Prince Of The Seventh Hell

Prince Of The Seventh Hell
Bab 55. Langkah awal


__ADS_3

"Jadi kamu telah tiba ya Ning'er."


"Ya, ayah dan aku membawa peta yang ayah minta." ucap Ning'er dengan riang.


"Kalau begitu, serahkan peta itu kepada tuan Key."


"Uhm, baiklah ayah." Berjalan mendekati Key yang tengah duduk.


Ning'er dengan wajah sedikit memerah menyerahkan peta yang ia tengah pegang di kedua tangannya. "Mohon di terima tuan Key."


"Ya, aku akan menerimanya dan ... karena aku sudah tidak punya keperluan lagi di sini. Maka aku akan pergi sekarang." Ucap Key ( berdiri ) lalu berjalan keluar.


Ning'er yang mendengar hal itu, panik dan langsung menoleh ke arah ayahnya. Fang cuma bisa menggelengkan kepalanya melihat putrinya yang tengah panik. Yang berarti Key menolak tawaran dari ayahnya.


( menarik baju Key ) "Anu ... tuan key." menunduk ke lantai.


"Hm?"


"Apa kita tidak akan bertemu lagi?"


Ekspresi-nya ... mirip seperti Irene sewaktu bersedih. Tapi, kenapa dia harus bersedih? Apa perpisahan seperti ini juga memerlukan kesedihan? bukankah kami hanya bersama selama kurang lebih 30 menit. Aku benar-benar tidak tahu kenapa manusia bisa selembut ini.


Walaupun aku juga seorang manusia tapi ... aku sama sekali tidak tahu jalan pikiran dari manusia. Bahkan satu-satunya rekanku di neraka beberapa kali menayangkan apa aku benar-benar manusia atau bukan. Sepertinya aku perlu sedikit menghiburnya sama seperti aku menghibur Irene. Pikir Key.


Dengan lembut key mengangkat tangannya lalu meletakkannya di kepala Ning'er. "Tenang saja, aku pasti akan menemui mu suatu hari nanti."


Mata Ning'er terbuka lebar dia mengangkat kepalanya lalu menatap Key dengan penuh harapan. "Sungguh! janji, kamu berjanji, kan?"


"Iya, aku berjanji."


Setelah mengucapkan itu key berjalan keluar dari ruangan itu terus berjalan sampai tiba di gerbang masuk. Di sana ada wajah seseorang yang cukup ia ingat, wajah yang ia ingin bunuh sebelum pergi dari tempat itu.


"Hee ... sepertinya kau benar-benar beruntung ya, soalnya kau bisa keluar hidup-hidup dari kediaman utama." Ucap penjaga yang waktu itu merasa tidak senang dengan Key.


"Ya, aku benar-benar beruntung sedangkan untuk mu, hari ini adalah hari paling sial yang ada di kehidupan mu."


"Ap-?"


Sebelum menyelesaikan perkataannya tangan Key telah mencengkeram leher penjaga itu dengan kuat tak berhenti di sana Key mengangkat tangan yang mencengkram leher penjaga itu ke atas yang membuat kaki penjaga itu tidak lagi menyentuh tanah. Yang membuat-nya seperti sedang di gantung.


"Hehe~ kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan langsung membunuh kok. Kau harus menderita di dalam ilusi ku sampai kau mati dengan sendirinya."

__ADS_1


"He- henti-kan!" Ucapnya terbata-bata.


"Skill nafsu tingkat 1 aktifkan."


Dengan skill yang telah aktif Key kemudian menatap mata penjaga itu. Membuat-nya terjebak dalam suatu ruangan hampa yang dipenuhi oleh mata di setiap sudutnya.


"Apa-apaan itu! dimana ini?!! apa yang sedang terjadi padaku?! Hentikan! jangan mendekat! hentikan agrh ....!!!" Teriak penjaga itu.


Key melepaskannya jatuh ke tanah. Dengan mata hitam yang telah hilang, penjaga itu terus mengeram di tanah.


Apa dia sendirian saja hari ini? akan ku coba menggunakan sense ku. ( menutup mata ) he ... jadi dia bersembunyi di sana ya ( tersenyum jahat ke arah tempat teman dari penjaga yang tengah kesakitan di tanah )


Penjaga itu melihatnya. Melihat senyuman Key yang sangat mengerikan. *Senyuman macam apa itu?! menakutkan, menakutkan sekali. Aku harus lari ... tapi, kemana?! apa dia tidak akan mengejar ku? entah kenapa seluruh tubuhku di buat mengigil hanya karena melihat senyuman-nya.


