
Pergi menaiki mobil mewah bukan hal biasa untuk seorang Shifa. Sesampainya di sekolah ia pun memarkirkan mobilnya dengan rapi di parkiran sekolah.
Sepanjang jalan Shifa terus menjadi pusat perhatian semua murid yang melihatnya. Ya, Shifa adalah murid yang paling banyak digandrungi hampir semua murid laki-laki. Modis, kaya, cantik adalah impian sebagian wanita. Dan itu yang dimiliki Shifa sekarang.
" Shif lo udah liat tas yang baru keluar pagi ini gak. Gaada niatan mau beli lo, gue udah pesen lo. " ucap salah satu temennya.
Sambil mengibaskan pelan rambutnya Shifa pun menjawab.
" Gue udah ada. Baru semalam gue terima. " ucap sombong Shifa.
Temannya tak percaya atas apa yang Shifa katakan.
" Hah? Yakin lo, kan baru keluar tadi pagi masa lo udah ada. " tanya penasaran temannya lagi.
" Michelle, lo ga percaya sama gue. Sebelum lo punya, pasti gue yang udah punya duluan. Kan selalu gitu. " jawab Shifa sambil berjalan menuju kelasnya.
" Iya-iya deh gue percaya 100% kalo seorang Shifa yang ngomong. " sambung Michelle yang mengikuti di belakangnya.
Ketika memasuki kelas Shifa langsung duduk di kursinya dan meletakkan tas nya.
" Shif, ini tugas gue. Lo pasti belum ngerjain tugas hari ini kan. " ucap salah satu murid laki-laki.
Shifa melirik tegas. " Emang nya ada tugas hari ini?. " jawab santai Shifa sambil melirik buku laki-laki itu.
" Ya adala, gue udah feeling lo pasti gatau. " sambung Michelle yang berada di depannya.
Shifa menatap sinis temannya itu.
" Okeh, gue pinjem bentar buku lo. " ucap Shifa sambil mengambil buku laki-laki itu dengan cepat.
" I-iya pake aja. " ucap senang nya.
Jam istirahat pun tiba.
Shifa dan teman-teman nya pun mengambil tempat di kantin untuk sekedar ngemil. Shifa yang tengah memainkan handphone nya dengan santai tiba-tiba ada yang tak sengaja menyenggol badannya, sehingga handphone yang ia pegang pun jatuh.
Teman-teman nya melihat kejadian itu dan tersontak kaget.
__ADS_1
Shifa langsung membenarkan rambutnya lalu berdiri dan mendapati seorang murid perempuan yang berdiri di belakangnya sambil membawa semangkuk bakso.
" Sorry ya shif, gue ga sengaja. " ucap santainya pada Shifa kala itu.
Teman-teman Shifa hanya tersenyum singkat dan menatap sinis perempuan itu.
" Tu anak nyari gara-gara sama Shifa. " ucap santai Michelle sambil memakan cemilannya.
" Apa yang lo bilang barusan. " ucap Shifa sambil menatap sinis.
" Gue minta maaf uda ga sengaja nyenggol lo." jawab murid itu lagi.
Shifa melihat handphone nya yang terjatuh di lantai lalu menatap kembali murid itu.
" Dengan maaf gabisa bikin handphone gue ada di pegangan gue lagi. " jawabnya ketus.
Murid itupun melihat handphone yang terjatuh.
" Ya kan tinggal diambil doang, kan gue ga sengaja. " jawabnya lagi.
Yang membuat murid perempuan itu sontak terdiam.
Shifa terus menatap tajam.
" Gue paling anti mungut barang yang ada di bawah. Dan seharusnya barang yang udah ada bawah itu harus dibuang, jadi gue gabisa pake handphone itu lagi. Jadi lo harus ganti. " jawab santa Shifa.
Murid itupun kaget atas apa yang Shifa katakan.
" Ga-ganti? Gue ga sengaja jatuhin handphone lo, kalo lo gamau ambil biar gue yang ambilin. " jawab gagu murid itu sambil menitipkan mangkuk baksonya ke teman yang ada di sebelah nya.
