Protective Man

Protective Man
39. Hari H


__ADS_3

Hari yang legend pun datang. Hari pertama ujian. Hari yang paling diharapkan dimana hujan deras, petir menyambar dan banjir yg merendam seisi sekolah. Mungkin begitu.


Hari ini adalah hari pertama ujian. Ujian pada jam pertama ialah pelajaran bahasa Indonesia, pelajaran pemanasan yang pas untuk memulai ujian di hsri pertama. Untuk mencegah kepala menguap akibat pelajaran yang berat berikutnya.


Semua yang fokus pada tulisan yang ada di depan mata mereka tanpa melihat kesana-kemari. Ya, kelas ku adalah kelas yang berisi sang juara umum dan juara kelas.


Ternyata oh ternyata di dalam kelas ini Rizky & Naufal adalah rival yang memperebutkan juara umum. Aku dapat informasi itu dari Sisi. Tak heran memang mereka berdua salah satu murid pintar di sekolah ini. Aku merasa ciyut melihat nilai-nilai mereka yang terpampang jelas di mading sekolah.


Disaat aku tengah fokus menulis jawaban pada lembar jawaban tiba-tiba kurasakan sakit yang teramat di bagian perut.


kok sakit banget sih. padahal tadi dirumah aman aja. kok malah begini sih, lagi ujian lagi.


Ucapku sambil memegang perut, yang tepatnya kuremas saking sakitnya.


Hari ini adalah hari pertama ujian dan bertepatan juga hari pertama ku di jadwal bulanan ini.


bisa ga sih sakitnya di pending dulu sampe pulang nanti. Keluhku sambil meremas perut sambil menunduk kan kepala tanda sakit yang hanya bisa dirasakan para wanita saja.


Bu Susan yang bertugas mengawasi kami pun melihat kondisiku yang berbeda.


Dengan berjalan menghampiri bu Susan pun berkata, " Laura, kamu sakit?. " tanya bu Susan yang memecah keheningan ujian saat itu.


Beberapa berpaling melihat ke arahku karena mendengar namaku disebut oleh bu Susan. Sisi yang sudah jelas langsung melihat kebelakang begitu mendengar namaku disebut.


Begitu pun Rendra yang tepat disebelah kanan ku. Spontan melihat ke arah ku ketika bu Susan menanyakan kondisiku saat ini.


Dengan sekuat tenaga aku pun menjawab, " Saya gapapa kok buk, cuma sedikit pusing aja. " jawabku agar mencegah bu Susan menyuruhku pergi istirahat di ruang UKS. Segera kulepaskan remasan tanganku di perut agar tak menimbulkan tanda tanya pada bu Susan.


Bu Susan yang menelaah ku sebentar kembali bersikap berdiri sempurna.


Dengan helaasn nafas ringan bu Susan pun kembali menjawab, " Yasudah, kalau gitu kembali lanjutkan ujiannya. " jelas bu Susan sambil mengelus ringan bahuku.


Aku hanya menjawab dengan senyuman.


Rendra yang tak berpaling terus melihat ke arahku sambil memainkan pulpennya.


Aku kembali menunduk kan kepala sejenak setelah itu mengambil nafas dalam-dalam lalu kembali mengambil alat tulis ku untuk melanjutkan menjawab soal yang tertunda.


Di sisi lain Rendra yang masih khawatir dengan Laura yang masih menunjukkan gelagat tak baik-baik saja.


Lalu ia pun merobek kertas kecil lalu menuliskan sesuatu disana. Setelah itu dilipat dan dilemparkan ke arah mejaku dengan indahnya.


Kulihat kertas itu sebentar lalu kutolehkan kepalaku ke arah Rendra. Dia pun bersikap seakan tak terjadi apa-apa. Dia menulis dengan tenangnya.


Lalu kuambil kertas itu dan kubuka perlahan.

__ADS_1


ar u okey?


Itu yang tertulis di sana. Aku hanya tersenyum tipis saat membacanya.


Lalu kubalas saat itu juga dan kulemparkan pelan ke arah mejanya. Tak lupa kulihat bu Susan yang berjalan mengawasi saat itu. Tak lucu bila aku kedapatan melempar kan kertas ini ke arah nya.


Dengan santuy nya Rendra mengambil kertas itu sambil melirik ke arah depan sembari melihat bu Susan yang masih stay di meja depan.


