Protective Man

Protective Man
Hari Pertama


__ADS_3

Saat setelah sampai di penginapan kamipun langsung berkemas dan mengatur isi kulkas untuk persediaan kami selama disini.


"Ra, kayaknya untuk minumannya kita kurang deh. Soalnya yang minum pada kayak kuli semua,banyak. Harus beli lagi deh." ucap Sisi sambil meletakkan botol minuman ke kulkas.


Akupun melihat bahwa minuman yang kami beli kurang untuk persediaan di sini.


Akupun langsung berdiri dan berkacak pinggang.


Ekheeemmm. Akupun berdeham.


"Tadi yang bilang ga perlu beli banyak minuman siapa ya? YAng bilang (udah segini aja cukup, kita kan bukan sapi gelonggongan yang banyak minum).? ejekku sembari melihat kearah Sisi yang sedang menata minuman bersoda di kulkas bagian bawah.


Sisi pun dengan spontan menghentikan aktifitas menatanya.


Diapun berdiri dengan lunglainya. "Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf."jawabnya dengan nada manis dan dengan merangkulku manja.


Aku menatap datar dan sudah mulai terbiasa dengan sikap manja Sisi ini.


Disisi lain Rendra,Naufal dan Rizky yang sedang menyiapkan panggangan untuk acara barbeque nanti malam.

__ADS_1


Naufal melihat kegiatan yang sangat asing dimatanya. Rendra menyalakan api di panggangan tersebut dan tanpa bantuan siapapun.


Sementara selama ini dia selalu dilayani dan tak pernah mengurusi urusan biasa seperti ini.


"Kenapa tiba-tiba lo ikut gabung?."ucap datar Rendra sambil mengatur panggangan.


Naufal pun menghentikan aktifitas marinasi daging yang akan dibakar nanti.


"Hal yang harus gue lakuin di masa yang akan datang, apa harus gue share ke lo?."jawab cepat Naufal sambil berdiri tepat berhadapan dengan Rendra.


Rizky yang daritadi sibuk mengatur tusukan sate pun juga ikut menghentikan aktifitasnya. DAri posisi berdiri Rizky pun memilih untuk duduk dalam diam dan kembali fokus pada tusukan satenya.


Rendra menghentikan aktifitasnya. Menatap Naufal lekat-lekat.


"Ren, lama atau singkatnya perkenalan seseorang, ga menjamin dia bakal paham sepenuhnya. Dan itu juga yang gue rasain ke lo sekarang."ucap Naufal sambil melanjutkan marinasi dagingnya.


Rendra menghembuskan nafas berat.


"Jangan ganggu Laura."ucap cepat Rendra.

__ADS_1


Naufal langsung terdiam dan menghentikan aktifitasnya,begitu juga dengan Rizky yang mendengar nama Laura disebut.


Disisi lain Bima yang baru bergabung pun langsung menghentikan langkahnya setelah mendengar nama Laura.


Naufal kembali melihat ke arah Rendra. Raut wajah Rendra pun langsung berubah. Raut wajah yang belum pernah ia lihat selama mereka bersahabat.


Sedangkan dari dalam rumah, aku dan Sisi berjalan keluar bertujuan untuk membeli minuman yang kurang.


" Ra, entar beli susu rasa pisang kesukaan jungkook ya,ya,ya,ya."ucap manja Sisi lagi


Aku menoleh dengan heran. "Susu kesukaan jungkook? La, mana gue tau dia suka susu merk apa."jawabku heran.


Sisi kembali merangkul erat. " Gue tau kok, ntar bantuin nyari, ya?."ucapnya lagi.


Akupun hanya bisa berdeham mengiyakan keinginan anak playgroup ini dengan senyuman,


Setibanya kami di halaman depan, langsung disambut dengan keheningan layaknya tak ada makhluk hidup disini. Semua layaknya patung manequin yang sedang dipajang.


Sisi yang juga merasaka aura mistis pun bersuara dengan nada pelan.

__ADS_1


'Ra, kira-kira pilihan kita ikut mereka bener gak ya? mereka ga lagi ribut ngerebutin kita untuk dijadiin tumbal kan?." ucap spontan Sisi yang langsung berjalan mundur ke belakangku.


Aku menatapnya aneh bin ajaib dengan pemikiran acak Sisi.


__ADS_2