
Ibu pun terdiam sejenak dan mengedipkan mata dengan cepat.
“Ka-kalian liburan berdua?,” Tanya kaget ibu sambil menyingkirkan berkas laporan di mejanya.
Rendra pun gelagapan saat menjawab.
“Bu-bukan ber-berdua tan. Ada Sisi juga, ada teman yang lain juga tan.” jawabku lagi.
Sambil memejamkan kedua mata.
“Ooow. Tante juga tau kalian sudah selesai ujian. Tapi, kalau untuk liburan tante masih khawatir sama keadaan Laura, tante takut trauma nya Laura tiba-tiba muncul lagi,”jawab lirih Ibu.
Dengan sigap Rendra menjawab.
“Saya yang akan jagain Laura tan, Saya janji sama tante.” jawab ku tegas.
Ibu pun terdiam karena jawaban tak diduga Rendra. “Kamu bakalan jagain Laura? Atas dasar apa kamu berkata seperti ini,” tiba-tiba ibu mode serius.
“Saya suka Laura,” jawabnya cepat.
Ibu pun memancarkan senyum khasnya.
*Rendra scene end*
Aku yang masih menunggu jawaban ibu kenapa dengan mudahnya memberi ijin ke Rendra.
“Bu?,” panggilku.
__ADS_1
“Disitu kan ada Sisi. Lagian kamu juga butuh refreshing sesekali, besok ibu udah pulang. Jadi, sampai jumpa di rumah yaa.” jawab ibu menghindar.
“Bu.I-ibu, tunggu dulu.Bu,”panggilan pun berakhir. Heran ku melihat sikap tiba-tiba ibu.
****
Sisi yang belum mendapatkan jawaban yang diinginkannya. Ia pun memiringkan kepalanya,” Masa iya karena gue juga ikut?.”Tanya penasaran nya.
“Terus apa coba. Masa iya ibu ngasih gue liburan berdua sama Rendra. Yaa kali.” sambil menyilangkan kedua tanganku.
Sisi pun menggoda ku sembari menggelitik perlahan.
Rendra yang mendengar tawaku tersenyum tipis.
“Sejak kapan lo ikut perjalanan begini.” Tanya ketus Naufal yang duduk di samping Rendra.
“Kesukaan gue, bukan lo yang ngatur.” jawabnya tak kalah ketus.
Naufal pun tertawa sinis. Alhasil, Rendra melihat ke arahnya.
Naufal dan Rendra pun saling bertatapan.
“Begitu juga gue. Kesukaan gue, juga bukan lo yang ngatur.” ucap Naufal menimpali perkataan Rendra.
Makin lama hubungan Rendra dan Naufal makin panas layaknya lahar gunung merapi yang baru meletus.
Akhirnya mobil sampai di tujuan.
__ADS_1
Penginapan tempat mereka menginap 2 hari 1 malam.
Bima yang menyetir pun keluar yang pertama diikuti Rizky yang duduk di depan. Aku dan Sisi juga ikut turun. Kulihat di tempat duduk bagian belakang.
Mereka lagi lomba adu pandang atau gimana sih.
Akhirnya liburan kami pun resmi di mulai!
Hal pertama yang kami lakukan ialah mengeluarkan semua barang bawaan dan bahan makanan selama disini. Hal yang tak disangka ialah Rizky yang membawa sebagian besar bahan makanan untuk liburan kali ini.
" Cuma ini kontribusi yang bisa gue kasih. " ucap nya polos sembari membawa 2 plastik besar berisi aneka cemilan dan minuman.
Sementara aku dan Sisi berinisiatif sebelum pergi untuk membeli beberapa daging yang akan kami bakar bersama malam nanti.
Janga harap Rendra ataupun Naufal membawa makan atau sebagainya. Mereka hanya membawa tas ransel yang bisa dibilang tak ada beban di dalamnya.
Ketika aku ingin membawa plastik belanjaan, secara sigap Rendra langsung merampas plastik belanjaan itu dan membawanya ke dalam.
Aku hanya bisa menatap kepergian nya dengan pasrah.
Kulihat sisa 1 plastik belanjaan lagi dan dengan segera kuambil. Nasib sama. Plastik itupun dirampas seseorang. Naufal.
" Apa gue gaada hak bawa plastik belanjaan disini?, " ocehku pada diri sendiri.
Sembari bergumam akupun memilih masuk ke dalam menyusul Sisi.
__ADS_1
Sepertinya bakalan lebih lama dari perkiraan ku. Pikir Bima.