Protective Man

Protective Man
32. Bima?


__ADS_3

***-***


UTS sebentar lagi akan diadakan, tinggal menghitung hari sebelum ujian dimulai. Sebelum memutuskan benar-benar pindah ke SMA NUSANTARA ada baiknya kalau sesekali melihat lingkungan sekolah dan mengurus kepindahan yang sedikit lagi selesai.


" Aww..." meringis seseorang yang berada di sebelah.


Karena aku terlalu fokus melihat sekeliling tak sengaja menabrak seorang siswi yang baru saja keluar menuju parkiran.


Siswi itupun kesal dan berkata, " Kalau jalan liat-liat dong, punya ma-. "belum menyelesaikan perkataan nya pun siswi itu berhenti.


" Ganteng banget. " sambungnya diiringi suara temannya dari belakang.


" Maaf saya ga sengaja, kamu gapapa?. " ucapku sambil melihat keadaan nya.


Siswi itupun menggeleng dengn cepat sambil tersenyum.


" Kamu murid baru ya? Belum pernah liat kalo ada pangeran yang sekolah disini. " jawabnya yang sambil diiringi senyum sambil mengibaskan rambutnya kearah samping.


Akupun terkekeh.


Sambil menegakkan badan akupun menjawab, " Saya bukan pangeran. Nama saya Bima(sambil mengulurkan tangan), dan iya saya murid baru. Belum resmi sih, tapi sebentar lagi bakalan pindah kesini juga. " jelasku.


Siswi itupun dengan cepat menyambut uluran tanganku saat itu. Setelah menyebutkan namanya, dia pun histeris kegirangan hanya karena berjabat tangan saja.


Bima pun tersenyum ramah melihat tindakan para siswi ini.


Terdengar kegaduhan yang menyita perhatian nya. Adegan dimana Rendra menyandera tas Laura dan para antek-antek yang membantu jalannya operasi saat itu.


Matanya langsung terfokus ke depan dan melihat kejadian itu tanpa berkedip.


Laura?


Siapa cowok itu?


Mereka dekat?


Para siswi itupun melihat kearah mana Bima menatap dari tadi.


" Kamu kenal Laura?. " ucapnya sambil melihat kearah mereka.


Bima pun mulai kembali on dan melirik sekilas ke arah siswi itu.


" Iya, saya kenal Laura. Dia murid baru juga kan. " jawabnya yang masih tetap memandang lurus ke arah Laura.


" Wuaahh, Laura beruntung banget sumpah. Kenalannya para cogan semua. " jawab singkata siswi itu.


Bima pun langsung menatap penuh ke arah mereka.


" Cogan semua?. " tanya Bima intens.


Siswi itupun mengiyakan.


Lalu memandang kembali ke arah Laura yang telah masuk ke dalam mobil Rendra.


Bima melihat kepergian mobil Rendra sampai tak terlihat lagi.

__ADS_1


" Dia siapa. " tanya singkat Bima.


Siswi itupun melihat mobil yang baru saja keluar.


" Itu mobilnya Rendra. Bisa dibilang dia terkenal banget di sekolah ini. " jawab siswi itu menjelaskan.


Bima masih tak memalingkan pandangan nya saat itu.


"Rendra. " ucapnya pelan dengan tatapan penuh arti.


Bima berjalan menuju ruang guru untuk menyelesaikan kepindahannya segera.


Setelah selesai semua nya akhirnya dia pun akan segera resmi pindah ke SMA NUSANTARA.


Bima memilih berjalan di koridor sekolah sambil melihat sekeliling dengan seksama.


Panggilan telepon memecah keheningan saat itu.


" Halo. " sahutnya.


Sambil memegang handphone nya diapun berjalan santai untuk meninggalkan sekolah.


Sambil berjalan ia pun berbicara dengan orang yang tersambung lewat panggilan telepon saat itu.


" Siapkan semua yang diperlukan, jangan sampai ada yang tertinggal. Sebentar lagi saya sampai dirumah. " ucapnya yang langsung mengakhiri panggilan saat itu.


Memakai helm dan segera pergi. Diapun pergi meninggalkan sekolah dengan damai.


***-***


Setelah dering ketiga akhirnya diangkat juga.


" Ra, kamu udah pulang? Udah makan siang?. "tanya ibu yang sambil meminum ice coffee nya.


" Bu, tolong setelah kepergian Laura semua webtoon favorit Laura jangan dibuang yaa. " ucapku yang masih di dalam mobil Rendra yang terus melaju.