Hanya karena itu aku takut untuk melangkah keluar dari tempat ini. Aku benar-benar berurusan dengan orang yang salah*.


Melihat penjaga itu ketakutan di belakang pohon, lagi-lagi Key tersenyum namun, senyuman yang ia pakai kali ini adalah senyuman puas. Key kemudian berjalan pergi dari tempat itu.


apa dia sudah pergi? syukurlah, oh iya ( melihat ke arah penjaga yang berbaring di tanah ) Aku harus segera membawanya ke ruang penyembuhan.


...----------------...


Di dalam kediaman utama keluarga Xiao.


5 menit sebelum kedatangan Ning'er.


"Aku harap kamu mau menerima hadiah itu. Lagipula benda itu adalah salah satu harta keluarga ku. Jadi aku yakin kamu akan menerimanya." Ucap Fang membusulkan dadanya ke depan.


Bukankah ini hanyalah sebuah pedang dengan mana di dalamnya? aku punya lebih dari 10 ribu di penyimpanan ruang milikku dan mereka hanya berguna sebagai senjata sekali pakai. Tapi, melihat dia bangga dengan senjata ini, membuat aku semakin yakin bahwa dunia ini setidaknya lebih lemah dibandingkan dunia ku sebelumnya.


Melihat wajah Key yang tak puas, Fang mengerutkan keningnya. "Kenapa? apa kamu tidak suka dengan hadiah yang ku berikan?"


"Tidak, justru sebaliknya ... aku terkejut melihat pedang sekuat ini. Ini pertama kalinya aku melihatnya dalam hidup ku. Jadi aku tanpa ragu akan menerimanya." Jawab Key menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Jadi begitu yah, baguslah. Aku kira kamu tidak menyukainya karena wajah mu serasa biasa saja. Tapi, sebenarnya ... untuk apa peta itu? Ha ha maaf jika aku penasaran dan menanyakan hal itu." Ujar Fang sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Tersenyum jahat. "Tidak apa-apa, lagipula ini bukanlah hal yang harus aku rahasia kan. Aku memerlukan peta ini untuk mengetahui seluruh tempat sekte di dunia ini lalu ... menghancurkan-nya!" Nada bicara Key berubah menjadi berat serta pupil matanya yang perlahan memerah.


"Apa? apa yang sedang kamu bicara saat ini?!" ucap Fang kebingungan.


Mendekat-kan wajahnya ke arah wajah dari patriak keluarga Xiao. "Apa kau tidak mendengar-nya, aku bilang aku akan menghancurkan seluruh sekte yang ada di dunia ini." Ulang Key dengan senyuman jahat masih melekat di wajahnya. Di ikuti aura mengerikan yang keluar dari seluruh tubuhnya.

__ADS_1


" !!! "


"Yah, cuma itu kok." Sekali lagi Key. Berkata namun, kali ini seluruh aura beserta matanya telah kembali seperti semula.


Flash back singkat selesai


Benar-benar aura yang mengerikan. ( melihat tangan kirinya yang masih gemetar ) Aku sungguh merinding dengan aura yang dia keluarkan saat itu. Apa dia sungguh-sungguh ingin menghancurkan seluruh sekte di dunia ini. Sendirian? ... tapi, dengan auranya itu, kurasa itu adalah hal yang mustahil. Aku hanya perlu melihat apa yang ia katakan itu benar atau tidak.


...----------------...


Key mengambil papan status yang ada di saku bajunya.


[ Profil pengguna ]


nama: Reinhard al.moonlight


level: 36 (16,000,00 exp untuk naik level)


{ HP 2000/2000 }


{ SIHIR. 1500/1500 }


{ E. Iblis 3000/3000 }


Keterampilan: absorb, Black Hole lv 10, Penembusan lv 10, Kemalasan lv 7, Api neraka lv.1, mata merah niat membunuh lv.1, mata biru penilaian lv.1, mata hijau pelumpuh lv.1, pengubah bentuk lv.1, ilusi lv.1, sabit lv.1, (167 skill iblis lv 1) [tidak dapat di tingkatkan] penangkal keterampilan lv.4


[dapat di tingkatkan]


Ketahanan: 139


Kecepatan: 254


Kekuatan: 148


Vitalitas: 295


Poin yang belum digunakan: 0


[ skill kemalasan anda telah memasuki level 7 ( maks ) setiap 1 jam anda akan mendapatkan 1 poin skill. Apa Anda ingin mengaktifkan skill tersebut? ]


"Ya."

__ADS_1


[ skill berhasil di aktifkan ]


__ADS_2