidup pasti akan mati? bahkan para leluhur yang mempunyai kekuatan untuk membalikkan hukum alam pada akhirnya mati karena umur mereka. Jadi bukannya lebih bagus mati demi membela dunia yang kita tinggali ini"
"jadi begitu yah, kalau begitu aku juga tidak akan mundur"
__ADS_1
"ha ha ha" mereka berdua tertawa bersamaan
"ah ... ngomong-ngomong Lucifer, apa kau tertarik untuk melakukan pertunangan?"
"apa maksudmu?"
"kau sendiri tahukan, putri ku Irene selain kecantikan dia tidak punya apapun untuk dibanggakan. Itu sebabnya aku ingin dia bertunangan dengan salah satu putra mu dan diberikan gelar Duke."
"tapi bukannya umur putri mu itu baru 12 tahun! dan satu satunya putra ku yang cocok dengan umurnya adalah Rein yang berumur 11 tahun. Walaupun Julian dan Alexander baru berusia 14 tahun tapi tidak mungkin mereka melepas kesempatan untuk menjadi Raja."
"walaupun yang akan menikah putri ku adalah Rein aku tidak keberatan dengan hal itu ko."
"apa kau yakin?"
"ya, aku yakin"
"kalau begitu baiklah, deal"
"akhirnya Rein mempunyai seorang tunangan yang punya derajat yang sama dengannya, aku tidak menyangka kesempatan seperti ini akan datang! entah apa yang ada di kepala Dealova tapi ini sama sekali tidak merugikan ku" pikir Lucifer yang tertawa dalam hati, dia sama sekali tidak mengetahui apa yang disembunyikan oleh Rein.
"ha ha ha, jakpot! aku tidak menyangka kakek tua ini menyetujui dengan mudah, padahal Rein adalah anak yang sangat berbakat tapi sepertinya dia sama sekali tidak tahu. Aku tebak dia pasti mengira ini kesempatan yang langka dan tertawa dalam hati sekarang, tapi dia sama sekali tidak tahu bahwa yang dia lepaskan saat ini adalah sebuah berlian yang belum bersinar terang. Awokawok" Dealova terbahak-bahak dalam hati dia sungguh tidak menyangka mendapatkan seseorang yang berbakat dengan semudah ini
"kalau begitu apa sebaiknya kita memberi tahukan mereka di pesta yang akan segera dimulai?" Tanya Lucifer
"ide bagus, kalau begitu kita akan mengumumkannya saat di tengah pesta, aku tidak sabar melihat reaksi mereka nantinya!"
...****************...
Di kamarnya Rein tiba-tiba merinding
"ada apa tuan" tanya Isabel
"tidak ada apa-apa, punggung ku hanya tiba-tiba merinding, sial ... aku punya firasat buruk soal ini" gumam Rein
"anda bilang apa tuan?"
"tidak ada"
__ADS_1