Ibu kaget mendengar ucapan ku dan dengan spontan meletakkan minuman nya dengan keras ke meja.


Menjadikan perhatian orang disekitarnya termasuk dirut saat itu melihat kearah ibu.


" Ra... Lau-ra? kamu baik-baik aja kaan? Kamu dimana. " tanya cemas ibu.


Aku hanya menghembuskan nafas sambil melihat pemandangan dari jendela mobil saat itu.


" Eh, tunggu dulu gimana caranya ibu hapus webtoon kamu. Webtoon kamu kan di handphone kamu ra. Gimana cara ngapusnya kalo handphone nya ada di kamu. Kamu sehat kan?." tanya heran ibu.


" O... iyaaaa. " jawabku lemas.


Dengan sigap Rendra mengambil handphone ku secepat angin. Lalu mengaktifkan mode speaker.


" Siang tante, ini saya Rendra. " ucap santiy Rendra yang masih mengemudikan mobilnya.


Aku tak berkutik sambil terus melihat kearah luar jendela.


Ibu pun terperanjak dari sikap cemasnya dengan cepat berubah menunjukkan wajah lega nya.

__ADS_1


" Nak Rendra toh.. Astaga, ibu kira Laura kenapa-napa. " jawab ibu dengan gembira.


Mendengar nama Rendra disebut, dirut pun langsung menoleh ke arah ibu dengan spontan.


" Maaf tante ga ngabarin kalau Laura pulang sama saya. " ucap Rendra sambil memarkirkan mobilnya dengan mulus di depan sebuah bangunan mewah.


Lalu mengambil handphone ku dan mengobrol dengan ibu. Aku menatapnya tajam.


Tawa ringan ibu terdengar. Ibu nyantuu banget anak perempuan nya dibawa sama laki-laki yang baru dikenal. Ini gue anak kandung atau anak yang ditemuin wdi semak-semak ya..


Akupun melipat kedua tanganku.


" Kalau sama Rendra tante percaya. Yang penting bawa pulang Laura sebelum dia berubah jadi ganas ya. " oceh ibu.


emangnya gue power ranger yang bisa berubah.


Rendra tertawa sambil melirik.


" Walaupun dia berubah, saya akan tetap ada dan ga akan pernah berpindah. " sambil melihat kearahku yang masih bermuka masam.


Mendengar itu pun aku langsung bereaksi.


" Tchhh..... apaan sih, gaje amat. " jawabku ketus.


Rendra lalu mengarahkan pandangannya sebentar kebawah lalu menatap lurus ke depan sambil tangan kanan yang masih berada di setir mobil saat itu. Dan dengan tangan kiri yang masih memegang handphone ku dia pun berkata, " Saya akan antar Laura pulang tepat waktu tante. Saya janji. " ucap Rendra serius meminta ijin.


Ibu pun mengiyakan dan memberikan sepatah dua patah kata sebelum mengakhiri panggilan saat itu.


Dia oun mengembalikan handphone nya. Aku mengambilnya dengan kasar.


" Ga sopan banget ngambil barang orang tanpa ijin. " ketusku yang langsung memasukkan handphone ku ke dalam saku jas saat itu.


Rendra pun langsung membuka seat belt nya dan bergegas keluar mobil.


Akupun melihat dia memutari mobil lalu membukakan pintu mobil untukku.


Dengan posisi berdiri sempurna sambil memegang pintu mobil yang sudah terbuka, dia pun mengarahkan ku untuk keluar dengan memiringkan kepalanya untuk tanda menyuruhku keluar dari mobil segera.


" Gue masih mampu buka pintu mobil nya sendiri kali. " ocehku sambil membuka seat belt dan segera keluar.


Sambil memegang tas ku yang akan kusandang di belakang. Dengan cepat Rendra pun mengambilnya. Segera setelah ia menutup pintu mobil.


" Eeh, hobi banget sih ambil tas orang. Balikin. " teriakku sambil menyusul nya masuk.



Tanpa pikir panjang akupun ikut masuk ke dalam.


Kudapati arsitektur elegan ditambah hiasan rumah yang sangat minimalis tapi tetap elegan dan mewah.


Aku menurunkan tanganku dari tas yang kupegang. Seketika aku melupakan tas ku yang sudah 'dicuri' nya.


Aku pun berjalan dengan damai menuju kemana arah pandanganku tertuju. Piano.


Rendra hanya melihat dari arah belakang.

__ADS_1


Aku berjalan tanpa paksaan, sambil menyandang tas ku pun dia pun melipat kedua tangannya sambil terus melihat kearah mana tujuanku.


__ADS_2