Dengan sedikit memajukan tangannya ke arah mata Rendra berkedip cepat saat membaca sepucuk kertas itu.


masalah perempuan


Balasku singkat padanya. Rendra yang masih tak paham apa maksudnya. Langsung melihat ke arah meja Sisi saat itu. apa dia punya masalah sama Sisi? Pikirnya.


Lalu kami pun kembali menjawab setiap soal itu sampai bel berbunyi.


Akhirnya ujian pertama bisa kulewati walaupun tangan kiri tak lepas meremas perut yang tak bisa dikondisikan.


Istirahat 15 menit sebelum masuk lagi ke ujian berikutnya.


Setelah kami mengumpulkan lembar jawaban bu Susan pun langsung meninggalkan kelas saat itu juga.


Sisi yang langsung berjalan ke meja ku pun berdiri dengan cemasnya. Selagi menunggu ku untuk duduk kembali.


Aku yang melihatnya pun tersenyum atas apa yang dilakukan temanku uang satu ini, " Ada apa mbak?. " ucapku saat melihatnya melipat kedua tangannya.


Aku yang ingin mengambil botol minum pun terhenti karena Sisi dengan gercepnya sudah mengambilkan botol minumku duluan.


" Nih. " ucapnya sembari memberikan botol minum itu padaku.


Aku yang tersenyum langsung mengambil botol itu lalu segera meminum nya.


Setelah selesai minum pun aku menjawab satu per satu pertanyaan Sisi.


" Gini mbak, gue tuh gapapa. Cuma lagi hari pertama jadwal bulanan aja. " jawabku pertama.


Sembari mendekatkan wajahku kearahnya sembari berbisik pelan, " Ini hari pertama gue datang bulan Si. Jadi masih sakit banget. " ucapku pelan.


Sisi yang mengerti hanya membulatkan mulutnya membentuk kata O.


" Lo ada masalah apa sama Laura?. " tanya tiba-tiba seseorang dari arah belakang Sisi yang kala itu masih berdiri.


Sisi yang kaget tiba-tiba mendengar suara dari arah belakang nya pun hampir terjatuh di sebelahku.


Aku yang mengarahkan tangan ke arahnya agar ia tak jadi jatuh pun dengan spontan melihat siapa yang tiba-tiba nimbrung percakapan kami.

__ADS_1


" Wuaaahh. Siapa sih yang ngagetin ajaa. " ucap kesal Sisi. sembari membenarkan letak kacamatanya.


" Rendra?. " ucapku dengan nada heran.


Rendra yang berdiri sambil memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celana pun berdiri dengan tak penuh dosanya.


Setelah kembali berdiri dengan benar Sisi pun mulai berbicara kembali.


" A-apa? Kenapa?." tanyanya kaku.


Rendra sedikit menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Lo ada masalah apa sama Laura?. " tanya nya lagi.


Sisi yang mengangkat kedua alisnya pun menatap bingung ke arahku. Akupun begitu.


" Masalah? Gue sama Laura. " sambil menunjuk ke arahku.


Rendra membalas dengan anggukan.


" Tadi Laura bilang tentang masalah perempuan. Lo ada masalah apa?. " ucap nya dengan lantang.


Seketika Sisi pun terbahak mendengar ucapan Rendra.


Aku yang menutupi wajahku menggunakan tangan kanan pun terkesima mendengar pernyataan anak ini.


" Jadi menurut pemahaman lo tuh kalau gue sama Laura ada masalah gitu?. " tanya Sisi dengan jelas.


Rendra kembali menganggukkan kepalanya.


" Astaga pak Rendra, maksud nya bukan itu. Laura tuh lagi hari pertama. " jawab Sisi singkat.


Akupun sedikit memukul tangan Sisi karena penjelasan singkatnya.


" Hari pertama?. " tanya Rendra kembali.


Sisi yang mengkode Rendra untuk sedikit maju ke arah nya agar tak terdengar oleh anak yang lain. Rendra pun mengikuti nya dengan wajah yang tak kalah penasaran, sembari melirik ke arah yang lain.


Sembari berbisik Sisi pun kembali menjelaskan, " Laura tuh lagi hari pertama jadwal bulanan. Nb: datang bulan. " jelas Sisi sambil berbisik ke arahnya.


Rendra pun dengan sigap memundurkan badannya ke belakang.


Lalu ia kembali menoleh ke arahku untuk memastikan.


Aku hanya membalas dengan anggukan ringan.

__ADS_1


Rendra terdiam sesaat lalu sedikit terbatuk yang membuat anak lainnya ikut memperhatikan.


__ADS_2