Murid itupun berjongkok di depan Shifa untuk mengambil handphone yang terjatuh di lantai.
Dengan santainya Shifa mengarahkan kakinya ke arah tangan murid itu yang sedang mengambil handphone nya.
Membuat murid itu meringis kesakitan. Sementara teman-teman Shifa hanya melihat dan terkekeh atas tindakan yang Shifa lakukan. Sudah biasa. Pikir mereka.
" Gue udah bilang kalo barang yang ada dibawah itu harus dibuang. Gue ga nyuruh lo buat mungut kan. " sambil terus menguatkan pijakannya pada tangan si murid perempuan itu.
__ADS_1
" Am-ampun Shifa. Gue minta maaf plis lepasin kaki lo. " mohon murid itu sambil memegang kaki Shifa yang masih menginjak tangannya.
Kejadian itu dilihat oleh semua murid yang sedang ada di kantin kala itu dan menjadi perhatian khalayak ramai.
Shifa dengan cepat meraih mangkuk bakso yang dipegang salah satu teman murid perempuan itu, lalu menumpahkan mangkuk yang penuh bakso dan kuah itu ke kepala murid perempuan yang ada dibawahnya.
Teman-teman Shifa pun menatap tak percaya atas apa yang ia lakukan. Hanya bisa menonton dan sambil tersenyum puas.
Sementara teman dari murid perempuan tadi tak bisa membantu apapun. Mereka tak mau berurusan dengan Shifa.
Shifa terus menumpahkan isi mangkuk itu ke arah murid itu dengan mengekspresikan wajah datarnya.
Murid itu tak bisa berkutik lagi.
" Sorry, gue ga sengaja. " ucap Shifa sambil sedikit tertawa dan menutup mulutnya.
Ia pun menatap tajam ke arah teman-teman murid itu lalu, melangkah pergi. Meninggalkan semua tatapan dari semua orang. Teman-teman nya pun menyusul di belakang nya.
Shifa terus berjalan menjauh dengan langkah seperti tak terjadi apa-apa.
Sikap angkuh nya sudah terkenal di pelosok sekolah. Dari keluarga kaya dan terpandang membuat Shifa bisa melakukan apapun seenaknya tanpa memikirkan efek dari apa yang ia lakukan.
" Lo emang out of the box Shif. Tadi mau gue videoin, tapi lebih asik nonton langsung. " ucap Lena salah satu temannya.
Shifa masih terus berjalan. " Ntar gue mau mampir beli handphone dulu, kalian balik duluan aja. " ucap Shifa yang langsung pergi meninggalkan teman-teman nya.
Shifa menuju toilet untuk mencuci tangannya.
Sambil membilas tangannya ia pun memandang wajahnya di cermin yang ada di depannya.
shifa yang dulu udah gaada. shifa yang lemah dan terus ngalah, ngalah gaakan dapat apapun. sekarang hanya ada shifa yang ditakutin semua orang. dan ga dipandang remeh lagi. ini udah bagus.
Tangan Shifa mulai gemetar saat itu. Dia menggenggam tangan nya dengan erat untuk menghilangkan getaran itu. Dia harus tetap kuat untuk ngadapin semua kemungkinan.
" Sekarang gue cuma butuh ketemu sama lo, gue akan ngasih 'hadiah' itu langsung ke lo dan nyokap lo. Kalian yang udah ngancurin keluarga gue dan buat gue kayak gini, gaakan gue biarin kalian ngerasa bahagia walau sedetik. Gaakan. Tunggu kedatangan gue, dan berdoa lah gue ga nemuin kalian secepatnya. Karna kalo itu terjadi, gue gaakan biarin kalian lepas seperti sebelumnya. Laura, lo harus tetap hidup untuk nerima 'hadiah' dari gue. " ucap Shifa sambil mengepalkan kedua tangannya.
Kebencian Shifa sudah mengalir ke seluruh aliran darahnya. Tak ada lagi kasih sayang yang tersisa.
__ADS_1