Protective Man

Protective Man
42. Traveling?


__ADS_3

minta tolong? sama gue?


Aku dan Sisi bertatapan sebelum menjawab pertanyaan Bima.


Ekheeemm. " Minta tolong dalam hal apa ya kalau gue boleh tau. " jawab ku.


Bima menghembuskan nafasnya sejenak sebelum kembali bersuara.


Sepertinya hal yang serius. Pikir ku.


" Jadi gini. Aku dapat tiket 2 hari 1 malam di salah satu penginapan. Tapi, berhubung temen aku yang lain udah punya planning duluan dan gabisa dibatalin jadinya aku gabisa ngajak mereka. " jelas Bima saat itu.


Aku dan Sisi masih tak berkedip saat mendengar kan penjelasan Bima.


Bima terdiam sejenak. " Dan berhubung aku masih murid baru di sini, jadinya belum ada temen yang bisa diajak liburan. " akhir kata ia melihat ke arah ku dan Sisi.


Sisi pun mengedipkan matanya dengan cepat dan mendorong ku menjauh dari Bima tanpa aba-aba apapun. Dan, akhir nya aku hanya mengikuti gerakan tiba-tiba Sisi saat itu.


" Woo. Wooo. Lo kira kita apaan. " sambil mengibaskan rambutnya dan tentunya dengan nada protes.


Bima nampak panik dan mengayunkan tangannya membentuk tanda silang.


" Bu-bukan gitu maksud aku. Ja-jadi tuh. " Bima gagap saat menjawab.


Mengatur nafasnya agar tetap tenang.


" Karna temen aku gaada yang bisa dan di sini juga belum dapet temen yang bisa diajakin juga, jadi aku coba nawarin ke kalian. " ungkap Bima.


Sisi kembali protes. " Coba? Coba ngajak kami? Waaahhhhh. Dasar byuntae. " ucap kesal Sisi.


Akupun kebingungan atas ucapan Sisi.


" Byuntae? Apaan tuh. " ucapku penasaran.


Sisi pun mendekatkan bibirnya untuk berbisik ke arahku. Namun itu bukanlah bisikan pada umumnya.


Dengan nada tinggi Sisi pun menjawab,


" MESUM. " jawabnya dengan suara yang cetar membahana.


Seketika akupun menjauhkan telinga ku dari nya untuk keselamatan pendengaran ku kedepannya.


" Siapa yang mesum?. " sambung seseorang yang ikut bergabung.

__ADS_1


" Rendra?. " ucap kaget Sisi.


Aku yang masih memegang telingaku pun baru menyadari kehadiran Rendra di situ.


Sejak hari pertama ujian, baru ini aku dan Rendra bertemu dan bicara lagi.


Aku menatap Rendra sebentar lalu ku paling kan wajahku ke arah lain.


Bima yang melihat kedatangan Rendra memasang wajah berbeda.


Rendra yang melihat ke arah Bima pun memasang wajah datarnya seperti biasa.


" Lo yang mesum?." ucap Rendra lagi.


Bima tersenyum sekilas lalu memandang serius ke arah Rendra.


" Hanya salah paham. " pungkas Bima.


Akhirnya Sisi pun bersuara dan menjelaskan secara singkat padat dan lebay ke pada Rendra.


Setelah mendengar kan penjelasan Sisi tentang permintaan Bima, Rendra pun tertawa sinis ke arahnya.


" Wuaaahh, lo belom apa-apa udah ngajak 2 cewek nginep aja ya. Pro banget bro. " jawab receh Rendra.


Rendra melangkah mendekat. " Tunggu bro. Lo baru beberapa kali ketemu sama mereka dan udah ngajak mereka nginep 2 hari 1 malam. Lo kira ini budaya barat. " jawab ketus Rendra.


Karena kulihat mereka semakin debat dengan intensnya, akupun akhirnya bersuara.


" Stop, stop, stop. Sebentar, pertama gue mau lurusin niat dari Bima yang ngajak kita liburan. " ucap ku pertama.


" Jadi gini Bim. Gue bukan maksud nolak, tapi ga etis aja tiba-tiba lo ngajak gue sama Sisi yang belum terlalu deket sama lo untuk liburan apalagi pake acara nginep 2 hari 1 malam segala. Gimanapun kami perempuan. Jadi itu ga mungkin untuk pergi bareng lo. Kedua, gue setuju sama Rendra. Ini tuh bukan budaya barat yang kayak di film-film, yang pastinya lo paham apa yang gue maksud. Jadi intinya, ga mungkin kalo kita berdua pergi bareng lo Bim. " jawabku jelas pada Bima.


Rendra menoleh ke arahku tanda ia setuju.


Bima pun tertawa tipis. " Astaga, Ra. Bukan cuma kita bertiga aja yang pergi. " bela Bima.


Aku dan Sisi kembali bertatapan.


" Jadi gini. Seperti yang aku jelasin tadi, jadi aku dapet tiket untuk 6 orang. Niat aku ngajak kalian tuh, biar kalian juga ajak temen kalian yang lain untuk liburan bareng. Jadi tiketnya tuh ga mubazir juga, dan lebih banyak orang juga makin seru liburan nya. " ucap Bima dengan lebih detail lagi.


Akupun membulatkan mulut ku membentuk huruf O. Begitupun Sisi.


Rendra kembali bersuara dengan tiba-tiba.

__ADS_1


" Kalau gitu gue ikut. " ucap santai Rendra.


Aku pun menatap nya secara spontan.


Bima masih belum menjawab.


Aku dan Rendra beradu pandang. kenapa dia pingin ikutan juga? Pikir ku.


Rendra kembali berargumen, " Dan, fyi. Gue juga salah satu temen Laura, jadi daripada tiket lo mubazir mending lo hibahin ke gue. " ucapnya sambil meletakkan kedua tangannya di dalam saku celananya.


Langkah kaki dari arah berlawanan pun ikut menghampiri kami.


" Gue juga. " ucap nya pun tak kalah santai.


Seketika pandangan kami mengarah padanya.


" Naufal?. " ucap kaget Sisi lagi.


Aku memandang beku ke arah Naufal yang berdiri di samping kanan ku. Begitupun Rendra yang tak menyangka kalau Naufal juga ikut nimbrung dengannya.


Bima yang melihat kehadiran orang tak di duga pun hanya berdiri membatu. Ya, dia pun merasa kesal atas kehadiran orang yang tak diinginkan.


Aku masih memandang kehadiran Naufal yang di luar nalar ikut bergabung disini.


Sisi kembali ke mode on. " Oke, kalo gitu udah nambah anggota. Gue, Laura, Bima, Rendra dan Naufal. Brarti sisa 1 tiket lagi. " ringkas Sisi.


" Siiii. Sisiiiiii. " panggil seseorang dari arah belakang dengan ngos-ngosan.


Bima pun mengeluh dengan mengatakan,


" Siapa lagi. " ucapnya.


Dengan memberikan sesuatu, ia pun berbicara. " Si, dompet lo ketinggalan di meja. " ucap nya sambil mengatur nafas.


Spontan kami pun melihat ke arahnya.


Rizqi?


" Oke, sekarang anggota nya udah komplit. Berangkatnya kapan Bim. " tanya Sisi.


Rizqi yang tak mengerti apapun hanya bisa memandangi kami dengan raut wajah bingung nya.


Bima tak menyangka akan berakhir seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2