Protective Man

Protective Man
41. Refresh


__ADS_3

Setelah seminggu menghadapi ujian yang bertubi-tubi, akhirnya hari ini adalah ujian terakhir. Setelah bel berbunyi pertanda waktu habis, kami pun menghembuskan nafas lega. Tanpa diduga aku dan Sisi melakukan hal yang sama. Kami pun tersenyum bersamaan. Disisi lain Rendra melihat senyuman dari sisi kanan, dan tak disangka di sisi kiri juga terlihat seseorang yang memperhatikan. Yap, benar. Naufal.


Setelah kami mengumpulkan lembaran ujian, guru pun mengumumkan info penting, " Baik, hari ini adalah hari terakhir uts. Dan untuk merefresh pikiran kalian yang sudah berpikir keras pihak sekolah memberi hari libur. " ucap guru yang mengawasi tersebut.


Satu kelas pun riuh menyambut berita gembira itu. Aku dan Sisi bersorak kegirangan sambil bertepuk tangan.


Guru di depan pun memukul pelan mejanya untuk menghentikan sejenak keriuhan di kelas.


" Kalian akan libur selama 3 hari, pergunakan liburan ini untuk sejenak menyegarkan diri kalian. Kalau begitu, sekian. Selamat berlibur. " sambung guru yang mengawasi kami.


Sisi dengan semangat membalikkan badan ke arah belakang, " Ra, libur 3 hari ni, enaknya kita kemana yaa. " tanya penasaran Sisi sambil membenarkan letak kacamatanya.


Aku tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Sisi. " Ya kalo gue sih, paling rebahan di kamar. " jawabku singkat.


Dengan spontan Sisi membulatkan kedua matanya sambil menutup mulut tanda ia kaget.


Aku hanya mengangkat kedua alis ku.


" Ra, masa cuma rebahan mulu sih. Kita harus merefresh ulang otak kita setelah berkutat dengan soal yang datang bertubi-tubi. " Sisi berkata sambil menghembuskan nafas beratnya.


Aku hanya mengangkat kedua bahuku.


*****


Aku dan Sisi pun berjalan pulang setelah bel terakhir berbunyi.


Dan dari arah depan kami, seseorang menghampiri kami dengan tatapan orang disekitar yang terus memperhatikan.


" Ehh liat, ganteng banget cuuy " ucap siswi disitu.


" Kok gue ga pernah lihat dia ya? Murid pindahan kali ya. " sambung temannya.


" Ngajak kenalan boleh kali ya? "


" Lesung pipinya dalem banget sumpah. Kadar manisnya berlebihan nii. " sambung siswi dsri sisi lain.

__ADS_1


Aku dan Sisi asik membahas apa yang akan kami lakukan selama libur 3 hari kedepan. Tanpa menyadari kalau di hadapan kami telah berdiri seseorang disana.


Tiba-tiba Sisi berhenti tanpa memberi aba-aba terlebih dulu. Akupun ikut menghentikan badanku spontan setelah Sisi berhenti, dan melihat raut wajah Sisi diam membeku. Aku melihat ke arah mana Sisi memandang.


Setelah sedikit memutar kepalaku ke arah mana ia memandang, dan aku temui seseorang yang tak kusangka dia ada di depan ku. Ngapain dia disini? Pikirku.


" Bima? ." ucapku spontan dengan wajah datar.


Bima pun membalas dengan senyuman.


Sisi yang kembali ke mode on, dengan segera bersuara.


" Lo kenal dia Ra?. " ucap Sisi dengan nada tingginya.


Akupun sedikit menjauhkan badanku dari Sisi dan menutup kupingku dengan tangan kiri secara spontan.


" Ga pake teriak berapa Si. Gue bayar ni. " keluhku karena suara cetar Sisi.


Sisi pun senyum sekilas. Lalu kembali merangkul ku.


ooyaaa, dia kan pindah ke sekolah ini ya. gue lupa.


Dari arah berbeda rombongan Rendra juga telah keluar menuju parkiran sekolah. Agus yang tak sengaja melihat aku dan Sisi pun menyenggol bahu Rendra untuk melihat ke arah yang ia tunjuk.


Agus mengarahkan kepala nya ke arah dimana aku dan Sisi berdiri.


" Itu Laura sama temennya kan?. " tanya penasaran Agus.


Rendra yang mendapati kode dari Agus pun segera membalikkan badannya ke arah yang dituju.


Dan benar, dia mendapati Laura berdiri di situ.


" Trus, tu cowok yang bareng mereka siapa. " sambung Agus penasaran.


Rendra menatap dengan seksama dan tanpa berkedip. Dia membenarkan letak tas nya lalu memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana.

__ADS_1


Agus mengkode yang lain untuk segera menuju mobil masing-masing dan segera berangkat. Dia memprediksi bahwa aura Rendra mulai suram.


Teman-teman nya pun bingung apa yang terjadi dan hanya mengikuti titah Agus untuk segera pergi.


Rendra masih menatap ke arah Laura.


******


" Kalau boleh tau ada perlu apa ya?. " tanya penasaran Sisi yang mewakilkan pertanyaan ku juga.


Aku membenarkan letak tas ku yang sedikit miring.


Bima menghembuskan nafas beratnya sebelum menjawab.


" Jadi maksud aku nemuin kamu untuk minta tolong. " jawab Bima singkat.


Aku menatap ke arah Sisi dengan penuh kebingungan. Begitupun Sisi.


" Minta tolong?." jawabku bingung.


Bima menganggukkan kepalanya.


kayak nya langkah ku terlalu lama untuk berjalan lebih dekat ke arah kamu Ra. Pikir Rendra yang masih berdiri disitu.


" Woy Gus, lo tadi ngomong apa ke Rendra. Sampe kayak gitu tuh anak. " tanya penasaran Jon yang berada satu mobil dengan Agus.


Agus pun menunjukkan dengan jari telunjuknya.


Jon pun mendapati keberadaan Laura.


Lalu Jon pun membulatkan mulutnya membentuk huruf O. Agus pun mengangguk.


Di sisi yang berbeda Naufal juga memperhatikan Laura yang tengah mengobrol dengan laki-laki yang baru ia lihat.


Aku tidak bisa mundur tanpa mencoba. Pikir Naufal.

__ADS_1


__ADS_2